Menyedihkan! Berita Basi Soal Indomie Diangkat Lagi dan Viral hingga Dibagikan 90 Ribu Kali

Fakta atau Hoax?

Keberadaan Indomie yang mengalami masalah di Taiwan terkait standar keamanan makanan yang mengandung bahan pengawet memang fakta.

Hanya saja kasus tersebut merupakan berita lama. Sekitar Oktober tahun 2010. Anda dapat melihat video rekaman berita dari Liputan6 SCTV maupun dari TVone di chanel ini untuk SCTV dan di sini untuk TVone.

Fakta lainnya, ternyata berita penarikan Indomie oleh pemerintah Taiwan tersebut tidak hanya kali ini saja disebar. Berdasarkan klarifikasi PT Indofood CBP Sukses Makmur yang diunggah di situs resminya, Indofood.com, pada tahun 2013 PT. Indofood kembali mengklarifikasi berita tahun 2010 tersebut.

Dirilis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, berikut kutipan klarifikasi tersebut:

Penjelasan Terkait Kabar Mengenai Produk Indomie di Taiwan

Sehubungan dengan beredarnya video yang diunggah ke sebuah situs jejaring sosial untuk video (YouTube) mengenai produk mi instan Indomie di Taiwan, PT Indofood CBP Sukses Makmur (“Indofood CBP”) menyampaikan bahwa video tersebut adalah video tahun 2010 terkait isu yang telah diselesaikan dan diterima dengan baik oleh pemerintah di berbagai negara, termasuk Taiwan dan Indonesia. Saat ini kegiatan usaha kami di Taiwan tetap berjalan seperti biasa.

Indofood CBP menegaskan bahwa produk mi instan Indomie yang digemari oleh kalangan luas, aman untuk dikonsumsi karena diproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan yang telah ditentukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan otoritas berbagai negara di mana produk mi instannya dipasarkan. Pabrik Mi Instan Indofood CBP juga telah menerapkan Good Manufacturing Practice dan telah mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia, ISO 9001 dan ISO 22000 serta Halal.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Layanan Konsumen Indomie melalui telepon bebas pulsa 0 800 181 8888 atau email indomie@icbp.indofood.co.id.

Demikian berita heboh namun basi tentang razia Indomies di Taiwan yang kembali viral di tahun 2017 ini. Lebih cerdaslah lagi menyikapi berita di media sosial.

Komentar

Nasrudin

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
Artikel ini bermanfaat buat Anda? Bagikan ke teman-teman Anda:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*