Mendambakan Kehadiran Buah Hati? Sabar dan Tawakallah

  • 26
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

DatDut.Com – Mempunyai anak adalah dambaan bagi setiap orang yang telah menikah. Saya tahu betul bagaimana rasanya menanti untuk mempunyai keturunan dan ingin disegerakan bersamanya. Kadang pesimis, pikiran-pikiran negatif datang menghantui. Jika begitu, sesegera mungkin saya berpaling dan singkirkan semua penyakit semacam itu.

Kira-kira tiga bulan setelah menikah, saya positif hamil. Jika ditanya bagaimana rasanya, tentu bahagia sekali. Terlebih untuk suami dan orangtua kami.

Seorang teman ada yang empat tahun menikah dan bulan Januari lalu baru hamil. Menunggu selama itu, saya tidak tahu bagaimana rasanya. Mungkin, harus tutup telinga dari orang-orang yang terus-menerus bertanya, “sudah isi belum (hamil)?”

Biasanya orang-orang seperti itu akan melontarkan hal-hal negatif yang membuat kita berkecil hati. Bersedih. Seperti omongan yang mungkin pernah kita dengar, “Sudah lama menikah kok belum punya anak.” Menyakitkan sekali, kan? Orang seperti itu, cuekin saja.

Seperti halnya bertemu dengan jodoh, kita tidak pernah tahu kapan akan dikaruniai seorang anak. Hanya bisa berupaya dan menanti dengan sabar. Pun memantapkan hati untuk percaya dan yakin akan janji dan keajaiban dari Sang Maha Cinta.

Baca juga:  Persoalkan Wanita yang Bekerja, Ini 5 Kritik untuk Felix Siauw

Pernah dengar kisah tentang seorang Maryam? Dia bukan pezina, sampai mempunyai anak tanpa berhubungan dengan seorang lelaki. Hamil tanpa menikah dan mempunyai suami.

Seolah-olah ia pun tidak percaya dan berkata kepada Jibril, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina”. Dan kita pun mengenal anaknya, yakni, Nabi Isa alaihissalam.

Atau kisah lain dari Nabi Zakariya ‘alaihissalam dan istri, diu sianya yang sudah senja baru menimang anak.  Sampai-sampai Nabi Zakaria alaihissalam pun berkata, ” Ya Tuhanku, bagaimana aku mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua.”

Tapi apa, kita tahu Nabi Zakaria alaihissalam pada akhirnya punya seorang anak laki-laki. Yakni, Nabi Yahya alaihissalam.

Saya juga pernah jumpa seseorang, tatkala sedang kontrol kandungan. Seorang laki-laki bercerita kepada suami saya, istrinya baru hamil setelah menunggu selama tiga tahunan. Betapa bahagianya pasangan yang masih muda itu.

Baca juga:  Dulu Seksi, Sekarang Berhijab Rapi, Justru 5 Artis Ini Tambah Terlihat Cantik Menawan Hati

Begitulah keajaiban, datangnya tidak disangka-sangka. Seolah tidak mungkin, tapi terjadi.

Selama empat puluh satu minggu saya pun mengandung, tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan calon anak saya. Apa-apa saya dan suami upayakan untuk kebaikannya. Untuk perkembangannya di dalam rahim. Menjaga dan merawatnya dengan baik sebelum lahir, adalah bentuk dari rasa syukur juga.

Betapa indahnya, Tuhan menciptakan manusia di dalam tubuh manusia. Hebat sekali, kan? Saya begitu takjub.

Setelah lama menanti, hari itu tiba. Hari di mana saya melahirkan seorang bayi perempuan. Hari di mana menjadi seorang ibu. Hari di mana pertama mendengar tangis permata hati kami, melihat mungil tubuhnya. Lucu. Menggemaskan. Namanya Ittaqi Tafuzi.

Punya anak? Itu mungkin! Kuncinya sabar dan terus tawakal.

 

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

1 thought on “Mendambakan Kehadiran Buah Hati? Sabar dan Tawakallah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *