Pindah Jurusan Lebih Ribet daripada Pindah ke Lain Hati

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Semester genap telah berakhir dan semester ganjil akan segera tiba. Suasana kampus segera dihinggapi wajah-wajah maba (mahasiswa baru) yang polos nan unyu dengan ciri khas babi face-nya. Eh salah, baby face maksud saya. Mon maap.

Sementara para kating (kakak tingkat) yang terkenal mahasiswa idealis tengah sibuk melanjutkan mimpi.

Iya, melanjutkan mimpinya di pojok-pojok kos-kosan sambil meringkuk menenteng layar segi empat ajaib. Yang sesekali berbunyi “an enemy has been slined”.

Karena bagi mereka, ketika malam telah berganti pagi itu artinya hanya ada dua pilihan. Melanjutkan mimpi atau mewujudkan mimpi.

Dua spesies ini memang paradoks, tapi setidaknya mereka lebih beruntung karena sama-sama disatukan oleh “mimpi” daripada sebagian orang di luar sana yang untuk bermimpi saja tak pernah punya nyali.

Tak diketahui apa sebabnya yang pasti jika bermimpi menjadi dokter, polisi atau tentara seakan semesta bersiap memusuhinya.

Sepertinya hanya mimpi basah yang setia menemani malam-malam mereka yang dingin. Sudah dingin, harus mandi janabah pula, kan kampret?

Oke kembali ke kating anyaran yang baru saja melepas gelar maba tadi. Biasanya kuliah di semester 3 adalah masa rawan kecelakaan (jangan ngeres, bukan hamil di luar nikah lho!).

Apalagi bagi yang pernah punya cita-cita pindah jurusan sebelumnya tetapi tak terlampiaskan hasratnya.

Baca juga:  UIN Jakarta Tempati Universitas Terbaik di Indonesia

Akhirnya jadi madesu (masa depan suram) sehingga kehidupan kampusnya terlihat seperti makhluk yang “hidup segan, mati tak mau” mirip seperti hape ngehang.

Bro, pindah jurusan belum tentu bisa menyelesaikan semua problem dan merealisasikan segala unek-unek selama ini lho.

Kalau boleh cerita, saya ini korban pindahan mas, walau bukan pindah jurusan. Minimal pernah mengalami pindah-pindah pondok.

Dan sebagian besar yang pindah-pindah itu mendapat penyesalan di akhir. Iyalah di akhir, kalau di awal pendaftaran namanya! Haha. krik ya? Anggap saja lucu.

Alasan orang pindah jurusan pasti beragam dan kompleks. Tetapi pada umumnya hanya dua hal. Merasa salah jurusan atau tidak puas dengan sistem yang ada.

Keduanya adalah problem yang timbul dari dirinya pribadi. Dan selagi dia belum berdamai dengan dirinya maka berapa kali pun dia berpindah-pindah tak akan terpuaskan.

Maka sebelum memutuskan pindah jurusan kita perlu menimbang akibat dari pilihan yang kita lakukan.

Yang paling super penting adalah restu orang tua. Izin dari mereka sangat krusial karena bukan sebatas urusan finansial tapi juga doa restunya yang menentukan kesuksesan anaknya.

Seandainya mendapatkan restu pun apa kita tega menambahkan beban kepada mereka dengan pindah jurusan?

Dengan pindah jurusan tentu menjadi lulus lebih lama dibandingkan teman-teman seangkatan karena harus mengulang dari awal.

Baca juga:  Ini Dia 5 Profesor Termuda Asal Indonesia

Tentunya hal itu sangat tidak enak. Belum lagi kalau acara reunian selalu ditanya kapan lulus? Yakin mau pindah jurusan?

Dan yang paling horor adalah molor nikah. Setelah pindah jurusan, ngulang dari awal terlambat lulus dan sudah dipastikan terlambat nikah.

Nggak asik kan teman-teman sudah bawa gandengan kalau pergi kemana-mana. Masa kalah sama truk tanah, truk tanah aja gandengan masa kamu nggak?

Pokoknya pindah jurusan itu ribet, lebih ribet daripada pindah ke lain hati (move on).

Tapi bagi yang sudah bertekad bulat buat pindah ya apa boleh buat? Yang penting jangan pindah agama lho ya.

Terakhir mengutip quote kolaborasi Arab jawa “hubbul intiqal min ‘alamatil konyol”. Tidak perlu saya artikan ya. Monggo dibuka Google translate nya.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam

One thought on “Pindah Jurusan Lebih Ribet daripada Pindah ke Lain Hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close