Syekh Nawawi Al-Bantani, Guru Para Ulama Hijaz

  • 44
  •  
  •  
  •  
    44
    Shares

DatDut.Com – Nama lengkapnya adalah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar bin arabi Al-Jawi Al-Bantani. Beliau merupakan sosok cendekiawan yang sering disebut sebagai penyambung sanad ulama Nusantara.

Syekh Nawawi lahir di Tanara, Banten, pada tahun 1813 M. Ayahnya bernama Kiai Umar dan Ibunya bernama Zubaidah. Beliau juga merupakan keturunan ke-12 dari Maulana Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal sebagai Sunan Guug Djati.

Sejak kecil, Syekh Nawawi hidup dalam lingkungan pesantren yang memegang teguh ajaran agama Islam. Dari ayahnya beliau banyak mengaji kitab-kitab, di antaranya kitab nahwu, sharaf, fikih, tauhid dan tafsir.

Karena keadaan Nusantara saat itu masih di bawah kekuasaan pemerintahan Belanda yang sangat membatasi pergerakan Syekh Nawawi dalam menuntut ilmu.

Beliau pun memutuskan untuk menimba ilmu di Tanah Suci Makkah pada usia 15 tahun.

Beberapa tahun setelahnya, Syekh Nawawi kembali ke Nusantara untuk mengamalkan ilmunya kepada  masyarakat. Tiga tahun kemudian beliau memutuskan untuk kembali ke Makkah karena kawasan Banten saat itu masih dalam situasi yang tidak kondusif.

Baca juga:  Ustadz Ahmad Sarwat Ajarkan Fikih Moderat Lewat Medsos

Namun perjuangan beliau untuk Nusantara tidak sebatas itu. Setelah kembali Ke Makkah, beliau mengabadikan dirinya sebagai pengajar dan penulis kitab.

Di Makkah, beliau menghimpun para santri yang berasal dari Nusantara untuk menolak penjajahan serta menolak sistem dan adat istiadat yang diajarkan oleh pemerintahan Belanda.

Dari didikannya, banyak bermunculan ulama-ulama besar yang kemudian menjadi poros perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di antaranya, Kiai Khalil Bangkalan, Kiai hasyim As’yari Jombang, Kiai Asnawi dan banyak ulama Nusantara lainnya.

Syekh Nawawi juga merupakan penulis yang produktif. Karyanya sangat populer dikalangan Pesantren Nusantara bahkan mendunia. Di antara karya beliau adalah Fathul Majid, Tijan Ad-Darari, Nur Ad-Dholam, Nihayatuz Zain, Sulamun Najat, At- Tausyekh, Tafsir Al Munir lil Ma’alim Al-Manzil dan masih banyak lainnya.

Baca juga:  Ini 5 Fakta Tak Terbantahkan Kalau Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub Bukan Wahabi

Reputasi Syekh Nawawi dalam bidang keilmuan keagamaan sudah tidak dapat diragukan lagi, hal ini bahkan diakui oleh Pemerintah Saudi.

Beliau merupakan salah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Dua yang lain adalah muridnya Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas.

Sebab kedalaman keilmuannya, Syekh Nawawi mendapatkan gelar Sayyid Ulama Hijaz (Guru dari Ulama Hijaz). Gelar ini mengindikasikan bahwa keilmuaan beliau sudah diakui baik di Indonesia maupun Semenanjung Arabia.  

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

M. Afzainizam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
M. Afzainizam
  •  
    44
    Shares
  • 44
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close