Bongkar Mitos! Yang Pintar Dagang Bukan Cuma Cina, 5 Suku Pribumi Ini Juga Juaranya

  • 22
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares

DatDut.Com – Selama ini orang Cina selalu diidentikkan dengan kemampuannya dalam berdagang. Ibaratnya, apa saja yang tidak laku, setelah dipegang orang Cina akan laku. Ini memang terlalu berlebihan. Buktinya tak semua orang Cina bisa berdagang kok. Yang hidupnya melarat juga banyak.

Mitos soal etnis Tionghoa yang pintar berdagang ini, sepertinya ingin terus ditanamkan. Mitos ini ingin terus dipelihara agar siapa pun yang akan bersaing dagang dengan etnis ini, menjadi ciut mentalnya. Padahal, faktanya, kemampuan berdagang bukan masalah etnis, tapi soal keuletan, jaringan, dan strategi dalam memahami pasar.

Etnis Tionghoa diuntungkan dengan luasnya jaringan yang mereka punya. Ini terkait dengan budaya merantau yang ada dalam tradisi mereka. Mereka juga sepertinya juga punya strategi khusus dalam menguasai pasar. Keuletan juga menjadi kunci lain kemampuan mereka dalam berdagang selama ini. Mereka paham, di sini mereka cuma pendatang. Maka, mereka harus berjuang keras agar bisa tetap bertahan. Mental-mental ini sepertinya yang perlu dimiliki suku-suku pribumi.

Nah, pertanyaannya? Benarkah tak ada suku pribumi yang jago dagong dan punya etos bisnis yang bagus? Jangan salah, lho! Sekurang-kurang ada 5 suku pribumi yang punya tradisi dan etos berdagang yang tak kalah dengan etnis Tionghoa.  Apa saja? Ini 5 suku tersebut:

[nextpage title=”1. Padang”]

1. Padang

Tak ada yang bisa membantah kalau suku ini mempunya tradisi dan etos dagang yang hebat. Kalau mau membuktikan, datanglah ke Pasar Tanah Abang, yang merupakan pasar grosir terbesar se-Asia Tenggara. Di pasar ini orang Padang menjadi penguasanya.

Kalau Tanah Abang belum cukup menjadi bukti, naiklah mobil dari Merak hingga Banyuwangi, maka Anda akan temukan di tiap perempatan atau pertigaan jalan, warung masakan padang yang bertengger di sana. Bahkan, di beberapa negara yang ada atau sering dikunjungi orang Indonesia, baik sebagai TKI maupun pelancong, warung padang juga bisa ditemui. Ini belum lagi gerobak sate padang yang banyak ditemui di beberapa sudut Jakarta.

Baca juga:  Masih Ada 5 Keajaiban Luar Biasa Lagi Selain Mukjizat!

Nah, kemampuan suku Padang dalam berdagang ini ternyata juga tidak terlepas dari tradisi merantau yang mereka punya. Dengan kata lain, ada hubungan yang erat antara tradisi merantau dengan kemampuan dan mental berdagang,

[nextpage title=”2. Madura”]

2. Madura

Orang Madura juga dikenal sebagai suku perantau. Mereka tak pernah gengsi untuk melakukan apa saja demi bertahan hidup. Di beberapa kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, suku Madura adalah penguasa bisnis besi tua. Tapi jangan salah! Sebagian bahkan omsetnya bisa miliaran per bulan. Karena ada di antara mereka yang berbisnis besi tua kapal yang nilainya tentu amat besar.

Ini belum lagi yang berbisnis mobil tua dan rongsokan. Silakan datang ke beberapa kawasan, di Sawangan Depok hingga Parung, penguasa sektor ini juga orang Madura.

Tidak cuma barang bekas atau rongsokan, tapi mereka juga dikenal dengan pedagang sate kelilingnya. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama saja masih bisa mengingat dengan baik memori masa kecilnya terkait tukang sate asal Madura. Ini belum lagi ditambah dengan penjual bubur kacang hijau yang biasa ditemui hampir seluruh wilayah Indonesia. Lagi-lagi ini berhubungan dengan tradisi merantau yang mereka punya.

[nextpage title=”3. Sunda”]

3. Sunda

Beberapa orang Sunda dikenal sebagai pedagang yang ulet. Salah satunya suku Sunda yang berasal dari Tasikmalaya. Bahkan, tidak hanya berdagang barang, tapi hingga bisnis jasa simpan-pinjang yang keliling dari kampung ke kampung. Meskipun sebagian ada persoalan terkait legalitasnya dan hukumnya dalam tinjauan agama, tapi ini menjadi bukti keuletan suku Sunda berdagang.

Bila itu belum cukup jadi bukti, maka datanglah ke Pasar Mayestik Jakarta. Anda akan temui hampir separuhnya mungkin orang Sunda. Atau, industri kuliner Nusantra yang sebagian besarnya dikuasai oleh orang Sunda. Ini juga menjadi bukti bahwa berdagang bukan soal dari suku apa, tapi dari jaringan yang memudahkan dan saling menopang satu sama lain dalam berdagang.

Baca juga:  Begini Lho Model Kekhilafahan pada Era Khulafa Rasyidin

[nextpage title=”4. Jawa”]

4. Jawa

Orang Solo dan Pekalongan yang masing-masing punya keunggulan dalam industri batik, tak bisa dibantah sebagai suku yang jago berdagang. Dari tangan-tangan lembut mereka, batik dikenal hingga mancanegara. Industri batik juga sudah turun-temurun dari generasi ke generasi. Pasar Klewer di Solo dan Pasar Setono di Pekalongan menjadi bukti bahwa mereka adalah orang-orang yang tangguh dalam berdagang.

Khusus terkait orang Solo, selain batik, mereka juga banyak yang berhasil berbisnis di sektor kuliner. Bukti paling mudah adalah banyaknya kuliner khas Solo yang bisa ditemui dengan mudah di berbagai daerah di Indonesia.

Sebetulnya selain Solo dan Pekalongan, masa banyak lagi orang Jawa yang jago berdagang. Sebagai contoh orang Tegal yang sukses dengan jaringan warung tegalnya (warteg), orang Madiun dengan pecel madiunnya, orang Ponorogo dengan sate ponorogonya, orang Probolinggo dengan mangga dan anggurnya, orang Lasem dengan batik tulisnya, orang Jepara dengan ukiran dan songket trosonya, dan masih banyak lagi lainnya.

[nextpage title=”5. Batak”]

5. Batak

Soal bisnis transportasi dan travel, orang Batak mungkin menjadi rajanya. Beberapa perusahaan bis dan travel, dikuasai orang Batak. Bahkan, beberapa kali orang Batak menjadi ketua organisasi angkutan darat (Organda). Ini menjadi bukti bahwa mereka dianggap sebagai orang-orang yang sukses dalam mengembangkan bisnis dalam sektor ini. Bahkan, sektor penopangnya seperti tambal ban dan perangkat pendukungnya, juga dikuasai oleh orang-orang dari suku ini.

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

2 thoughts on “Bongkar Mitos! Yang Pintar Dagang Bukan Cuma Cina, 5 Suku Pribumi Ini Juga Juaranya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *