Patah Hati Tanpa Jatuh Cinta ala Didi Kempot

  • 16
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares

DatDut.Com- Sebagai penikmat anyaran lagu Didi Kempot, saya sebetulnya tidak terlalu banyak hafal lagu-lagunya kecuali beberapa lirik lagu saja yang viral akhir-akhir ini.

Tetapi yang tidak bisa dipungkiri adalah ternyata lagu-lagunya sungguh mewakili suasana hati para kempoters (para fans didi kempot) wabilkhusus para sad boy dan sad girl .

Sayangnya (mohon maaf) belum bisa mewakili hati saya sendiri. Lha iya toh, namanya juga jomblo. Jangankan dikhianati doi, punya doi juga enggak. Hiks.

Nah ternyata di situlah letak keunikan lagu-lagu ciptaan maestro campursari ini. Selain lagunya memang melankolis,  liriknya juga mampu menembus relung-relung hati pendengarnya.

Sehingga ketika lagu dinyanyikan menjadi penuh penghayatan dan merasa menjadi tokoh utama dalam alur lirik lagu tersebut. Pokoknya yang lain cuma pemain figuran. Titik!

Makanya tidak heran jika mendengar lagu-lagunya the godfather of broken heart (bapak patah hati) ini yang awalnya sedang biasa-biasa saja tiba-tiba langsung mewek terbawa suasana haru.

Dan hebatnya yang ikut terharu bukan cuma yang paham bahasa jawa saja lho, yang tidak paham juga ikut auto sedih. Bukan karena terbawa lirik lagu, tetapi lebih karena rapaham boso jowo iku lho. Sedih, kan?

Sedangkan mengenai julukan bapak patah hati, saya kira memang cocok banget. Bayangkan saja, dari kurang lebih 600 sampai 800 lagu yang ditulis oleh Om Didi ini, mayoritasnya bercerita tentang  patah hati dengan segala konflik ceritanya.

Baca juga:  Kisah Fathoni, Alumni Universitas Al Azhar Mesir yang Kini Buka Usaha Olahan Susu Sapi

Itulah yang membuat semua orang hari ini merasa “lagu gue banget ini!”.

Kamu tinggal cari saja kira-kira lagu om Didi Cobuzer eh Kempot  yang mana yang sesuai dengan cerita cintamu. Misalnya!

Kalau kamu yang menjalani hubungan LDR an dan bebebmu lama-lama nggak ngasih kabar dan akhirnya hilang tanpa jejak di telan bumi.

Maka lagu yang cocok buat kamu “stasiun balapan” yang menceritakan tentang kisah flashback seorang yang mengantar pasanganya pergi merantau dengan latar Stasiun Balapan di kota Solo.

Doi yang bejanji cuma pergi sebentar nyatanya tak kunjung pulang.

Buat yang susah move on dan masih mengharap dia kembali kayaknya cocok dengan lagu “sewu kutho” yang menceritakan perjuangan seseorang mencari pasanganya yang tak tahu rimbanya.

Sampai-sampai dia menjelajahi ribuan kota demi mengobati kerinduanya. Kayaknya dia nyari sampai luar negeri deh, soalnya kota di Indonesia cuma 416-an kota saja.

Ada juga lagu yang berjudul “layang kangen” kalau ini cocok buat yang masih berhubungan dan galau dilanda rindu, tetapi sayangnya semesta belum mengijinkan mereka bertemu.

Akhirnya cuma bisa kirim whatsapp, mau video call sinyalnya susah. You know lah keadaan di kampung bagaimana?

Nah buat kamu yang diselingkuhi ada lagu yang berjudul “keloro-loro” ceritanya pasangan yang hampir sampai pelaminan, ternyata malah dilamar orang kota.

Karena merasa tak dikasih kepastian, ujung-ujungnya kekasih lamanya dilupakan. Hu hu. Sabar ya bwang, masih banyak yang lain ko!

Yang paling tragis menurut saya adalah “pamer bojo” cerita sepasang suami istri. Istrinya merantau tak kunjung pulang.

Baca juga:  Muhammadiyah Lebih Selektif Beri Gelar Kiai, Ini 5 Tokoh yang Mendapatkannya

Sang suami senantiasa menunggu istrinya. Eh ternyata dia sudah punya suami baru, pantes tak pulang-pulang. Jahat banget kan?

Itu semua baru beberapa sample dari lagu Didi kempot yang bercerita tentang patah hati. Kalau belum ada yang pas dengan cerita cintamu, dipersilahkan cari sendiri.

Masih banyak lagu yang lain dengan beragam kisah patah hati. Sebenarnya masih mau cari lebih banyak sih, tapi terlanjur nggak ada lagu yang belain para jomblo yowes aku mundur! Hiks

Segitu dulu yah sekelumit tentang lagu-lagu the godfather of broken heart yang bernama asli Didi Prasetyo ini. Mengutip kata-kata bijak dari pasukan Bucin, yaitu para sad boy dan sad girl:

“Dari Didi Kempot kita belajar bahwa patah hati tak perlu ditangisi, justru harus dirayakan dengan menyanyi.”

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam
  •  
    16
    Shares
  • 16
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close