Waspadai Fitnah Akhir Zaman, Lakukan 5 Nasihat Habib Luthfi Ini

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Habib Luthfi merupakan tokoh nasionalis yang selalu menyerukan persatuan umat manusia. Beliau merupakan musryid tarekat dan ketua umum di organisasi Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah al-Nahdliyyah (JATMAN). Beliau adalah ulama Pekalongan yang tidak segan bergandeng tangan dengan berbagai agama, suku, dan etnik dalam konteks persatuan NKRI.

Sebagaimana diliris dari laman habibLuthfi.net, beliau memberikan nasihat pada umat muslim agar selamat dari fitnah akhir zaman. Berikut 5 Nasihat Habib Luthfi yang harus dilakukan agar terhindar dari fitnah tersebut:

1. Jangan Tinggal Teladan Ulama Salafus Salihin

Di kehidupan zaman akhir ini, beberapa tanda-tanda kiamat telah tampak di hadapan mata kita, seperti maraknya kemaksiatan, banyak anak yang durhaka pada orang tuanya, dan lain sebagainya, sebagaimana saya paparkan 5 tanda kiamat yang sudah tampak dalam artikel berikut ini.

Dahsyatnya cobaan akhir zaman seharusnya menjadi pecutan bagi kita untuk kembali meneladani akhlak nabi, sahabat, dan ulama salafus salihin. “Sekalipun Anda jatuh miskin, pegang teguhlah teladan salafus salihin bila ingin selamat dan mendapat rida-Nya,” nasihat Habib Luthfi pada para jamaah.

2. Mengedepankan Iman daripada Akal

Allah memang memerintah hamba-Nya untuk selalu menjadi orang yang kritis dan berpikir dalam merespon fenomena masyarakat yang terjadi di sekitar kita. Namun, sekritis apa pun akal kita dalam berpikir, tetaplah akal memiliki keterbatasan.

Baca juga:  Ini 5 Penjelasan tentang Pemimpin Non-Muslim dalam Konteks Indonesia

Hanya iman yang dapat menguatkan akal atas permasalahan-permasalahan yang tidak dapat kita jangkau. Oleh karena itu, Habib Luthfi menegaskan bahwa kita harus berhati-hati menanggapi orang-orang yang mengedepankan akal daripada iman, karena hal tersebut membuat kita rugi dunia akhirat. Selain itu, menurut beliau, akal kita ini tidak dapat menerima semua kebesaran Allah Swt.

3. Ziarah Ulama Saleh

Habib Luthfi menyampaikan nasehat ketiga agar selamat dari fitnah akhir zaman. Nasehat tersebut adalah memperbanyak mengunjungi ulama-ulama saleh, baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat.

Menurut beliau, mengunjungi ulama itu banyak sekali manfaatnya, di antaranya adalah jauh dari musibah, penyakit, dan diberi kelancaran rezeki. Namun, beliau menegaskan mengunjungi ulama jangan karena ada maksud tertentu saja. Ketika maksud tersebut sudah terpenuhi, kita tidak pernah berkunjung lagi ke ulama.

4. Jangan Merasa Benar Sendiri

Yang Maha Tahu dan Maha Benar hanyalah Allah. Namun, penyakit orang zaman akhir ini merasa benar sendiri baik secara individu mau pun organisasi. Tidak jarang, kita temukan saat ini kelompok yang merasa benar sendiri, sehingga kelompok menyalahkan lain.

Kita semua ini sama di mata Tuhan, hanya takwa yang membedakannya. Kita tidak boleh membeda-bedakan satu dengan yang lain atas nama agama, partai, suku, mazhab, dan lain sebagainya. Itu nasihat Habib Luthfi yang keempat.

Baca juga:  Demi Muliakan Alquran, Hindari Tulis Ayat dalam 5 Tempat Ini

5. Jangan Tinggal Membaca Alquran dan Salawat

Saya sudah mengulas terkait tradisi ulama salaf dalam mengkhatamkan Alquran di tautan ini. Ada ulama yang mengkhatamkan Alquran satu hari sekali, dua hari, satu minggu, dan yang paling lama dua bulan sekali. Selain itu, kita juga harus memperkuat bacaan Alquran itu dengan bacaan salawat.

Membaca salawat sangat mudah, cukup membaca Shallallah ‘ala Muhammad juga sudah termasuk dalam membacanya. Mudah, bukan? Selain itu, tentu kita harus mengamalkan isi Alquran.

Patuh pada guru, syaikh, mursyid, dan kedua orang tua merupakan kewajiban bagi kita untuk mengamalkannya. Itulah lima nasihat yang Habib Luthfi wanti-wanti pada para jamaahnya. Semoga kita diberikan kemudahan dalam mengamalkan nasihat-nasihat tersebut.

harisPenulis : Ibnu Harish, Peneliti Pusat Penerjemahan Alquran dan Hadis (PPQH)

Fb : Ibnu Harish

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close