Punya Masalah dengan Mertua? Ini Solusinya

  • 7
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

DatDut.Com — Biasanya, salah satu ujian paling berat dalam berumah tangga adalah ketika mengalami benturan dari mertua.

Di sini saya ingin mencoba membahas bagaimana seorang istri harus pandai-pandai mengambil keputusan jika mengalami benturan dengan orangtua suaminya.

Misal beberapa waktu lalu seorang teman kebingungan, setelah melahirkan ingin sekali tinggal bersama ibunya.

Selain anak yang dilahirkan merupakan cucu pertama, ia juga lebih merasa nyaman tinggal bersama orangtua untuk sementara waktu. Tinimbang bareng sama mertua.

Bagaimana pun akan lebih enak minta bantuan orangtua sendiri daripada mertua kan? Meski sebenarnya mertua juga orangnya baik banget. Tapi tetap ada rasa segan.

Masa menantu dengan seenaknya tengah malam minta tolong mertua untuk bantuin ngurus anak? Kalau ibu sendiri beda, tanpa minta bantuan biasanya akan bangun dan membantu anaknya mengurus cucu terkasih.

Saya pun sepulang lahiran dari rumah sakit untuk beberapa saat tinggal bersama mertua. Tidak ada cerita tengah malam ada yang bantuin mengurus anak.

Walau sebenarnya mertua saya orangnya memang baik sekali. Begitulah bedanya tinggal bersama orangtua sendiri dan mertua paska melahirkan.

Baca juga:  Dulu Seksi, Sekarang Berhijab Rapi, Justru 5 Artis Ini Tambah Terlihat Cantik Menawan Hati

Lantas, bagaimana keputusan yang diambil oleh teman saya tadi? Sementara mertua pun ingin ia tinggal bersamanya setelah lahiran. Terlebih suami juga menginginkan hal yang sama.

Istri harus nurut apa kata suami. Suami pun juga harus mendahulukan keinginan ibunya daripada istri. Nyesek banget ya?

Dalam keadaan setelah lahiran biasa kondisi seorang istri masih lemah, bawaannya stres.

Suami pun harus mengerti istri, juga orang-orang di sekitarnya. Bagaimana harus memberikan yang terbaik untuk istri dan anak. Atau menantu dan cucu. Jangan tenggelam dalam keegoisannya sendiri.

Jika memang istri menginginkan suatu hal, alangkah lebih baik mengutarakan isi hati kepada suami juga. Meski harus mengatakan ingin lebih dulu tinggal bersama orangtua, baru mertua.

Setidaknya ceritakan uneg-uneg. Jika suami tetap menginginkan hal yang berbeda, mau tidak mau harus nurut dan sabar dulu. Mungkin ada jalan keluar lainnya.

Seperti teman saya, ibunya pun pada akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah besannya untuk beberapa hari.

Setelah ia bercerita pada sang ibu, jika tidak bisa langsung tinggal dengannya. Harus di rumah mertu dulu. Masalah pun terpecahkan.

Baca juga:  Persiapkan Kebutuhan Anak sebelum Lahir secara Bijak

Menjadi istri memang kadang dilema. Inginnya begini, tapi suami mau begitu. Jadi harus mengerti, karena suami juga harus bakti kepada ibunya.

Tapi tidak ada salahnya jika si suami memberi pengertian kepada orangtuanya, apabila menginginkan hal yang sama dengan istri.

Apapun itu, jika terjadi suatu benturan antara menantu dan mertua. Musyawarah adalah jalan terbaik. Daripada terjadi suatu hal yang tidak mengenakkan hati.

Istri bicara kepada suami, suami memberi pengertian pada orangtua. Atau istri yang bicara dengan orangtuanya.

Selalu ada jalan keluar, walau kadangkala salah satu harus rela melakukan hal yang sebenarnya tidak diinginkannya.

Masih mending kan? Punya mertua yang baik. Bagaimana jika sebaliknya? Sedang hidup pun seatap dengan mertua? Tunggu tulisan saya berikutnya ya.

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

One thought on “Punya Masalah dengan Mertua? Ini Solusinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *