Syekh Nawawi Banten Anjurkan Santri Ikuti 5 Sifat Anjing yang Terpuji

  • 156
  •  
  •  
  •  
    156
    Shares

DatDut.Com – Muslim Indonesia, khususnya santri, pada umumnya menganut pendapat mazhab Syafi’i dalam penerapan hukum fikih. Hal ini membuat cara pandang mereka terhadap anjing kurang baik. Anjing dianggap hewan najis yang terkadang perlakuan sebagian orang menganggap perlu melempari batu terhadap anjing yang mendekat pada mereka.

Hal tersebut berbeda dengan mazhab Maliki yang mengatakan bahwa anjing itu suci. Perintah membasuh wadah yang dijilat anjing hanyalah sunah. Pendapat mazhab Maliki ini berpengaruh juga terhadap paradigma masyarakat terhadap anjing. Penduduk Maroko dan Tunisia salah satu contoh negara yang mayoritas penduduknya menganut mazhab Maliki.

Terlepas dari hal itu, ternyata Syekh Nawai Banten pernah menulis dalam karyanya, Kasyifah as-Saja, bahwa anjing memiliki sifat terpuji yang patut diteladani oleh para santri dan masyarakat pada umumnya. Paling tidak, ini 5 sifat terpuji anjing yang perlu ditiru:

1. Menahan Lapar

Pesantren itu tempat santri dibina baik zahir dan batin oleh kiai dan para ustaz. Karenanya, para kiai menganjurkan santri untuk tirakat. Biasanya, yang melakukan tirakat itu santri-santri yang sudah tinggal lama di pesantren, paling tidak tiga tahun. Secara umum, tirakat yang dilakukan para santri itu adalah berpuasa (Baca: 5 Puasa Tirakat Santri untuk Dapatkan Ilmu Berkah). Dengan berpuasa, santri akan terbiasa menahan lapar.

Menurut Syekh Nawawi, anjing juga sudah terbiasa lapar dalam hidupnya. Ini juga yang dilakukan para ulama salih terdahulu. Makan seadanya, tidak rakus dan serakah. Pendidikan batin seperti ini tentu perlu terus digalakkan di tengah maraknya tindakan korupsi para pejabat dimana-mana. Barangkali saja, para santri yang sedang nyantri di pesantren saat ini, di kemudian hari menduduki kursi-kursi pejabat di Istana Negara Republik Indonesia. Bila sudah terbiasa tirakat, insya Allah mereka tidak akan melakukan korupsi.

Baca juga:  Belajarlah Kelembutan dalam Berdakwah dari Almarhum Habib Munzir Al-Musawa

2. Jarang Tidur

Bila sudah terbiasa berpuasa, otomatis tidur pun akan jarang. Yang membuat mata sering mengantuk kan karena banyak makan? Menurut medis, tidur yang baik memang 8 jam sehari. Namun karena berpuasa, bisa jadi waktu tidur santri terkurangi. Selain diisi dengan aktivitas positif, seperti menghapal dan menelaah ulang kitab-kitab yang sudah pernah dikaji, santri juga bisa memperbanyak berzikir di malam hari. Bila terus dilakukan secara istikamah, pasti nanti akan memetik hasilnya di kemudian hari saat para santri sudah mengabdi di masyarakat.

Menurut Syekh Nawawi, anjing itu kalau malam tidurnya hanya sedikit, apalagi anjing penjaga rumah. So, bagi para santri jangan sia-siakan waktu mudah hanya untuk santai-santai dan tidur-tiduran saja, ya.

3. Tidak Mudah Putus Asa

Anjing itu, menurut Syekh Nawawi Banten, jika diusir oleh majikannya sebanyak seribu kalipun, tidak akan pernah lari dan menjauh dari tuannya. Artinya, anjing tidak pernah putus asa dan selalu setia dengan majikannya. Nah, seharusnya santri pun demikian. Pada kiai dan para ustaz, santri tidak perlu marah dan dendam apabila mereka memarahi dan mendidik kalian dengan tegas. Takzim seorang santri pada kiai sangat diperlukan dalam mendapatkan ilmu berkah. Kalau santri sudah terbiasa takzim pada kiai, seharusnya santri akan lebih takut pada Allah Yang Maha segalanya.

4. Kanaah

Kanaah itu menerima apa adanya. Tidak pernah mencari apa yang kita tidak mampu, sehingga memaksa diri kita atau orang lain untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan tersebut. Jika sudah diberi makan sekali, anjing itu menerima apa yang telah diberikan hingga malam hari atau keesokan harinya. Tidak adanya sifat kanaah dalam diri seseorang, inilah yang membuatnya merasa selalu kurang dan serakah. Bila demikian, yang terjadi adalah menghalalkan segala acara untuk meraih sesuatu yang dinginkan. Seharusnya, santri sudah terlatih untuk kanaah ketika hidup bermasyarakat nanti.

Baca juga:  Dari Sekian Banyak Syarah dan Hasyiyah Taqrib, 5 Kitab Ini yang Paling Akrab dengan Santri

5. Tidak Pendendam

Menurut Syekh Nawawi, anjing itu sosok hewan yang tidak marah dan tidak pendendam. Sekalipun orang menimpukinya, anjing tetap tidak akan marah, justru anjing akan menghindar dari orang yang menimpukinya tadi itu. Seorang santri tidak boleh membenci, apalagi dendam pada temannya. Bila benci seseorang, bencilah pada sifatnya yang buruk, jangan benci pada orangnya. Jika santri terbiasa dendam, kejernihan hati dan memahami ilmu yang diajarkan kiai juga akan sulit.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

 


%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    156
    Shares
  • 156
  •  
  •  
Close