Musa, Qarun, dan Pelacur Bayaran

  • 17
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

DatDut.Com – Qarun, saudara sepupu Nabi Musa a.s., tekun membaca Taurat sampai bisa hafal isinya. Sayangnya, sikap dan tindakannya bertentangan dengan tuntunan Taurat. Dia membangkang terhadap Nabi Musa a.s.

Qarun merupakan salah seorang karyawan Firaun yang selalu menyakiti Nabi Musa a.s. Dia dekat dengan Nabi Musa a.s. karena masih mempunyai hubungan famili.

Ketika ayat yang mewajibkan membayar zakat turun, dia hendak berkompromi supaya dianggap sudah membayar zakat 1 dirham bagi setiap 1000 dirham dan 1 dinar dari setiap 1000 dinar. Padahal, menurut ketentuan yang berlaku, dia harus membayar seperempat dari jumlah hartanya.

Dia sangat sibuk dengan urusan mengumpulkan harta sehingga hartanya membukit. Namun, dia sangat kikir sehingga enggan untuk mengeluarkan zakat. Itu sebabnya ada yang mengatakan bahwa kunci-kunci hartanya saja harus diangkut dengan 60 keledai.

Setiap gudang kuncinya sebesar ibu jari. Ia selalu menghasut bani Israel bahwa Nabi Musa a.s. akan merampas hartanya. Hasutan itu ternyata mendapat jawaban. “Anda itu sesepuh kami. Kami siap melaksanakan perintah Anda.”

Lalu, Qarun berkata, “Bawalah seorang pelacur kepada saya supaya dia mengira saya telah berbuat zina dengannya.”

Mereka pun segera membawakan seorang pelacur kepadanya. Qarun memberikan 100 dinar secara cuma-cuma kepada wanita tersebut. “Kamu harus mengatakan kepada orang-orang bahwa kamu telah bersetubuh dengan Musa dan kandunganmu itu sebagai buktinya,” bujuk Qarun.

Alkisah, Qarun mengumpulkan orang-orang dan mendatangkan Nabi Musa a.s. untuk memberikan nasihat. Ketika itu Qarun berkata kepada Nabi Musa a.s., “Musa, berilah saya nasihat yang singkat padat dan jelas.”

Baca juga:  Ini Pelajaran Hidup dari 5 Kisah Unik dalam Kitab Ushfuriyah

Tanpa curiga dengan sesuatu di balik maksud Qarun untuk meminta nasihat, Nabi Musa a.s. pun berkata, “Siapa yang mencuri, maka potonglah tangannya. Siapa yang menuduh berzina, maka cambuklah dia. Siapa yang berzina muhshan (berzina meski sudah menikah), maka rajamlah pelakunya.”

Tiba-tiba Qarun menyela, “Sekalipun kamu pelakunya?”

Beliau menjawab, “Ya, sekalipun saya yang melakukannya.”

Lalu, berdirilah Qarun. “Sungguh bani Israel telah menuduhmu berzina dengan seorang wanita bernama si anu,” kata Qarun memprovokasi.

“Panggillah wanita itu,” pinta Nabi Musa.

Kemudian, didatangkanlah wanita itu. Nabi Musa a.s. kemudian menyumpah wanita itu. “Demi Allah yang telah menjadikanmu, Pencipta lautan dan yang telah menurunkan Taurat, berterusteranglah dan katakan apa yang sebenarnya. Allah pasti akan menolongmu.”

Lalu, berkatalah wanita itu, “Musa, tuduhan itu tidak terbukti. Anda bebas dari tuduhan itu. Sebenarnya, Qarun telah memberiku uang sebanyak 100 dinar dengan tujuan supaya saya mengatakan bahwa Anda telah berbuat mesum dengan saya. Padahal, saya takut kepada Allah dengan menuduh utusan-Nya telah berbuat mesum.”

Akhirnya, Nabi Musa a.s. bersujud dan menangis seraya berkata, “Ya Allah,  jika saya benar-benar hamba-Mu, maka tolonglah saya.”

Kemudian turunlah wahyu Allah kepadanya, “Musa, sungguh telah Aku jadikan bumi ini tunduk kepadamu. Silahkan kamu memerintahnya sesukamu.”

“Siapa yang ingin bersama Qarun, maka tetaplah bersamanya. Siapa yang ingin bersama saya, maka menghindarlah darinya,” pinta Nabi Musa.

Setelah itu, menjauhlah semua orang dari Qarun, kecuali dua orang pengikutnya yang setia. Lalu, Nabi Musa a.s. berkata, “Wahai bumi, telanlah mereka bertiga!”

Bumi pun menelan mereka bertiga sampai ke lutut. Namun, beliau masih berkata, “Wahai bumi, telanlah mereka bertiga!” Bumi pun menelan mereka sampai perut. Akhirnya, mereka bertiga merengek kepada Nabi Musa a.s. Namun, beliau tak memedulikannya dan memerintah bumi untuk yang ketiga kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka itu!” Bumi pun menelan mereka sampai ke leher. Mereka pun merengek kembali, tetapi beliau mengacuhkannya. Beliau menyuruh bumi untuk yang keempat kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka itu!” Bumi pun menenggelamkan mereka habis-habisan ke dalam perutnya.

Baca juga:  Ini Kisah Banjir Bandang Zaman Nabi Nuh, Mengambil Pelajaran dari Masa Lalu

Menyaksikan Qarun dan dua orang pengikut setianya ditelan bumi, bukannya membuat bani Israel menyadari kebenaran Nabi Musa a.s.. Malah sebaliknya, mereka malah menuduh yang bukan-bukan. Di antara mereka ada yang berbisik dengan sesamanya, “Musa memanjatkan doa ini supaya dapat mewarisi harta Qarun.”

Bisikan itu pun terdengar oleh beliau. Lalu, beliau berdoa agar Allah menengelamkan harta Qarun termasuk rumah dan lainnya ke dalam perut bumi.

Kejadian itu diabadikan Allah dalam Alquran. Allah berfirman, “Kami benamkan Qarun berikut rumahnya ke perut bumi,” (QS Al-Qashash [28]: 81).

(Diambil dari buku Di Istana Cinta Rasulullah, karya Mokh. Syaiful Bakhri, Erlangga, 2006).

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    17
    Shares
  • 17
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *