“Nadzam Irsyad al-Ikhwan”, Kitab Pembelaan Hukum bagi Rokok dan Kopi

  • 132
  •  
  •  
  •  
    132
    Shares

DatDut.Com – Rokok dan kopi adalah dua hal yang hampir tak bisa lepas dari kehidupan mayoritas santri dan kiai. Ulama pesantren telah memahami silang sengketa hukum rokok sejak dahulu.

Jadi ketika lembaga semacam MUI mengeluarkan fatwa hukum haram untuk rokok dengan berbagai rinciannya, maka ulama pesantren dan kalangan santri santai saja menanggapi. Bagaimana tidak santai kalau mereka sudah sejak dulu punya panduan dari ulama mumpuni?

Ya, ulama sekaliber Syekh Ihsan Jampes yang terkenal dengan karya monumentalnya, Siraj ath-Thalibin tak diragukan lagi untuk menjadi salah satu pegangan kaum santri dalam menyikapi halal-haramnya rokok.

Itulah yang dibahas tuntas dalam kitab unik karya beliau yang bernama nama Irsyad al-Ikhwan fi Bayani Ahkam Syurb al-Qahwah wa ad-Dukhan (Petunjuk untuk Saudara tentang Penjelasan Hukum Minum Kopi dan Menghisap Rokok).

Kitab tersebut merupakan komentar/syarah atas syair beliau sendiri terhadap kitab matan/induk karya Syekh Ahmad Dahlan Semarang/Syekh Ahmad Dahlan Tremas (Termas 1862-Semarang 1911) dengan nama Tadzkirah al-Ikhwan fi Bayani al-Qahwah wa ad-Dukhan. Unik memang jika pembahasan rokok sudah disertakan dengan “saudara seperjuangannya” ini. Apa saja sisi unik kitab ini? Berikut ulasannya.

Baca juga:  Idhatun Nasyi’in, Kitab Pembakar Semangat Kaum Muda

1. Sejarah Penulisan

Kitab ini lahir dalam rangka menjawab protes dari salah satu kiai terkait perilaku Syekh Ihsan yang memang perokok dan peminum kopi kelas berat. Di sinilah nilai tradisi ilmiah ulama-ulama terdahulu dilestarikan. Ketika berseberangan pendapat, maka lahirlah karya-karya untuk membantah dan mempertahankan pendapatnya secara penuh tanggung jawab.

2. Tidak Banyak Mengutip Ayat Alquran atau Hadis

Karena memang tidak ada dalil dari Alquran maupun hadis yang secara khusus menyebutkan rokok dan kopi, maka kitab ini pun tidak mendasarkan dalil hanya pada Alquran dan hadis. Karena memang pada dasarnya segi bahaya rokok khususnya memang bias dan tergantung pemakai, maka kita pun hingga saat ini melihat berbagai fatwa keharaman rokok juga bias. Demikian pula dalil yang dipaparkan dalam kitab ini.

Terdiri dari 3 bab utama dan satu bagian mukadimah, kitab ini secara tuntas menghadirkan pembelaan terhadap para perokok dan penggemar kopi. Dengan mengetengahkan berbagai pendapat para ulama yang mengharamkan rokok dan kopi dengan berbagai alasan, yang kemudian disusul dengan pendapat yang menghalalkan rokok dan kopi sekaligus sebagai bantahan terhadap kelompok pertama, Syekh Ihsan menjawab protes terhadap kegemarannya merokok dan minum kopi.

Baca juga:  Merasa Lemah Iman dan Terombang-ambing Oleh Fitnah Akhir Zaman? Baca 3 Kitab Ini!

3. Alasan Ulama yang Mengharamkan Rokok dan Kopi

Bahasan tentang bahaya rokok dan kopi sekaligus beberapa ulama yang berpendapat tentang keharamannya diungkap dalam bab kedua. Secara umum para ulama yang mengharamkan rokok dan kopi beralasan bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan.

Rokok juga diyakini dapat memabukkan dan melemahkan tubuh seperti halnya khamr. Selain itu, bau yang ditimbulkan para perokok banyak tidak disenangi sehingga dapat menyakitkan hati seseorang.

Dalam hal ini bau tak sedap akibat rokok dikiaskan dengan bau bawang mentah yang dibenci oleh Rasulullah dalam satu hadis.  Bahaya lain adalah merokok merupakan suatu pemborosan dan cermin sifat berlebihan yang terlarang.

Nasrudin

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *