Lakukan 5 Hal Ini agar Mudah Menghafal Alquran

0 0
  • 6
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Dibaca: 2656

Waktu Baca2 Menit, 2 Detik

Datdut.Com – Menghafal Alquran merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam dan termasuk fardu kifayah.

Menghafal itu mudah, yang susah adalah bagaimana agar hafalan bisa melekat dalam hati. Kata ustad Yusuf Mansur, menghafal itu mudah bagaikan tersenyum, kira-kira begitu ungkapan beliau.

Seperti ibadah-ibadah yang lain, menghafal Alquran pun ada tahapan-tahapan yang harus dilewati agar proses menghafal bisa berjalan sesuai yang diinginkan.

[nextpage title=”1. Niat yang Ikhlas”]

1. Niat yang Ikhlas

Niat menghafal hanya karena Allah, tidak karena yang lain. Dengan ikhlas, menghafal pun terasa ringan. Sebagaimana Allah Swt. selalu menyuruh hambanya melaksanakan ibadah dengan ikhlas. “Katakanlah, aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan ikhlas memurnikan ketaatan pada-Nya dalam menjalankan agama,” (QS Al-Zumar, 11).

[nextpage title=”2. Izin dan Minta Doa Orangtua”]

2. Izin dan Minta Doa Orangtua

Izin dan doa dari orangtua merupakan modal keberhasilan menghafal Alquran. Kerelaan dan doa orang tua ini akan membawa dampak pengaruh batiniah, sehingga proses menghafal menjadi mudah.

Baca juga:  Ini 5 Hal yang Mungkin Sebabkan Laptop Anda Lemot! Atasi Sendiri dengan Langkah-langkah Berikut

[nextpage title=”3. Menjahui Sifat-sifat Tercela”]

3. Menjahui Sifat-sifat Tercela

Sifat-sifat tercela harus dihindari oleh setiap muslim, terutama bagi mereka yang ingin menghafalkan Alquran. Sifat-sifat tercela itu antara lain, ujub (semacam over confident), riya (pamer), hasut (iri hati atau dengki) dsb.

Sifat-sifat tercela tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap para penghafal Alquran. Karena Alquran itu kitab suci, maka sudah selayaknya para pembacanya juga menghindari sifat-sifat yang bisa merusak kesucian Alquran.

[nextpage title=”4. Luangkan Waktu”]

4. Luangkan Waktu

Meluangkan waktu untuk menghafal adalah sebuah keniscayaan. Baik untuk membuat hafalan baru atau lauh (istilah pesantren Jawa) maupun untuk muraja’ah atau takrir (mengulang hafalan).

Apabila seorang penghafal sudah menentukan waktu tertentu, misalnya di waktu sahur (menjelang subuh) untuk membuat hafalan baru, maka sebaiknya waktu sahur itu tidak boleh diganggu dengan aktifitas yang lain. Nah, sedangkan waktu sore sampai malam bisa dimanfaatkan untuk mengulang hafalan lama.

[nextpage title=”5. Istikamah”]

5. Istikamah

Baca juga:  Usaha Gagal dan Rezeki Anda Macet? Pahami 5 Penyebabnya versi Ta'limul Muta'allim

Istikamah artinya disiplin, tetap, jejek (istilah Jawa). Istikamah sangat diperlukan dalam menghafal Alquran. Seperti istikamah dalam hal waktu, membuat materi hafalan baru, mengulang dan kalau bisa mushaf atau Alquran yang satu (tidak berganti-ganti).

Allah telah mengajarkan kita untuk istikamah, sebagaimana dalam firman-Nya, “Maka tetap tegaklah (istikamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (kepada) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Janganlah pula kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan” (Hud : 112 ).

Nah, semoga tulisan ini bisa memotivasi kita untuk memulai menghafal Alquran.

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Imam Nafi' Junaidi
Latest posts by Imam Nafi' Junaidi (see all)
  • 6
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *