Pesan Kiai Ali Mustafa Yaqub untuk Memilih Pemimpin Muslim

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 832

Waktu Baca2 Menit, 4 Detik

DatDut.Com – Terkait fenomena akhir-akhir ini yang membuat suhu nasional memanas, saya jadi teringat pesan almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub saat mengikuti halaqah fajriyah (pengajian pagi) di Pesantren Luhur Darus Sunnah.

Saat itu tertanggal 28 Maret 2016 persis sebulan sebelum beliau dipanggil Allah. Itulah kali terakhir saya bersua dengan beliau yang kebetulan lagi pulang kampung ke Indonesia karena menjalani tes wawancara LPDP.

Beliau menjelaskan bahwa akhir-akhir ini marak beredar opini lebih baik mana muslim yang korup dan non muslim yang bersih. Menurut hematnya perbandingan tersebut tidak tepat. Semestinya yang tepat kalimatnya begini: “Lebih baik mana memilih Muslim yang bersih dan non-Muslim yang bersih?”

Beliau mengangkat topik tersebut kepada mahasantrinya sebab saya menilai ada penggiringan dan pembodohan massa seolah-olah opini tersebut menyatakan, “Pilihlah pemimpin non-Muslim yang bersih dan berani karena itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi korup dan penakut.”

Saya jadi teringat tulisan Cak Nun (Emha Ainun Najib) dalam Belajar Logika 3: “Seperti terjadi dalam mimpi, seseorang menyerbu saya dengan pertanyaan, ‘Pilih mana sapi sakit kurap, atau babi sehat?’ Setengah mengigau saya menjawab, ‘Keduanya bukan pemimpin.’”

Baca juga:  Di Tangan Alumni Al Azhar Kairo Ini, Susu Menjadi Produk yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Di akhir penjelasannya, Pak Kyai Ali menyitir ayat Al-Baqarah 221, “Sesungguhnya budak perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik walaupun dia menarik hatimu.”

Pada ayat itu, seolah Allah mengatakan, “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, budak perempuan yang beriman itu lebih baik dipilih menjadi istrimu daripada perempuan musyrik meskipun menarik hatimu (cantik, supel, manis dll). Di sini Allah menekankan bahwa keimanan di atas segalanya. Keimanan adalah nomor wahid untuk diperhitungkan, diperjuangkan, dan diutamakan dibanding kecantikan.”

Dari ayat di atas seakan-akan Pak Kyai menyatakan bahwa pemimpin beriman yang kotor masih lebih baik daripada pemimpin musyrik yang bersih. Sebab berdasarkan ayat itu, keimanan di atas segalanya, sedangkan kemusyrikan menjerumuskan ke neraka (lihat terusan ayat Al-Baqarah 221).

Sekali lagi bukan berarti Pak Kyai menggiring kita untuk memilih pemimpin Muslim yang kotor, bukan pula menganjurkan memilih non-Muslim yang bersih. Tapi beliau mencari dan menyuruh kami santrinya memilih dan menjadi pemimpin yang muslim, yang bersih, yang berani menumpas kezaliman dan mensejahterakan rakyat.

Baca juga:  Ini 5 Fakta Menarik tentang Pendekar Aswaja, Ustaz Idrus Ramli

Maka redaksi pilihan yang tepat, Anda memilih pilih siapa: “Pemimpin muslim yang bersih atau pemimpin non-Muslim yang bersih?” Atau, Anda memilih makan apa: “Makan sapi sehat atau babi sehat?”

Maka pilihannya yang tepat: Pilih pemimpin muslim yang bersih. Yang sama artinya dengan, makan sapi sehat. Bukan pemimpin yang non-Muslim dan bukan pilih babi karena keduanya diharamkan oleh Al-Maidah 51 dan Al-Maidah 3.

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan
Latest posts by Alvian Iqbal Zahasfan (see all)

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *