Ini Ngabuburit Syar’i dan No Maksiat! Nunggu Buka Puasa dengan Salah Satu dari 5 Kegiatan Ini

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Salah satu acara paling ngetrend di kalangan muslim Indonesia pada bulan Ramadan adalah ngabuburit. Istilah Ngabuburit sendiri berasal dari bahasa Sunda. Dari kata dasar burit yang artinya sore, menjadi ngabuburit (menunggu waktu sore). Ketenaran istilah ngabuburit tak lepas dari peran media yang mempopulerkannya.

Acara menunggu waktu maghrib untuk berbuka puasa seharusnya diisi kegiatan positif. Bukan hal yang mengandung maksiat. Bisa-bisa puasa kita hanya beroleh haus dan lapar sedang pahalanya menguap. Sayangnya banyak kalangan melakukan ngabuburit dengan isi kegiatan yang terkesan sia-sia bahkan menjurus dosa. Ngobrol dan ngrumpi berpotensi menggunjing, bersantai ke taman-taman dan alun-alun juga sering jadi tempat kumpul pasangan lawan jenis. Puasa-puasa malah kencan! Tobat, bro!

Nah, agar lebih bernilai positif dan beroleh pahala tambahan saat puasa, ini 5 bentuk kegiatan yang dapat Anda jadikan kegiatan positif untuk ngabuburit yang berpahala:

[nextpage title=”1. Tadarus Alquran”]

1. Tadarus Alquran

Membaca Alquran bergiliran atau tadarusan termasuk tradisi yang sangat baik. Saat ini yang sering melakukannya justru kalangan anak-anak tingkat TPQ (Taman Pendidikan Alquran). Suara mereka naik-turun terdengar dari pengeras di mushala dan masjid.

Anda yang remaja dan dewasa, apa kegiatannya menjelang magrib? Daripada melakukan hal-hal yang mengancam pahala puasa, mendingan membentuk kelompok teman yang seide untuk mengisi waktu menjelang berbuka dengan tadarusan.

[nextpage title=”2. Ngaji ke Pesantren”]

2. Ngaji ke Pesantren

Baca juga:  Sensasi Ramadan di Tarim Yaman, Salah Satunya Tarawih 100 Rakaat dan Khataman Alquran!

Bagi yang dekat dengan pesantren, tak ada salahnya gabung dengan para santri untuk ikut kegiatan mengaji Ramadan. Pengajian kilatan. Ada juga pesantren yang kegiatan menjelang magribnya diisi dengan sima’an (mendengarkan) pembacaan Alquran oleh kiai.

Nah, kalau Anda rumahnya berdekatan dengan pesantren, luangkan saja waktu untuk mengaji bersama para santri. Suasananya akan beda dan ada kesan religius yang tak terupakan. Untuk para orang tua, bulan Ramadan begini merupakan salah satu momen tepat untuk mengenalkan anak anda dengan dunia santri. Khususnya bila Anda berminat memondokkan anak. Bulan ramadan begini cocok untuk santri baru membetahkan diri di pesantren.

[nextpage title=”3. I’tikaf”]

3. I’tikaf

Daripada keluyuran tanpa tujuan, atau tujuannya berpotensi maksiat, lebih baik mampir saja ke masjid. Anda bisa bersantai, berbaring dan merasakan sensasi loyonya badan sambil menunggu magrib. Masuk masjid jangan lupa niatkan untuk i’tikaf.

Setelah niat beri’tikaf, terserah Anda akan isi dengan kegiatan apa. Bisa membaca Alquran, berzikir, membaca kitab atau buku agama dan sebagainya.

[nextpage title=”4. Membersihkan Masjid”]

4. Membersihkan Masjid

Kalau Anda memilih ngabuburit di masjid dengan i’tikaf, akan lebih bagus lagi kalau mau membantu takmir membersihkan lantai. Menyapu misalnya. Atau mungkin membantu menata dan mempersiapkan menu acara ta’jil. Selain berpahala i’tikaf, Anda juga beroleh pahala membantu sesama muslim. Insyaallah.

[nextpage title=”5. Berjualan Menu Buka Puasa”]

5. Berjualan Menu Buka Puasa

Baca juga:  Nah Ini 5 Jenis Petasan yang Paling Mengganggu dan Berbahaya di Bulan Ramadan

Menjelang magrib, banyak orang mencari menu buka puasa. Dari yang makanan pembuka berupa macam-macam jenis minuman dan makanan hingga makanan berat untuk menu utama. Saat demikianlah menjadi waktu tepat mencari nafkah bagi sebagaian orang.

Peluang meningkatnya pembeli menjadi jalan rejeki tersendiri. Bagi Anda yang ingin mencari nafkah ataupun penghasilan tambahan plus pahala, saat ngabuburit begini bisa Anda gunakan berjualan. Hitung-hitung mencari tambahan bekal untuk berhari raya nanti.

Dalam hal ini, Anda yang berjuang mencari nafkah menjelang magrib bisa berkesempatan meraih pahala lebih banyak. Kok bisa? Iya. Pertama, menunaikan kewajiban menafkahi keluarga. Kedua, melaksanakan ibadah puasa. Dan ketiga, kelebihan dagangan yang tak terjual bisa Anda jadikan sedekah makanan kepada orang, khususnya mereka yang berbuka. Nah, selamat ngabuburit berpahala.

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
Close