Ngaji di Kantor, Perlukah?

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut,Com – Minimnya waktu dan padatnya kerjaan memaksa karyawan untuk menghabiskan waktunya dengan pekerjaan kantor. Bahkan, tak jarang urusan keluarga pun terabaikan.

Jika keluarga saja masih terabaikan sebab pekerjaan kantor, bagaimana dengan hal-hal yang sifatnya ibadah, belajar ilmu agama, misalnya.

Padahal kita tahu kalau mempelajari ilmu agama adalah wajib ain, tapi tuntutan kebutuhan hidup terkadang membuat hal itu tersingkirkan.

Namun saat ini hal itu tidak lagi menjadi sebuah problem. Kini kegiatan ngaji mulai kembali disemarakkan.

Tak hanya di kalangan santri pondok pesantren, tapi pegawai perkantoran pun ikut mengadakan kegiatan yang bernuansa agama ini.

Yang ikut ngaji pun tak hanya dari karyawan, tapi juga direktur serta pimpinan perusahaan.

Memang akhir-akhir ini perusahaan tersadar akan pentingnya kebutuhan spritualitas untuk menjaga dan meningkatkan etos kerja karyawan.

Baca juga:  Ini Terjemahan Qasidah Sa'duna Kesukaan Mbah Moen

Makanya tak heran jika pengajian mulai menjalar meski menyita beberapa menit waktu istirahat. Bahkan, ada perusahaan yang sampai mewajibkan karyawannya untuk ikut pengajian.

Tersitanya waktu istirahat yang umumnya paling lama hanya setengah jam, tak menyurutkan niat karyawan untuk ikut mendengar pengajian.

Sehingga menjadi tantangan bagi penyelenggara pengajian itu sendiri untuk memanfaatkan waktu yang sangat minimal tersebut menjadi seoptimal mungkin.

Mulai dari memilih ustaznya, sampai materi yang disampaikan dibuat seaplikatif mungkin agar dapat dipahami dan direalisasikan oleh karyawan

Abudzar Alghifari, Ketua Forum Silaturahmi Pengajian Kantor Jakarta (Forsimpta) juga menganggap bahwa profesionalisme seorang karyawan sangat dipengaruhi dari dalamnya pemahaman mereka terhadap ilmu agama.

Karyawan yang paham agama akan enggan untuk berbuat curang karena ia sadar bahwa apa yang ia lakukan akan dipertanggung jawabkan di akhirat.

Baca juga:  Ekspedisi Dakwah Darussunnah di Tanah Papua

Banyaknya kasus kuropsi di kalangan elit politk saat ini bisa jadi karena para eksekutif tidak mendapatkan pemahaman agama yang mendalam sewaktu sekolah dulu.

Karenanya menanamkan spritualisme dalam jiwa karyawan sangat penting di tengah padatnya jam kerja.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Latest posts by Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close