Mitos dan Tradisi Mengaku Keturunan Nabi Muhammad

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Sudah lama “mitos” ini dipelihara di lingkungan kita. Mitos itu menyebut bahwa raja-raja era Islam di sekitar kita selalu entah bagaimana tiba-tiba punya silsilah nasab yang bersambung ke Baginda Nabi Muhammad Saw.

Begitupun dengan para pejabat, mulai presiden hingga camat dan lurah sekalipun.

Belakangan ini “mitos” itu banyak juga ditempelkan pada kiai-dai-ustaz yang entah bagaimana tiba-tiba banyak yang memamerkan nasabnya bersambung hingga Rasulullah.

Mempunyai jalur nasab sampai ke Rasulullah tentu anugerah luar biasa bagi kita sebagai Muslim. Tapi kalau mengaku-aku keturunan Rasulullah padahal bukan, tentu termasuk penipuan dan kebohongan yang besar. Bisa masuk dalam kategori “buhtan”.

Baca juga:  Meski Non-Muslim dan Cina, Umat Islam Tak Pernah Mempermasalahkan Kwik Kian Gie

Atau, bisa masuk dalam hadis “man kadzaba alayya muta’ammidan falyatabawwa’ maq’adahu minan-nar” (orang yang sengaja berdusta kepadamu/tentang aku, maka pilih sendiri nanti tempatnya di neraka).

Dan, yang paling mengkhawatirkan dari mitos ini bila dipelihara terus-menerus, orang yang punya status sosial di masyarakat akan memaksakan diri mencari jalur nasabnya agar terhubung ke jalur Rasulullah, padahal dia tahu dia bukan keturunan Rasulullah.

Bukankah yang terpenting adalah ketakwaan dan kontribusi kita pada umat dan masyarakat yang jauh lebih penting, daripada hanya sekadar pamer nasab tapi minus kontribusi?!

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close