Topik

Protes Keras Netizen soal Kriminalisasi Beras Maknyus dan Ayam Jago

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Penggerebekan gudang beras Maknyus dan Ayam Jago, mengundang perhatian dan keprihatinan netizen. Alasan penggerebekan yang dinilai mengada-ada, membuat netizen geram. Tak sedikit yang menyampaikan protes keras atas tindakan itu.

Salah satu yang menjadi viral adalah postingan Hilmi Firdausi, yang mengasuh Fanpage Kajian Hilmiyah. Aktivis medsos yang mempunyai pengikut sekitar 45 ribu ini, di postingan terbarunya menyampaikan uneg-uneg dan sekaligus protes kerasnya. Ini isinya:

Swear, ini bukan endorse (sahabat & jamaah semua pasti tau seperti apa sikap saya kalau melihat sebuah ketidakadilan), saya hanya tidak suka jika ada produk lokal yang “memuliakan” para petani dituduh macam-macam. Alasannya karena membeli gabah diatas harga sewajarnya. Mau mensejahterakan petani malah dikriminalisasi. Wong edan !!!

Benar kata Mbak Nanik Sudaryati, ini adalah masalah persaingan, dimana siapa dibekingi siapa ?

“Anda tahu berapa beras dibutuhkan utk Jakarta saja ? 3000 Ton per hari . Dari jumlah tersebut hanya 10 persen beras petani, selebihnya yg 90 persen adalah beras impor kwalitas jelek dan beras raskin yg diolah dengan pemutih!!!!”

“Siapa pemain beras terbesar saat ini? Dia juga pemain impor daging terbesar di Indonesia, pokoknya hampir semua komoditas yg menguasai hajat hidup orang banyak dia yg pegang! Dia adalah PEMILIK negeri yg tidak akan pernah tersentuh hukum! Dia yg menentukan siapa yg akan jadi Presiden, Ketua DPR dll. ” (sumber FB Nanik Sudaryati)

Baca juga:  Kalau Membela Islam Disebut Sumbu Pendek, Apa Umar bin Khattab Juga Bersumbu Pendek?!

Ini, saya tuliskan juga pengakuan salah satu konsumen Beras Maknyuss Mbak Dewi Tanjung ;

Beras Maknyuss ini saya beli cuma 60 ribuan untuk 5 kg. Kadang harganya 65 ribuan juga tapi kisaran segituan lah. Berasnya pulen dan wangi dengan harga yg terjangkau walaupun menurut saya kualitasnya premium. Saya beli beras Maknyuss ini untuk keluarga dan staff karena saya pribadi konsumsi beras hitam dicampur beras merah.

Kalo ada info beras ini 20 ribu per kilo, itu beli dimana ya ? Di supermarket setahu saya 85 ribuan makanya saya beli di “warung tetangga” untuk mensupport pebisnis lokal dan UKM. Dan kalo katanya ini beras raskin, tapi rasanya, warnanya kok kayak beras premium jadi dijual harga 60 ribu per 5 kilo wajar aja. Malah gabah beras Maknyuss ini dibeli dari petani dengan harga lebih tinggi dari harga beli gabah pemerintah ya ? Kereeeennn, semoga petani kita cepet kaya. Kalo Maknyuss jualnya lebih tinggi, masalahnya dimana ya ? Selama konsumen merasa value yg didapat lebih tinggi dari harga yg dibayar. Kayak Avanza harganya lebih tinggi dari Xenia padahal katanya komponen dan kualitasnya sama. So what ? Harga kan komponennya banyak ada brand, service, packaging, delivery, channel DLL. Kayak Aqua lebih mahal dari Club. Sama sama jualan air.

Baca juga:  Netizen Geram pada Sony Bunglon, Preman Berjubah yang Gemar Cari Sensasi dengan Mencuri Karya Orang

Lagian kalo emang beras ini jelek dan mahal, mana mau saya beli lagi. Emak emak kekinian always counting belanjaan gitu loohhh 😛

Oh ya ada lagi yg saya suka beras Maknyuss ada expired date, saya pernah beli beras lain harga 44 ribu per 5 kg eh apek 😢.
Luv u Beras Maknyussssss 

Note : Saya bukan kader PKS, tapi saya gerah juga baca berita kenapa musti sebut sebut Pak Anton Komisaris PT. IBU produsen Maknyuss sebagai kader PKS. Apa hubungannya ama beras. Helloooww ???? 2019 masih jauuhhh. Jangan#ndeso 😛 (sumber FB Dewi Tanjung)

Sudahlah…katanya anti hoax dan fitnah, rakyat sudah cerdas, tak usah main tipu-tipu terus. Ga capek apa ?!

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga dan sudut pandang yang khas nan unik.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *