Bulan Terbelah dalam Puisi Syarif Hade

  • 11
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

DatDut.Com – Ada satu kata yang selalu ingin dibicarakan orang, tapi tak semua orang sanggup menggambarkannya dalam pahatan kata yang bisa mengungkapkan segenap rasa di jiwa. Itulah kata cinta. Kata ini ada sebagai wujud tertinggi dari kelahiran manusia di muka bumi. Semua pujangga hebat pasti merangkai kata ini sebagai hadiah terindah dalam hidupnya.

Sastrawan Syarif Hade menyuguhkan bait demi bait gejolak jiwanya sebagai pelepas tekanan dan ikatan dari objek yang dicintanya. Puisi yang diberi judul “Bulan Terbelah” sebagai pengakuan nyata atas kekalahannya pada apa yang dicintainya. Selamat menikmati!

 

Percayakah engkau
Malam ini bulan terbelah
Karena ia sakit hati
Keindahannya kalah menawan
Oleh bulat wajahmu yang rupawan

Percayakah engkau
Bintang malam ini
Meredup cahayanya tak seperti biasa
Karena ia kecewa
Aku lebih memilih pancaran cahayamu
Daripada cahayanya yang indah bertebaran

Percayakah engkau
Angin malam ini
Tak semilir menenangkan mata yang ingin terpejam
Karena ia sedih
Aku lebih memilih teduh di pelukmu
Daripada dininabobokan oleh angin yang berhembusan

Komentar

Syarif Hade

Doktor Ilmu Susastra Universitas Indonesia. Pengajar Sastra Islam Nusantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, penulis novel "Mahar Jingga". Telah menghasilkan ratusan puisi tentang Islam, aliran, lingkungan, dan cinta.
Syarif Hade
Baca juga:  Puisi Ini Menyindir Orang yang Merasa Paling Baik dan Paling Benar Sendiri