Pelawak Rentan Terjerat Narkoba, Benarkah?

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Begitulah pepatah memberi petuah. Apa jadinya kalau bukan cuma setitik, tetapi sampai lima titik nila?

Tertangkapnya Nunung seakan menggenapi titik nila yang kelima dari deretan pemain srimulat yang terjerat kasus narkoba.

Setelah Doyok, Gogon, Polo, dan Tessy kemudian terakhir Nunung. Mudah-mudahan ini yang terakhir dari grup Srimulat yang terlibat kasus barang haram tersebut.

Wajar saja jika ada orang yang bilang “Srimulat sarang narkoba”, itu sudah hukum alam dunia perjulidan, namanya juga netizen kalau nggak julid ya nggak rame.

Gerah dengan nyinyiran netizen, Tarzan Srimulat sempat berkomentar, “Wah ini bisa dipolisikan.” Dengan ekspresi Sedikit mengancam, meski cuma dengan nada bercanda.

Bagi anggota Srimulat yang satu ini menggeneralisasi dengan mengatakan bahwa pelawak pasti dekat dengan narkoba itu sangat menyakitkan.

Dia membuktikan walaupun termasuk anggota Srimulat tapi dirinya bersih dari kasus seperti yang menimpa kawan-kawanya.

Jadi tidak ada korelasi antara profesi pelawak dan narkoba. Kalau mau memaksa cari penyebab, ya karena mereka punya uang dan ada yang menjual. Sudah itu saja.

Kalau sekelas pelawak Srimulat pakainya narkoba ya pentes saja. Masa mau mabuk komix sama ngisap lem aibon kaya anak punk jalanan. Kan jadi ga lucu toh?.

Ada juga yang berspekulasi bahwa pelawak itu meski pekerjaannya menghibur orang lain, tapi jiwanya kering tidak bahagia. Makanya mereka mencari pelarian dengan narkoba.

Baca juga:  Ini 5 Hal Terkait Hari Guru Nasional yang Harus Kamu Tahu

Saya kira itu tidak terbukti. Lihat saja pengakuan Nunung kenapa mengonsumsi sabu. Alasanya semata-mata untuk menambah stamina biar kuat kerja.

“Saya itu sibuk sekali. Siang-malam harus bekerja. Sebenarnya tubuh saya ini sudah nggak kuat, tapi saya paksa demi keluarga,” katanya sambil terisak-isak.

Beda lagi dengan Polo yang pernah dua kali masuk penjara gara-gara kasus yang sama. “Awalnya saya cuma ikut-ikutan saja. Puji tuhan setelah masuk penjara ternyata semakin pintar,” ujarnya sambil tertawa.

Pengalamannya masuk penjara ternyata tak membuat jera. Sebab penjara tidak memberi solusi, tetapi justru memberi inspirasi untuk mengulangi.

Cerita-cerita tentang narapidana yang dugem dan judi di sel tahanan. Ada juga yang mengendalikan bisnis narkoba dari penjara.

Dan yang paling keren ada napi yang bisa memproduksi narkoba di sel tahanan. Kisah seperti ini masih mewarnai jeruji besi negeri ini.

Belum lagi kisah bandar seperti Freddy Budiman yang menyuap BNN 450 M dan seorang jendral 90 M untuk melancarkan bisnis haramnya.

Baca juga:  Masihkah Buku Menjadi Jendela Dunia?

Meski telah dieksekusi 2016 lalu, bisa jadi kasus serupa yang sama masih ada yang belum terungkap.

Mbak Nunung dan kawan-kawan hanya korban. Selayaknya korban harus direhabilitasi bukan cuma diadili, dimotivasi bukan diintimidasi.

Jadi kalau akhir-akhir ini banyak pelawak yang terjerat narkoba, sebenarnya hanya isyarat alam yang perlu dimaknai.

Alam cuma mau bilang begini:

“Wahai bapak ibu petugas yang terkait, tolong lebih serius menangani masalah narkoba. Jangan cuma melawak dalam mengurus bandar-bandar narkoba itu, apalagi kongkalikong dengan mereka.”

Karena selama bandar itu masih ada, maka pecandu narkoba tak akan pernah jera.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close