Persiapkan Kebutuhan Anak sebelum Lahir secara Bijak

  • 10
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

DatDut.Com – Dalam menyambut kelahiran anak, salah satu momen yang paling menyenangkan dan disukai oleh perempuan adalah belanja.

Belanja memang menghibur sekali bagi ibu hamil. Jika belum dilakukan, bawaannya ingin sesegera mungkin mempersiapkan semuanya. Seperti tidak sabaran.

Beberapa minggu lalu seorang teman bertanya, “Kebutuhan bayi baru lahir apa saja sih?.” Karena kini usia kehamilannya sudah mulai menginjak delapan bulan.

Dari pertanyaan ini saya kembali teringat, kurang lebih delapan bulan lalu juga mempersiapkan kebutuhan anak saya yang akan lahir.

Ketika belanja kebutuhan anak, mayoritas perempuan suka tergoda jika ada yang menarik hatinya. Apalagi seperti pakaian. Entah karena lucu, warnanya yang cantik, mumpung ada uang atau dengan alasan lain.

Perempuan rentan sekali terhinoptis untuk membeli, tahu-tahu sudah dibawa pulang. Apalagi saat ini jamannya kita dimanjakan dengan belanja online, free ongkir tinggal transfer atau bayar di tempat sudah ada yang mengantar. Tanpa harus keluar rumah.

Dari pengalaman saya, sayang sekali jika membeli kebutuhan anak dengan berlebihan. Kecuali perlengkapan mandi seperti bedak, sampo, sabun, minyak telon, dan lain-lain. Ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga:  Dulu Seksi, Sekarang Berhijab Rapi, Justru 5 Artis Ini Tambah Terlihat Cantik Menawan Hati

Sedangkan seperti pakaian, celana, sarung tangan dan kaki atau kebutuhan lainnya yang berasal dari kain (kecuali handuk). Hanya dengan hitungan bulan sudah harus membeli ukuran yang berbeda, tidak muat lagi.

Membelanjakan uang dengan bijak memang tidak mudah. Tapi sudah seharusnya seorang ibu atau istri lebih bijak membelanjakan uang.

Kebutuhan bayi yang akan lahir tidak hanya berbentuk sandang, ada kebutuhan-kebutuhan lainnya yang juga membutuhkan tidak sedikit uang.

Ketika melahirkan, misalnya. Pasti kita juga perlu merogoh kocek. Mungkin akan berbeda jika dana melahirkan ditanggung oleh jaminan kesehatan.

Namun, bagaimana pun dana-dana darurat juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebab, tidak semua orang dari awal menikah sudah punya banyak investasi. Atau katakanlah kaya.

Pasangan suami istri yang kondisi keuangannya menengah ke bawah harus berhati-hati dalam mengeluarkan uang, tidak menghambur-hamburkannya. Lebih baik berhemat daripada berhutang sana sini.

Sebelum membeli semua kebutuhan anak saya, ibu mertua juga telah mengingatkan. Beli seperlunya, karena namanya bayi tidak terasa pertumbuhannya akan begitu cepat. Apalagi setelah lahir, ternyata banyak kado-kado berdatangan. Meski tidak mengharap, kemungkinan ada yang memberinya.

Baca juga:  Terkait Kesehatan, Ini 5 Fakta Unik Kerokan

Daripada uang habis hanya untuk berbelanja, alangkah baiknya jika disimpan. Supaya jika sewaktu-waktu membutuhkan dana untuk kebutuhan lainnya ada uang. Lagipula, kebutuhan bayi dapat dibeli secara berkala atau bertahap, menyesuaikan umurnya dari waktu ke waktu.

Dengan begini semua menjadi ringan, tidak terbebani. Kebutuhan anak terpenuhi, cukup, tidak kurang dan punya tabungan.

Ibu saya pernah mengatakan satu hal ketika saya menawarkan baju kepadanya di sebuah bazar. Apa katanya? “Untuk apa kita menimbun kain di rumah, sedang sebagian diantaranya tidak digunakan.”

Kemudian nasihat itu saya terapkan untuk memenuhi kebutuhan anak sampai saat ini.

 

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

  •  
    10
    Shares
  • 10
  •  
  •  

2 thoughts on “Persiapkan Kebutuhan Anak sebelum Lahir secara Bijak

  1. Ping-balik: winda | BLOGBOOK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *