Mengapa Tak Segera Menikah? Mau Nunggu Kiamat?!

  • 56
  •  
  •  
  •  
    56
    Shares

DatDut.Com – Banyak alasan yang mendasari seseorang belum juga melangsungkan pernikahan. Saya menjadi lebih mengerti setelah beberapa minggu lalu melontarkan satu pertanyaan di media sosial, tepatnya di sebuah grup taaruf.

“Apa yang bikin kamu belum juga menikah?” tulis saya pada lembar kolom yang tersedia di sana.

Setiap orang yang menjawab memberi alasan masing-masing, ada yang sama juga tidak. Di antaranya adalah trauma. Trauma ditinggal menikah oleh orang yang diharapkan menjadi pendamping hidupnya, atau trauma karena jalan rumah tangga orangtua tidak semulus orang lain. Sehingga takut, khawatir juga akan menimpa dirinya.

Alasan lain, yakni masih mengejar karier, ingin menyelesaikan kuliah dulu, belum tercapai cita-citanya, yang diajak nikah masih sekolah dan lain-lain.

Yang membuat saya ingin tertawa karena di antaranya ada yang melucu, atau memang sengaja menghibur diri karena masih jomblo. Mereka bilang, belum ada yang beruntung dapat dirinya, jodoh belum lahir atau mungkin masih dipinjam orang, limited edition.

Terkadang alasan-alasan yang nyeleneh karena belum juga menikah memang bisa mengibur diri. Setidaknya tetap bahagia meski saat ini belum bersama pasangan.

Dan beberapa alasan lain yang semestinya menurut saya kurang pas untuk dijadikan alasan. Seperti pengangguran, belum punya duit atau kurang duit, dan tidak ada yang mau.

Baca juga:  Dulu Seksi, Sekarang Berhijab Rapi, Justru 5 Artis Ini Tambah Terlihat Cantik Menawan Hati

Jika masih menganggur belum kerja, kenapa tidak mencari pekerjaan atau menciptakannya? Supaya punya duit untuk mempersiapkan pernikahan dan kehidupan setelah menikah. Karena kita sama-sama tahu, menikah juga butuh duit.

Meski pada kenyataannya jika kita yakin, ada saja rezeki yang datang ketika seseorang akan menikah. Apalagi di kehidupan setelah menikah, seorang suami punya tanggungjawab menafkahi keluarga.

Dan jangan sesekali mempunyai alasan buruk sebab belum menikah, seperti tidak ada yang mau. Bagaimana jika menjadi kenyataan? Setiap ucapan bisa menjadi doa.

Untuk yang trauma karena ditinggal menikah, misalnya. Tidak apa, menyembuhkan luka masa lalu memang perlu proses dan waktu. Tapi jangan sampai berlarut-larut, di dunia ini tidak hanya dihuni oleh pria atau wanita yang meninggalkan kamu menikah dengan orang lain.

Sedang untuk trauma yang lain, trauma karena rumahtangga orangtuanya. Sungguh, setiap anak punya jalan hidup masing-masing, tidak selalu sama dengan orangtua. Meski saya temui, ada segelintir anak yang rumah tangganya tidak jauh dari kehidupan orangtuanya.

Namun, kita pun dapat menciptakan cerita hidup yang lebih baik dari orangtua dengan mengambil pelajaran-pelajaran darinya. Jangan karena trauma sampai tidak menikah.

Menikah dari pengalaman saya, tidak akan menghambat seorang wanita yang ingin tetap berkarir atau melanjutkan kuliah. Menikah juga tidak akan menghentikan seseorang untuk mencapai cita-citanya.

Baca juga:  Persoalkan Wanita yang Bekerja, Ini 5 Kritik untuk Felix Siauw

Semua hal yang ingin kita lakukan, jauh sebelum menikah dapat dibicarakan dengan calon suami. Sehingga jika sama-sama sepakat, tidak akan menjadi masalah di kehidupan setelah menikah.

Saya seorang istri, juga ibu. Sekarang masih kuliah semester empat, dan suka mengajar anak-anak mengaji di musholla dekat kontrakan. Semua berjalan dengan baik, karena sebelum menikah sudah saya sampaikan apa-apa yang saya inginkan kepada suami.

Dengan menulis ini, saya tidak ada maksud mengompori seseorang untuk segera menikah atau cepat-cepat menikah. Tidak sama sekali. Karena ketika seseorang memutuskan untuk menikah, ia harus siap dengan apa yang akan menjadi kewajiban dan tanggungjawabnya. Menikah, tidak semudah menginginkannya, tapi dengan menikah seseorang akan lebih terjaga.

Mau menikah sekarang atau nanti, setiap orang mempunyai alasan masing-masing. Kalau kamu, kenapa belum juga menikah?

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

One thought on “Mengapa Tak Segera Menikah? Mau Nunggu Kiamat?!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *