Siapa Bilang Alumni UIN Cuma Jadi Ustaz, Ini 5 Pengamat Politik Alumni IAIN/UIN

  • 266
  •  
  •  
  •  
    266
    Shares

DatDut.Com – Prof. Dr. Azyumardi Azra adalah mantan Rektor IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1998-2006) dalam dua periode. Pada masa kepemimpinannya, IAIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta bertransformasi menjadi UIN Syarif Hidayatullah sejak tahun 2002.

Setelah itu, secara berurutan beberapa IAIN bertransformasi menjadi UIN, seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2004), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (2004), UIN Sunan Gunung Jati Bandung (2005).

Sebelum IAIN bertransformasi menjadi UIN, ada kecenderungan masyarakat yang menyatakan bahwa lulusan IAIN hanya bisa jadi ustaz dan ustazah. Hal tersebut dapat dimaklumi karena fakultas-fakultas yang tersedia di setiap IAIN baru fakultas-fakultas agama.

Walaupun demikian, beberapa alumni IAIN dapat menjadi pengamat politik setelah melanjutkan jenjang studi selanjutnya ke universitas dalam negeri maupun luar negeri. Berikut 5 pengamat politik alumni IAIN atau UIN yang sering tampil di televisi atau diwawancara berbagai media cetak nasional.

1. Burhanudin Muhtadi

Burhanudin salah satu pengamat politik alumni IAIN (UIN) Jakarta yang sering tampil di Metro TV dan televisi nasional lainnya. Pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini, memulai kuliah di Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuludin, IAIN Jakarta, pada tahun 1996 dan lulus tahun 2002, seperti dikutip Tokohindonesia.com.

Sejak kuliah, pria berusia 38 tahun ini, produktif menulis dan berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum BEM IAIN Jakarta. Ia melanjutkan S2 di Faculty of Asian Studies dan Politic Science Australian National University (ANU), seperti dikutip Merdeka.com.

2. Gun Gun Heryanto

Gun Gun Heryanto lulus S1 di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan S2 di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, seperti dikutip dari Detik.com.

Baca juga:  Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, Sekolah Laboratorium di Lingkungan Kemenag

Pria kelahiran Cianjur ini, seperti dilaporkan Okezone.com, meraih gelar doktornya di Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. Disertasinya membahas tentang “Konvergensi Simbolik di Komunitas Virtual: Studi pada Ruang Publik Baru dalam Komunikasi Politik di Situs Jejaring Sosial dan Weblog Interaktif Era Pemerintahan SBY-Boediono dalam Kasus Century”.

Pria berusia 39 tahun ini, aktif mengajar di berbagai universitas, seperti Dosen Tetap Komunikasi Politik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN)-Kompas Group, seperti dikutip dari Gungunheryanto.com.

3. Ali Muhanif

Ali Muhanif lulus S1 di IAIN Jakarta dalam kajian Filsafat Islam pada tahun 1990. Pada umumnya, mahasiswa yang konsentrasi dalam bidang filsafat berada di Fakultas Ushuludin. Seperti dikutip dari ppim.uinjkt.ac.id, pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini, melanjutkan program magisternya (1993-1995) di Departement of Religion, Temple University Philadelphia, Amerika Serikat, atas beasiswa Fulbright.

Dia melanjutkan gelar doktornya dalam bidang Ilmu Politik di McGill University yang selesai pada tahun 2011. Pria berusia 50 tahun ini, menulis disertasi dengan judul: “Political Mobilization among Muslims and The Politics of Islamic State In Egypt and Indonesia”. Saat ini, suami Yayah Nasriyah ini, beraktivitas sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial  dan Politik UIN Jakarta dan Peneliti di Pusat Pengembangan Islam dan Masyarakat (PPIM).

Baca juga:  UIN Jakarta Segera Buka Kampus di Singapura

4. Fachry Ali

Fachry Ali merampungkan program studi S1 di Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1977. Merasa tidak puas, pria kelahiran Aceh ini, melanjutkan studi Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di perguruan tinggi yang sama pada tahun 1982.

Pada tahun 1991-1994, pria kelahiran 1954 ini, melanjutkan studi di Southeast Asian History, Departement of History, Monash University, Australia, seperti dikutip dari penerbitkpg.com. Kini, ia aktif sebagai Pengamat Politik di LIPI.

5. Zaki Mubarak

Nama lengkapnya adalah Hidayatullah Zaki Mubarak. Nama Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Jakarta ini, sering diwawancara berbagai media nasional maupun daerah.

Berdasarkan pengamatan, nama Zaki Mubarak sudah menjamur di media nasional, seperti Kompas, Republika, Tempo, dan lain sebagainya sejak tahun 2013. Ia beberapa kali mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah baik pada masa Presiden SBY maupun Jokowi.

ibnu kharish1Penulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    266
    Shares
  • 266
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close