Pernahkah Nabi Tersesat?

  • 21
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares

DatDut.Com – Pertanyaan pada judul artikel ini menanggapi video yang beredar dari seorang yang “diustazkan”, yang menyebut bahwa Nabi Muhammad Saw pernah tersesat.

Suatu pernyataan yang agak aneh. Apalagi bila pendapat itu diklaimnya berdasarkan QS Adh-Dhuha 7. Pemahamannya terkait ayat itu perlu diluruskan.

Sayangnya, dia sudah keburu diustazkan dan “berfatwa” hanya gara-gara kerap bicara soal Islam, padahal wawasannya sepertinya belum memadai untuk berfatwa.

Seperti pada kasus sebelumnya terkait ustaz gaul atau ustaz hijrah, permasalahan serius dalam hal ini juga terkait soal diksi dalam membicarakan Nabi.

Yang terparah tentu saja terkait dengan adab pada Nabi. Bagaimana dia dengan Pede-nya membincangkan Nabi tanpa didasari atas ilmu yang memadai, di samping adab yang tidak dijungjung tinggi.

Terkait QS Adh-Dhuha 7, dari video juga terlihat jelas bahwa dia hanya mengandalkan wawasannya soal ayat tersebut dari terjemahan.

Baca juga:  Menunggu Sikap HTI di Pilkada DKI! Tirulah Ketegasan Pesantren-pesantren Ini

Padahal, terjemahan itu umumnya hanya dipakai untuk mengetahui arti instan dari suatu ayat, bukan untuk mendapatkan pemahaman, apalagi berfatwa.

Yang nekad berfatwa dari terjemahan, pasti akan bermasalah fatwanya. Karena dia tidak pas menggunakan perangkat untuk menunjang fatwanya.

Di Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi juga tafsir-tafsir yang lain tampak sekali ulama-ulama tafsir kenamaan itu sangat hati-hati menjelaskan ayat ini.

Tak ada satu pun yang menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Nabi pernah tersesat (akidah atau moralnya). Semua ulama memaknai ayat itu dalam sudut pandang positif.

Saking hati-hatinya, Ibnu Katsir terkait ayat itu menjelaskan Nabi di waktu kecil pernah tersesat di jalanan gunung-gunung Mekah lalu ditunjukkan jalan pulang.

Menurut Al-Qurthubi, ayat itu justru menjelaskan bahwa berkat dan wasilah Nabi Muhammad-lah, Allah SWT memberi hidayah pada orang-orang kafir.

Intinya, para ulama tidak ada yang menjelaskan bahwa ayat itu menjadi dalil bahwa Nabi pernah tersesat. 

Baca juga:  5 Kata Bermakna Kepala Negara dalam Islam

Salah satu yang harus diyakini dalam akidah Islam bahwa seorang nabi, apalagi Nabi Muhammad, maksum (terjaga dari dosa). Peristiwa dibelahnya dada beliau, menandai penyucian jiwa beliau.

Nah, ini baru naik daun di YouTube dan belum jelas standar keilmuannya, main hantam saja makna ayat itu hanya berdasarkan terjemahan, tanpa membuka tafsir.

Semoga kita semakin hati-hati memahami apalagi memahamkan makna dari ayat Alquran. Wallahu a’lam.

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah
  •  
    21
    Shares
  • 21
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *