Seandainya Orang Sok Toleran itu Hidup di Zaman Rasulullah

Pin It

 

DatDut.Com – Banyak yang mengatakan bahwa dirinya sudah berpikiran dewasa, selalu menyuarakan jargon Islam Rahmatan Lilalamin. Katanya, mereka membawa Islam yang ramah, santun yang selalu menjaga kedamaian dan keramahan.

Sampai-sampai, karena merasa paling benar sendiri dalam berislam, mereka mengatakan kepada muslim lainnya dengan sebutan radikal, sumbu pendek, belum dewasa, dan ungkapan aneh lainnya.

Jangan-jangan bila mereka hidup di zaman Rasulullah Saw., juga berani mengatakan kata-kata merendahkan tersebut kepada Nabi. Ketika melihat Nabi meminpin Perang Badar, Perang Uhud, atau Perang Khandaq, mereka berani berkata, “Nabi kok memimpin Perang! Nabi kok sukanya Perang! Nabi harusnya mengajarkan kedamaian, seperti kami ini.”

Mendengar Nabi berdoa: “Semoga Allah merobek-robek kerajaanya (Persia),” mereka mungkin akan berkata, “Nabi kok mendoakan jelek! Nabi seharusnya mendoakan yang baik-baik, seperti kami ini.”

Baca juga:  Catatan untuk Bedah Buku dan Debat Terbuka "HTI Gagal Paham Khilafah"

Mendengar bahwa Nabi menghukum potong tangan pada wanita bangsawan yang terbukti mencuri, dan beliau marah ketika ada sebagian yang coba-coba menawar hukuman tersebut. Mereka akan berkata, “Nabi kok keras dan pemarah gitu! Mestinya Nabi itu pemaaf, mengayomi, dan santun, seperti kami ini.”

Melihat Nabi memerintahkan para sahabat untuk merobohkan masjid dhirar (pemecah persatuan umat), mereka akan berkata, “Nabi kok radikal bener! Mestinya Nabi itu lemah lembut seperti kami ini.”

Melihat Rasulullah mengusir orang-orang Yahudi yang mengingkari, mereka akan berkata, “Nabi kok tidak toleran! Nabi kok tidak mengajarkan toleransi! Seharusnya Nabi itu harus sangat toleran, seperti kami ini.”

Siapakah mereka ini? Dialah oknum yang merasa paling bijaksana dan merasa paling benar sejagat raya yang suka mencibir dan mencaci maki sesama muslim.

Baca juga:  Maulid Nabi Haram? Renungi Isi 5 Kitab Maulid yang Populer di Indonesia Ini

Perlu diingat! Sifat Rasulullah Saw. itu tidak hanya lemah lembut, akan tetapi juga sangat keras dan tegas pada kebatilan dan kemungkaran. Bukan hanya mendamaikan, tetapi juga garda terdepan dalam peperangan.

Muslihin, Lc.

Muslihin, Lc.

Alumni Universitas Imam Syafi'i Mukalla Hadramaut Yaman. Anggota Bahtsul Masail PCNU Kab. Grobogan. Alumni Pon Pes Al-Ma'ruf Bandungsari, Pon Pes Al-Maymun Kauman Klambu Grobogan.
Muslihin, Lc.

Post Author: Muslihin, Lc.

Alumni Universitas Imam Syafi'i Mukalla Hadramaut Yaman. Anggota Bahtsul Masail PCNU Kab. Grobogan. Alumni Pon Pes Al-Ma'ruf Bandungsari, Pon Pes Al-Maymun Kauman Klambu Grobogan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *