Perhatikan 5 Hal Ini Bila Nama Anda Berasal dari Bahasa Arab

  • 11
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

DatDut.Com – Soal nama selalu menjadi sesuatu yang unik untuk dibincangkan. Beberapa waktu lalu di media sosial ramai dibicarakan nama-nama unik orang seantero Indonesia.

Mulai dari orang yang punya nama Tuhan, Selamat Tinggal, Satria Baja Hitam, Andi Go To School, Selamet Dunia AkhiratAnti Dandruf, D, N, hingga nama Saiton. 

Nah, hal unik lain soal nama terkait nama Arab. Agar terkesan islami, banyak orangtua memberi nama anaknya dengan nama Arab.

Mereka kadang tidak peduli lagi artinya sudah tepat apa belum dan lazim atau tidak. Salah satunya terkait penggunaan yang salah kaprah terkait ta’ marbuthah. Huruf ini biasa ditransliterasi menjadi -h dalam nama-nama orang Indonesia.

Meskipun kecenderungan belakangan menghilangkan akhiran -h. Berikut ini 5 salah kaprah terkait nama Arab orang Indonesia:

1. Humayrah, Humairoh, Humairah dll.

Fungsi akhiran -h di sini tidak jelas. Bila ini mengacu pada julukan populer yang diacu pada Aisyah (meskipun kualitas hadisnya bermasalah, karena kata “humayra” itu berkonotasi negatif.

Orang Syiah juga sering mengolok-olok hal ini), maka mestinya ditransliterasikan dengan “Humayra”, “Humayra'”, “Humaira”, “Humairo”, karena tidak ada ta’ marbuthah pada penulisan nama ini dalam bahasa Arab.

Baca juga:  Banyak Orang Tertipu Ikut Aliran Sesat karena Ketidaktahuan, Kerakusan, dan Pelarian

2. Thalhah, Tholhah, Talhah dll.

Nama ini sering kali dianggap muannats karena ada akhiran -h, padahal di Arab nama itu untuk kaum lelaki dan fungsi ta’ marbuthah di kata itu juga bukan lit-ta’nits (penanda feminin).

3. Maysarah, Maisaroh, Maysaroh, Mayzaroh dll.

Kata ini termasuk yang sering dianggap muannats karena ada akhiran -h, padahal di Arab nama itu seperti kata thalhah diperuntukkan bagi kaum lelaki dan fungsi ta’ marbuthah di kata itu juga bukan lit-ta’nits.

4. Khalifah, Kholifah, dll.

Kata ini dianggap muannats karena ada akhiran -h, padahal di Arab nama itu untuk kaum lelaki dan fungsi ta’ marbuthah di kata itu juga bukan li-ta’nits tapi lil-mubalaghah yang berfungsi sebagai bentuk penyangatan, seperti kata ‘allamah yang berarti ‘sangat pandai’.

5. Nama Arab Berkonotasi Negatif

Selain soal akhiran -h, salah kaprah lain terkait nama bisa ditemukan pada nama Arab yang berkonotasi negatif, meskipun kata itu diambil dari Alquran.

Sebagai contoh nama Khasirun atau Khosirun yang berarti ‘orang yang merugi’, tentu bukan nama yang baik. Ini karena nama itu adalah doa, bukan hanya sebagai penanda saja.

Baca juga:  Menunggu Sikap HTI di Pilkada DKI! Tirulah Ketegasan Pesantren-pesantren Ini

Nama Saiton juga terambil dari bahasa Arab. Kata ini juga ada dalam Alquran. Namun, artinya sangat negatif, karena bermakna ‘setan’.

Nama lain yang juga sempat menjadi bahasan para dosen bahasa Arab adalah Zurni Laila (kunjungi aku malam-malam). Di Arab sana nama itu berkonotasi negatif karena biasa dikatakan sebagai bagian dari rayuan wanita-wanita nakal.

Lalu, bagaimana dengan yang terlanjur sudah punya nama seperti di atas? Bagi yang punya nama seperti disebutkan di atas, mungkin tidak usah repot-repot ganti nama, ya.

Urusan administrasi kependudukan kan juga ribet. Apalagi ada ungkapan Arab: “shahib al-ismi ahaqq bi-ismihi” (pemilik nama paling berhak atas namanya sendiri). Meskipun Nabi Muhammad Saw. mengajarkan agar kita mengganti nama-nama yang berkonotasi negatif atau bermakna salah.

 

 

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *