Meninggal di Tanah Suci, Kematian yang Diidamkan Umat Islam

  • 17
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

DatDut.Com – Siapa yang nggak punya cita-cita di dunia ini? Mustahil kalau ada yang nggak punya cita-cita. Iya toh? Soalnya setiap orang pasti memiliki cita-citanya masing-masing. Baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Untuk urusan dunia, pasti ada yang bercita-cita menjadi orang kaya yang memiliki banyak uang.

Atau, menjadi pengusaha sukses terkenal yang memiliki banyak kantor di berbagai cabang, menjadi seorang guru yang mengajar pelajaran skala nasional maupun internasional dan masih banyak lagi.

Untuk urusan akhirat pasti ada yang bercita-cita menjadi ahli surga, meninggal dengan husnulkhatimah, meninggal di tanah suci (Makkah dan Madinah), dan masih banyak lagi.

Bukan hanya jemaah haji yang menginginkan bisa meninggal di Tanah Suci saat melakukan ibadah haji dan umrah.

Hal itu bahkan menjadi salah satu doa bagi umat muslim agar bisa menutup mata untuk terakhir kalinya di tempat yang suci dengan husnulkhatimah.

Siapa yang nggak pengen meninggal di Tanah Suci coba? Pasti jawabannya banyak lah umat Muslim yang pengen meninggal di tanah suci. Kenapa? Karena banyak keistimewaan dan keutamaan yang di dapat.

Baca juga:  Selain Najis, Islam Mengharamkan Daging Babi karena Ada Penyakit dan Cacing Ini

Dalam berbagai riwayat diceritakan tentang keutamaan umat Muslim yang meninggal di tanah suci.

Di antaranya hadis dari Ibnu Umar Radhiyaallahu ‘Anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah,” (HR.Turmudzi 3917 dishahihkan an-Nasai dalam Sunan al-Kubra (1/602)).

Dari hadis ini, dapat kita simpulkan bahwa salah satu keutamaan meninggal di Tanah Suci adalah mendapat syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad SAW.

Ibnu Abbas Radhiyaallahu ‘Anhuma juga meriwayatkan, ada orang yang ikut wuquf bersama Nabi Muhammad SAW tiba-tiba terpelanting dari untanya hingga lehernya patah.

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mandikan dia dengan air dan bidara. Jangan dikasih wewangian dan jangan ditutupi kepalanya. Karena Allah akan membangkitkan pada hari kiamat dalam kondisi membaca talbiyah,” (HR. Bukhari 1265 dan Muslim 2948).

Nah, dari hadis ini juga kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu keutamaan meninggal di tanah suci bagi para jemaah yang sedang melakukaan rangkaian ibadah haji akan dibangkitkan oleh Allah di Hari Kiamat dalam kondisi membaca talbiyah.

Baca juga:  Ini 5 Hal yang Berlabel Syariah di Indonesia

Dari dua periwayatan hadis yang memaparkan tentang keistimewaan dan keutamaan meninggal di tanah suci, memberikan kita motivasi untuk mengidamkan kematian yang husnulkhatimah di tanah suci.

Keistimewaan dan keutamaan yang di dapat bukan hanya mendapat syaafat dari Nabi Muhammad SAW dan akan dibangkitkan oleh Allah di Hari Kiamat dalam kondisi membaca talbiyah.

Tetapi ada banyak keutamaan lainnya yang memang belum kita ketahui. Semoga kita termasuk salah satu orang yang mendapatkan kenikmatan itu.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Iip Latifah

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Iip Latifah
  •  
    17
    Shares
  • 17
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close