Mau Salat di Masjid Sunnah atau Masjid Bidah?

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – “Mau salat dimana, Lur?”
“Salat di masjid sana aja akhi, yang deket sini banyak bidahnya”.
“Masjid banyak bidahnya? Harus hati-hati, nih. Jangan-jangan salat yang kita kerjakan selama ini bidah, tidak sesuai tuntuan Rasul. Wah, bahaya nih, harus cepet-cepet taubat, kembali ke jalan sunnah!”.

Masjid sunnah belakangan ini mencuri perhatian sebagian besar ummat muslim perkotaan. Karena setelah sekian lama umat muslim mengenal kata sunnah, baru kali ini sunnah disandingkan dengan masjid.

Biasanya, sunnah itu kaitannya dengan hal-hal yang sifatnya ibadah, kok sekarang berkaitan dengan tempat? Apa nanti akan muncul juga “masjid mubah”, atau mungkin “masjid makruh”?

Masjid sunnah ini umumnya, hanya ada di wilayah perkotaan. Makanya salah satu cirinya, masjidnya AC-an (pakai AC).

Masjid ini dibangun karena jemaah yang mengaku dirinya paling sunnah merasa tidak nyaman beribadah di masjid yang banyak bidahnya. Entah itu karena qunutnya, zikirnya, ataupun bangunannya.

Prinsipnya, kalau tidak mampu mengubah prilaku jemaahnya untuk meninggalkan bidah, maka harus buat masjid sendiri.

Baca juga:  Ini Masjid-masjid Unik yang Ada di Bandung! Yuk Salat di Situ...

Kalau saya, sih ini namanya senjata makan tuan. Katanya, masjid sunnah itu masjid yang isinya sesuai dengan sunnah Rasul, tapi mengapa izin membangunnya tidak sesuai sunnah Rasul.

Bukankah sebelum Kakbah menjadi masjid yang ditempati salat oleh Rasulullah, ia penuh dengan berhala-berhala kaum kafir Quraisy?

Tapi mengapa Rasulullah tidak membangun masjid baru di Makkah. Padahal berhala bukan lagi sesuatu yang syubhat, sudah jelas kemungkarannya.

Masjid sunnah biasanya tidak memiliki kubah dan kaligrafi. Katanya, ngikutin masjid Rasul dulu yang tidak pakai kubah dan kaligrafi.

Tapi masjid rasul yang sekarang kan sudah pakai kubah dan ada kaligrafinya. Apa masjid rasul sekarang tidak termasuk masjid sunnah? Lantas, kenapa namanya masih tetap Masjid Nabawi (Masjid Nabi)?!

Di masjid sunnah juga tidak ada dzikir dan doa bersama setelah salat, begitupun salam-salaman setelah salat. Katanya, karena tidak ada dalil khusus yang menganjurkan hal tersebut setelah salat.

Tapi bukannya dalil bidah andalan orang-orang sunnah adalah dalil umum yang dipaksakan ke hal-hal yang sifatnya khusus?

Baca juga:  Masjid Keramat Empang Bogor Selalu Ramai Dikunjungi Tiap Malam Jumat

Ada juga yang bilang, kalau masjid sunnah itu tidak pakai qunut. Saya tidak tahu qunut yang dimaksud di sini qunut apa, tapi jika pemahamannya demikian, masjid yang pakai qunut masjid bidah dong. Bukannya qunut itu masalah khilafiyah.

Dan terakhir, yang salat di masjid sunnah, pulang dengan hati yang tentram. Kalau ini, sih relatif. Karena banyak juga merasa tenang meski salat di masjid bidah, yah, setidaknya tenang dari mikirin kesalahan orang lain.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Latest posts by Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close