Saat Kiai Ali Mustafa Yaqub Bersafari Ramadan di Kanada

  • 55
  •  
  •  
  •  
    55
    Shares

DatDut.Com – Tahun ini, UIN Jakarta mengutus dua imam, Dasrizal Marah Nainin S.SI. MIS (Dosen Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin) dan Ali Mohammad Al Hudhaibi S.Si. Lc. M.A. (imam Masjid Jami’ Student Centre UIN Jakarta) untuk bertugas sebagai imam tarawih dan salat lima waktu di Sayeda Khadija Centre (SKC) Mississauga Kanada.

Ustad Ali Mohammad Al Hudhaibi atau di akun Facebook menggunakan nama Ali Hudaibi, juga merupakan dosen di International High Institute for Hadith Sciences Darussunnah. Di akun Facebook-nya, ia menuliskan kisah perjalanannya ber-Ramadan di Kanada yang ternyata mendapati jejak napak tilas almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub, yang merupakan pendiri Pesantren Darussunnah dan tokoh hadis Asia Tenggara abad ini. Berikut penuturannya:

Tahun 2008 M/1429 H, Guru kami Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub, MA. (rahmatullah ‘alaih) sebagai Imam Besar Istiqlal saat itu mendapat undangan dari ICMI untuk Safari Ramadhan di 15 kota Amerika dan Kanada, salah satunya adalah di Toronto Kanada. Tempat di mana kami sedang Safari Ramadhan sekarang.

Masya Allah, tidak disangka, ternyata Guru kami dipertemukan dengan Imam Sayeda Khadija Centre Syaikh Imam Dr. Hamid Slimi yang saat itu sebagai Imam Besar Masjid IMO (International Muslim Organization). Kami baru sadar ketika tidak sengaja membuka karya Guru kami yang berjudul Islam di Amerika. Buku yang ditulis atas hasil perjalanan beliau selama safari Ramadhan di Amerika dan Kanada. Dan, Imam Slimi masih sangat mengingat pertemuan itu dengan jelas.

Kami menceritakan bahwa Guru kami telah wafat 50 hari yang lalu dan beliau langsung mendoakannya. Kami menceritakan juga bahwa Guru kami selain seorang Imam Besar di Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara, juga termasuk ulama yang sangat konsen dengan keilmuan Hadis dan Ilmu Hadis di Indonesia.

Beliau adalah Guru Besar di bidang ini. Memiliki Pesantren yang mengkhususkan diri mengkaji Hadis dan Ilmu Hadis. Darus Sunnah namanya. Membangun pesantren selain ingin menjadi khadim Rasulullah Saw., juga berangkat dari minimnya kajian Hadis di Indonesia saat itu ditambah keprihatinan beliau atas menyebarnya hadis-hadis bermasalah di kalangan para dai yang notabenenya belum belajar Hadis dan Ilmu Hadis secara khusus. Dan, imam kembali mendoakan setelah kami bercerita tentang ini.

Imam Slimi adalah asli Maroko. Beliau termasuk min zurriyat (keturunan) Rasulullah Saw. Di Kanada beliau adalah orang besar, memiliki banyak murid dan pengikut. Dikatakan, beliau termasuk di antara 500 orang yang berpengaruh di dunia. Meski nama dan pengaruhnya sangat besar, beliau sangat low profile dengan siapa pun. Beliau tidak segan mencuci piring di depan kami dan mengangkat barang-barang berat. Masya Allah, uswah hasanah, benar-benar teladan yang baik.

Insya Allah bulan Agustus ini beliau akan berkunjung ke Indonesia menjadi dosen tamu di UIN Jakarta. Satu hal yang saya catat dari beliau adalah, “bila Anda ingin tinggal di Kanada anda harus memiliki jiwa dakwah. Rumah saya di Maroko lebih besar daripada rumah saya di Kanada, tapi itu semua dunia, untuk apa?” begitu kata beliau.

Dari sini ada kesamaan paham terkait dakwah dengan Guru kami. Dan, beliau memang sangat aktif dalam berdakwah. Semoga Imam Slimi selalu diberi kesehatan, terus memberi manfaat untuk dunia, khususnya Islam. Semoga Guru kami pun di alam sana merasakan kebahagiaan menyaksikan kami menyambung silaturahim dengan orang yang pernah beliau temui. Lahuma al-Fatihah.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    55
    Shares
  • 55
  •  
  •  
Baca juga:  Ini 5 Fatwa Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub yang Berkearifan Lokal dan Tak Berbau Arab
Close