Prodi Tarjamah Cetak Penerjemah dan Interpreter Arab-Indonesia

  • 88
  •  
  •  
  •  
    88
    Shares

DatDut.Com – Kalau bercita-cita jadi penerjemah Presiden atau jadi interpreter di PBB, tak perlu jauh-jauh kuliah di luar negeri.

Di Jakarta, ada kok tempat kuliah yang bisa mewujudkan cita-cita kamu itu. Dan, yang perlu diketahu juga, Prodi ini satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Berdiri sejak tahun 1997, Program Studi (Prodi) Tarjamah berada di bawah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak berdiri, Prodi ini selalu mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Ini setidaknya menandakan bahwa kurikulum, fasilitas, dan sumber daya manusia (SDM) di Prodi ini telah memenuhi standar kualifikasi BAN PT sebagai Prodi berkualitas.

Inilah yang membuat alumni Prodi ini dari awal berdirinya hingga kini telah banyak melahirkan penerjemah, interpreter, penulis, penyunting, wartawan media cetak-elektronik, pengusaha penerbitan, dan sektor lapangan kerja bergengsi lainnya.

Selain itu, lulusan Prodi Tarjamah juga banyak yang menjadi akademisi dan peneliti yang saat ini berkiprah di universitas-universitas ternama baik dalam maupun luar negeri, termasuk lembaga pemerintahan.

Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Prodi Tarjamah menjawab kebutuhan dan tantangan pasar kerja karena kurikulum Prodi ini didesain dengan menyelaraskan teori dan praktik.

IMG-20160113-WA0001

Dengan segala kelebihannya, Prodi ini siap mengantarkan menggapai mimpi tidak hanya sebagai penerjemah atau interpreter, tapi juga sebagai penyunting, penulis, pengelola penerbitan, wartawan, dan bahkan menjadi diplomat sekalipun.

Nah, kalau kamu mau tahu apa saja kelebihan Prodi ini, ini 5 kelebihannya yang bisa jadi alasanmu untuk berkuliah di Prodi ini:

1. Dosen Penerjemah Presiden

Abdul Wadud Kasyful Anwar, M.A. merupakan penerjemahan kepresidenan mulai era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Selain di acara-acara kepresidenan, beliau juga menjadi penerjemah resmi acara-acara keparlementeran dan konferensi-konferensi internasional lainnya, seperti Konferensi Asia Afrika.

Tahukah kamu kalau Pak Wadud–begitu beliau biasa dipanggil-merupakan dosen tetap Prodi Tarjamah, khususnya terkait mata kuliah penerjemahan lisan.

Beliaulah yang akan memoles kemampuan penerjemahan lisan mahasiswa Prodi Tarjamah hingga bisa menjadi penerjemah di forum resmi kenegaraan, konferensi, hingga pemandu pariwisata.

Berkat tangan dingin beliau pulalah, Faisal Abdurrahman, mahasiswa semester 7 Prodi Tarjamah, menjadi intrepreter pada acara Konferensi Internasional Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk Kementerian Ketenagakerjaan 2015 lalu.

Prestasinya itulah yang juga menghantarkan Faisal mendapat Student Achievement Award 2015.

Baca juga:  Ini Pesan Heroik Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada Kuliah Kebangsaan di UIN Jakarta

2. Dosen Pemegang HAKI TOAFL 

Bila untuk ujian kemampuan bahasa Inggris dikenal nama TOEFL (Test of English as a Foreign Language), maka ujian yang sama untuk bahasa Arab dikenal nama TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language).

TOAFL ini dijadikan acuan untuk mengukur kemampuan bahasa Arab khususnya di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dipergunakan di UIN, IAIN, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lainnya.

Saat ini, TOAFL telah terdaftar Hak Atas Kekayaan Intelektualnya (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM. Nah, salah satu penyusunnya, Drs. Ikhwan Azizi, M.A., merupakan dosen Prodi Tarjamah.

3. Mengembangkan Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Android

Selain dosen, Ali–mahasiswa Prodi Tarjamah angkatan 2009 dan lulus tahun 2014–merupakan pembuat Kamus Android Mutarjim yang kini telah didownload lebih dari 100 ribu pengguna Android dan diulas lebih dari 5 ribu orang.

Kamus Mutarjim sendiri merupakan pengembangan dari skripsi yang ditulis oleh Ali. Saat ini langkah Ali ini telah diikuti oleh adik-adik kelas yang sedang menyiapkan pembuatan dan peluncuran kamus-kamus android lainnya.

Saat ini Prodi Tarjamah juga berhasil mengembangkan aplikasi UKOPAI (Uji Kompetensi Penerjemah Arab-Indonesia) berbasis Android. Aplikasi ini diharapkan dapat jadi alat ukur baru dalam menguji kompetensi seseorang sebagai penerjemah.

Prodi ini juga tengah mengembangkan aplikasi pengajaran bahasa Arab untuk anak usia dini berbasis Android.

Berbagai aplikasi lain pun tengah disiapkan oleh dosen dan mahasiswa Prodi ini, sekaligus membuktikan bahwa Prodi ini menjawab tuntutan zaman dalam pengembangan pengajaran bahasa Arab.

4. Dosen Praktisi Penerjemahan Lisan dan Tulisan

Beberapa dosen Prodi Tarjamah merupakan praktisi penerjemahan baik lisan maupun tulisan. Prof. Dr. A. Satori Ismail yang juga ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan dosen tetap Tarjamah. Beliau menulis beberapa karya terjemahan.

Selain Prof. Satori, dosen lainnya, Dr. Moch. Syarif Hidayatullah yang kini merupakan Ketua Prodi Tarjamah juga merupakan penerjemah, penyunting, dan penulis lebih dari 100 buku.

Ada beberapa dosen lainnya yang juga merupakan praktisi dunia penerjemahan, seperti Drs. Saifullah Kamalie, Lc., M.Hum, Ph.D., yang selain penerjemah tersumpah, juga penerjemah beberapa buku dan interpreter pada acara-acara konferensi, juga praktisi ICT Penerjemahan.

Muhammad Zacky Mubarok, M.A. juga praktisi penerjemahan juga penulis dan penyunting puluhan ensiklopedia.

Baca juga:  UIN Jakarta Ranking 6 Sitasi Nasional Google Scholar dan Rangking 1 Webometrics PTKIN

Teladan inilah yang membuat banyak mahasiswa yang saat ini masih aktif kuliah, sudah menghasilkan karya-karya terjemahan dan buku-buku kebahasaan.

Sebut misalnya Aa Maulana (semester 9) yang menerjemahkan Juz Amma, Hasin Abdullah (semester 5) yang menerjemahkan buku Dialog dengan Iblis, dan Murojab Nugraha (semester 5) yang menulis buku Kamus Bahasa Turki. 

Apa yang dihasilkan mahasiswa ini sepertinya buah dari teladan yang diperlihatkan para dosen juga alumni yang saat mahasiswa telah juga menulis dan menerjemahkan buku dan diterbitkan penerbit bergengsi, seperti Penerbit Hikmah-Mizan (sekarang Noura Books), Penerbir Serambi, dan yang lain.

5. Kurikulumnya Disemangati Jiwa Transpreunership

Selain diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang seperti diharapkan dalam profil lulusan, Prodi Tarjamah juga memasukkan transpreunership sebagai bagian dari hidden curriculum.

Harapannya agar kelak saat lulus mahasiswa bisa mempunyai tidak hanya hard skill tapi juga soft skill yang dapat dimanfaatkannya untuk bekal hidup.

Diharapkan mahasiswa kelak bisa hidup dengan bekal ilmu penerjemahan dan penyuntingan yang dia punya, termasuk pengetahuannya tentang dunia kepernerbitan.

Ini belum lagi ditambah pemahaman terkait ICT Arab dan ICT Penerjemahan yang merupakan salah satu mata kuliah di Prodi ini.

Kegiatan ekstrakurikuler pun diarahkan untuk mendukung hal ini. Mahasiswa diwadahi dalam satu kelompok minat yang membuatnya bisa memiliki ketrampilan tidak hanya akademik, tapi juga keterampilan untuk bertahan hidup di pasar kerja kelak.

Mahasiswa yang berminat di desain grafis diwadahi di klub Digtar (Desain Grafis Tarjamah). Yang berminat di penerjemahan film dapat bergabung di Coffee Tar (Community of Arabic Film Translators).

Peminat dunia tulis-menulis dapat bergabung di Gutar (Guratan Tarjamah). Yang punya hobi kaligrafi dapat bergabung di Saktar (Sanggar Kaligrafi Tarjamah). Dan, yang hobi tari-menari sekalipun, diwadahi dalam klub Sattar (Sanggar Tari Tarjamah).

 

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    88
    Shares
  • 88
  •  
  •