Seandainya Orang Sok Toleran itu Hidup di Zaman Rasulullah

  • 13
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

 

DatDut.Com – Banyak yang mengatakan bahwa dirinya sudah berpikiran dewasa, selalu menyuarakan jargon Islam Rahmatan Lilalamin. Katanya, mereka membawa Islam yang ramah, santun yang selalu menjaga kedamaian dan keramahan.

Sampai-sampai, karena merasa paling benar sendiri dalam berislam, mereka mengatakan kepada muslim lainnya dengan sebutan radikal, sumbu pendek, belum dewasa, dan ungkapan aneh lainnya.

Jangan-jangan bila mereka hidup di zaman Rasulullah Saw., juga berani mengatakan kata-kata merendahkan tersebut kepada Nabi. Ketika melihat Nabi meminpin Perang Badar, Perang Uhud, atau Perang Khandaq, mereka berani berkata, “Nabi kok memimpin Perang! Nabi kok sukanya Perang! Nabi harusnya mengajarkan kedamaian, seperti kami ini.”

Mendengar Nabi berdoa: “Semoga Allah merobek-robek kerajaanya (Persia),” mereka mungkin akan berkata, “Nabi kok mendoakan jelek! Nabi seharusnya mendoakan yang baik-baik, seperti kami ini.”

Baca juga:  Alhamdulillah, Kehadiran Paham Salafi-Wahabi Membuat Umat Islam Sadar Hal-hal Ini
Muslihin, Lc.

Muslihin, Lc.

Alumni Universitas Imam Syafi'i Mukalla Hadramaut Yaman. Anggota Bahtsul Masail PCNU Kab. Grobogan. Alumni Pon Pes Al-Ma'ruf Bandungsari, Pon Pes Al-Maymun Kauman Klambu Grobogan.
Muslihin, Lc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *