Eep: Pendukung Ahok Jangan Cengeng setelah Kalah!

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Di media sosial beredar luas tulisan yang sangat bagus tentang kelakuan pendukung Ahok yang selalu menyalahkan isu agama atas kekalahan Ahok. Padahal dalam kontestasi politik, isu apa pun selalu sah dimainkan. Tinggal bagaimana kreativitas para pemainnya dalam mengangkat dan meredupkan jagoannya.

Tulisan ini disebut-sebut mula-mula beredar di grup Whatsapp. Dari informasi yang beredar di media sosial, tulisan ini dinisbatkan kepada Eep dan ditujukan kepada Rizki. Entah Eep siapa yang dimaksud. Apakah Eep Saifullah Fatah atau Eep yang lain. Terlepas dari itu, tulisan ini sangat bagus dalam menjawab sikap kekanak-kanakan para pendukung Ahok dalam menerima kekalahan. Berikut tulisan yang beredar itu:

Rizki yang baik,

Saya ajak dan ingatkan Anda untuk gak cengeng soal isu agama ini. Saya sendiri mulai muak dengan banyak pendukung Ahok terus berkutat soal ini.

Begini cara kita melihat isu agama itu secara tak cengeng.

Jika dalam kontestasi berhadap-hadapan kandidat lelaki vs perempuan maka isu gender naik ke atas permukaan; kandidat dari suku tertentu vs dari suku yang lain, isu kesukuan mencuat ke atas; kandidatnya beda agama maka isu agama mencuat. Ini sangat biasa dalam semua kontestasi di seluruh dunia. Kita sebut ini sebagai isu kontestasi antar-golongan.

Isu itu menjadi lebih intens jika isu kontestasinya berubah menjadi kontestasi mayoritas vs minoritas. Sentimen mayoritas gampang tersulut dan kalangan minoritas yang terdesak harus “kreatif” untuk bisa memenangkan kontestasi itu. Apakah ini persoalan khas Indonesia?

Bukan! Saat John F Kennedy berhadapan dengan Nixon dan memenangkan Pilpres AS (1960), Kennedy harus kreatif karena dia minoritas Katolik yang harus melawan Nixon yang mayoritas Protestan. Sama sekali gak mudah buat Kennedy untuk sampe ke Gedung Putih. (Bahkan sampe saat saya di Columbus, Ohio dulu, masih ada orang Katolik Amerika percaya bahwa Kennedy ditembak mati karena dia berasal dari agama minoritas).

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga dan sudut pandang yang khas nan unik.
Redaksi
Baca juga:  Provokator Medsos, Pemuja Penista, dan Pengujar Kebencian Itu Bernama Denny Siregar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *