Melepas Sandal Ternyata Salah Satu Tuntunan Islam Saat Masuk Area Kuburan

Measha

Measha

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu rumah tangga yang menggemari film korea dan martabak manis juga pesmol gurame.
Measha

DatDut.Com – Tak banyak yang tahu kalau berada di kuburan juga ada etikanya. Ternyata Islam mengatur sampai hal-hal terkecil dalam kehidupan seorang Muslim. Tuntunan-tuntunan ini biasanya ditemukan dalam hadis, bila tidak ditemukan di dalam Alquran.

Salah satu yang unik adalah melepas sandal saat berada di kuburan. Disebut unik, karena kita tak banyak tahu dan memang agak sulit diperaktikkan dalam konteks Indonesia. Kuburan di sini kadang tanahnya becek setelah turun hujan. Dan, kondisi Indonesia yang beriklim tropis, di samping budaya menjaga kebersihan yang masih rendah, membuat tuntunan ini pun sering tak bisa diamalkan.

Baca juga:  Penjelasan Lengkap tentang Aurat Laki-laki dan Wanita sesuai Pendapat Empat Mazhab

Dasar melepas sandal saat di area kuburan atau pemakaman ini didasarkan pada hadis ketika Rasulullah Saw. melihat seorang yang berjalan di kuburan dengan memakai sandal. Saat itu Nabi menegur lelaki itu, “Hai orang yang memakai sandal kulit! Celakalah engkau! Lepaskan kedua sandal kulitmu!”

Maka orang itu melihat siapa yang memanggil. Setelah dia tahu bahwa itu Rasulullah Saw., maka ia pun membuka kedua sandalnya dan melemparnya. Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dengan kualitas sanad hasan.

Nah, yang jadi permasalahan dalam konteks Indonesia, seperti disebutan di atas banyak hal yang membahayakan kaki kita saat tidak memakai sandal atau sepatu, seperti banyak pecahan kaca, paku, duri, atau sesuatu yang bisa melukai kaki lainnya seperti akibat panas. Dalam kondisi ini bila dikhawatirkan dapat melukai apalagi membahayakan kaki, maka dibolehkan memakai alas kaki.

Baca juga:  Fenomena Cari Berkah di Zaman Nabi, Ini 5 Cara Uniknya

Kita juga tak perlu membuka alas kaki apabila hanya lewat di depan gerbang pemakaman. Dalam kondisi ini, yang dianjurkan mengucapkan salam sebagai berikut:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (barzakh), dari orang-orang mukmin dan muslim. Kami–insya Allah–pasti akan menyusul kalian. Kami mohon kepada Allah untuk kami dan kamu, agar diberi keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan) (HR Muslim, 2/671).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *