Protes Keras Netizen soal Kriminalisasi Beras Maknyus dan Ayam Jago

  • 36
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares

DatDut.Com – Penggerebekan gudang beras Maknyus dan Ayam Jago, mengundang perhatian dan keprihatinan netizen. Alasan penggerebekan yang dinilai mengada-ada, membuat netizen geram. Tak sedikit yang menyampaikan protes keras atas tindakan itu.

Salah satu yang menjadi viral adalah postingan Hilmi Firdausi, yang mengasuh Fanpage Kajian Hilmiyah. Aktivis medsos yang mempunyai pengikut sekitar 45 ribu ini, di postingan terbarunya menyampaikan uneg-uneg dan sekaligus protes kerasnya. Ini isinya:

Swear, ini bukan endorse (sahabat & jamaah semua pasti tau seperti apa sikap saya kalau melihat sebuah ketidakadilan), saya hanya tidak suka jika ada produk lokal yang “memuliakan” para petani dituduh macam-macam. Alasannya karena membeli gabah diatas harga sewajarnya. Mau mensejahterakan petani malah dikriminalisasi. Wong edan !!!

Benar kata Mbak Nanik Sudaryati, ini adalah masalah persaingan, dimana siapa dibekingi siapa ?

“Anda tahu berapa beras dibutuhkan utk Jakarta saja ? 3000 Ton per hari . Dari jumlah tersebut hanya 10 persen beras petani, selebihnya yg 90 persen adalah beras impor kwalitas jelek dan beras raskin yg diolah dengan pemutih!!!!”

Baca juga:  Ini 5 Fenomena yang Ngetren Jelang UN, dari yang Syar'i, Unik, hingga Syirik

“Siapa pemain beras terbesar saat ini? Dia juga pemain impor daging terbesar di Indonesia, pokoknya hampir semua komoditas yg menguasai hajat hidup orang banyak dia yg pegang! Dia adalah PEMILIK negeri yg tidak akan pernah tersentuh hukum! Dia yg menentukan siapa yg akan jadi Presiden, Ketua DPR dll. ” (sumber FB Nanik Sudaryati)

Ini, saya tuliskan juga pengakuan salah satu konsumen Beras Maknyuss Mbak Dewi Tanjung ;

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga dan sudut pandang yang khas nan unik.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *