Menjadi New Mom itu Tak Semudah yang Dibayangkan

  • 23
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

DatDut.Com – Sebelum memiliki anak, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu? Punya bayi dan sibuk mengurus semua keperluannya?

Menurut saya, membayangkan tidaklah semudah ketika menjalaninya. Butuh proses untuk membiasakan hal-hal baru yang harus dijalaninya bersama si kecil.

Hari pertama menjadi seorang ibu, saya sempat menangis di rumah sakit. Bukan karena haru atas kelahiran anak saya, bukan. Saya menangis karena air susu saya belum keluar banyak, hanya cairan bening. Itu pun tidak banyak, sedikit sekali. Mungkin itulah yang disebut dengan kolostrum. Cairan yang keluar sebelum ASI, mempunyai sejuta manfaat untuk bayi.

Sementara anak saya sesekali menangis, mungkin karena lapar. Untungnya dia bukan tipe anak yang cengeng, jadi tidak terlalu ramai di ruang bersalin. Menangisnya lirih, tidak sekeras bayi lainnya di ruang yang sama saat itu.

Namun, bagaimana pun seorang ibu, dia tidak akan membiarkan anaknya menangis kelaparan, kan?  Saya pun berusaha menyusui sebisanya, ini juga untuk merangsang ASI supaya keluar lebih banyak.

Yang saya sesalkan, ketika salah seorang tamu di seberang menghampiri dan memberikan  air kemasan beberapa suap kepada anak saya. Karena mendengarnya menangis.

Duh! Saya masih sesalkan sampai sekarang. Dengan kondisi setelah melahirkan yang masih lemah dan sedikit stres. Saya ingin menolak air kemasan itu rasanya tidak enak, suami juga, tapi dalam hati saya tidak rela. Mungkin saya kurang tegas.

Baca juga:  Ibu Rumah Tangga Bukan Pengangguran

Di sini saya jadi belajar, bagaimana pun kondisi saya, semestinya tetap mengupayakan yang terbaik untuk si buah hati dan lebih tegas menolak hal-hal yang tidak baik untuknya. Seperti air kemasan itu. Karena dalam air kemasan bisa saja terkandung sesuatu yang tidak baik untuk bayi.

Menjadi ‘new mom’ memang perlu banyak belajar, bagaimana caranya menjadi ibu yang baik. Dan mempelajari banyak hal untuk tumbuh kembangnya.

Setelah pulang dari rumah sakit pun, saya mulai sibuk belajar merawat anak. Dua puluh empat jam bersamanya, saya memandikan sendiri tanpa bantuan siapa pun sejak awal. Karena ini menyenangkan, dan saya pikir juga akan mempererat hubungan saya dengannya.

Untuk urusan cuci-mencuci, sementara suami yang mengerjakan. Karena hampir sebulan di rumah mertua, saya pun tidak memasak. Saya fokus memulihkan diri dan sibuk bersama anak saya.

Setelah itu kami balik ke kontrakan, kembali semua saya kerjakan sendiri. Beberes rumah dan lainnya. Bolak-balik mengatur jam tidur supaya saya bisa istirahat, juga dapat menyelesaikan semua pekerjaan rumah, dan menemani anak bermain.

Belum lagi jadwal malam harus terjaga untuk menyusui dan menemani anak yang terkadang mengajak begadang. Tidak mudah awalnya memang. Terlebih jika saya benar-benar sudah lelah dan mengantuk. Rasa-rasanya mau rehat, tapi tidak mungkin. Saya pun lebih banyak belajar sabar setelah menjadi ibu.

Baca juga:  Ini Fakta-fakta Begitu Romantisnya Nabi Muhammad yang Patut Ditiru

Sebenarnya suami juga sering mengambil alih sebagian pekerjaan yang saya kerjakan. Tapi saya mengerti, tidak selalu suami ada di samping saya untuk membantu. Ia juga harus bekerja dan istirahat.

Kalau boleh jujur sih. Saya juga senang kalau suami memberi kesempatan kepada saya untuk istirahat dan dia bersedia menjaga anak kami beberapa saat.

Ibu-ibu lainnya pasti juga senang jika diperlakukan seperti itu. Iya, kan? Dan suami saya memang setiap hari selalu membiasakan diri untuk meluangkan waktu bersama dengan anaknya.

Menjadi ‘new mom’ memang awalnya tidak mudah. Tapi, seiring berjalannya waktu, seorang ibu dengan perlahan akan lebih mudah menjalaninya karena sudah terbiasa.

Bahkan ada yang kemudian memutuskan untuk melakukan aktivitas lebih banyak lagi. Misal tetap memutuskan untuk bekerja, mengikuti pengajian, kumpulan ibu-ibu PKK, mengajar ngaji juga melanjutkan kuliah. Saya pun begitu.

 

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

  •  
    23
    Shares
  • 23
  •  
  •  

One thought on “Menjadi New Mom itu Tak Semudah yang Dibayangkan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *