Masih Numpang di Rumah Mertua? Anda Harus Perhatikan 5 Hal Ini agar Lebih Harmonis

1 0
  • 79
  •  
  •  
  •  
    79
    Shares

Dibaca: 3168

Waktu Baca3 Menit, 8 Detik

DatDut.Com – Keadaan orang setelah menikah memang tidak sama. Ada yang nikah langsung pindah ke rumah sendiri ataupun kontrakan. Ada juga yang masih harus numpang rumah mertua.

Semua punya alasan dan latar belakang masing-masing, karena orang ketemu jodoh juga tidak selalu saat sudah mandiri, mapan dan berkecukupan. Ada yang ketika sudah punya bekal menikah berlebih hingga sudah punya rumah dan kendaraan, ada juga ketemu jodoh saat masih kekurangan.

Nah, mungkin hal-hal berikut ini pernah Anda alami atau justru sedang terjadi pada diri Anda saat ini. Saat masih harus menumpang di rumah mertua, setidaknya 5 hal ini harus Anda lakukan. Tujuannya untuk menjaga hubungan dengan mertua dan sebagai ungkapan terima kasih.

Lima hal ini lebih dominan untuk para suami, namun bisa juga terlaku bagi para istri yang ikut suaminya di rumah orangtua suami.

1. Tebalkan Hati dan Telinga

Tebalkan hati maksudnya supaya jangan mudah tersinggung lalu sakit hati. Tebal telinga makasudnya harus tahan mendengar omongan dan omelan. Biasanya orang yang lagi kekurangan itu mudah tersinggung.

Begitulah posisi menantu yang belum bisa lepas dari mertua. Kadang orang tua juga keluar perasaan aslinya melihat anak yang seharusnya setelah menikah sudah harus lepas dari orang tua, ternyata masih satu rumah.

Bahkan yang memang diminta orang tua untuk tidak bikin rumah sendiri alias bertugas menemani masa tua ayah atau ibu pun, bisa muncul riak-riak sengketa. Omongan tidak sengaja kadang terasa menyindir. Candaan kadang terasa menghina. Atau memang sesekali orang tua mencambuk anaknya? Bisa juga.

Baca juga:  Setrika Kotor? Ini 5 Cara Murah Meriah untuk Membersihkannya

2. Sering-sering Bantu Mertua

Bantulah berbagai kesibukan mertua. Apalagi jika memang Anda belum punya pekerjaan tetap. Apa yang dikerjakan dan jadi kesibukan mertua harus dibantu. Ini untuk menunjukkan rasa terima kasih sudah dikasih tumpangan. Jadi memang harus tahu diri.

Ada sebagian orangtua yang menjaga perasaan menantunya hingga nggak pernah memerintah atau minta bantuan ini dan itu. Si menantu pun harus punya pengertian. Jangan sampai mertuanya keluar perintah.

Kalau orangtua jenis ini sudah keluar perintah, itu berarti si anak yang sudah sangat tidak perasaan. Karena sebenarnya meskipun diam dan tidak minta bantuan, namanya orang tua ya tetap ingin anaknya punya perasaaan yang peka.

3. Kalau Punya Rezeki Bagi dengan Mertua

Hitung-hitung karena tidak harus bayar kontrakan, sebaiknya Anda sekadar sebulan sekali minimal membayarkan tanggungan listrik, membelikan isi ulang elpiji, dan sejenisnya. Ini juga bagian dari tindakan terima kasih.

Kalaupun orangtua menolak, tetaplah cari cara untuk membagikan sekedar sekian persen penghasilan bulanan Anda untuk membelikan sesuatu untuk mereka. Pokoknya jangan sampai jadi penumpang gratis lah…

4. Jangan Kelihatan Boros

Bagi Anda yang masih menumpang mertua karena faktor kekurangan, atau penghasilan tak cukup untuk kontrak rumah, atau tak diminta agar ikut mertua karena biar bisa menabung, maka jangan sampai terlihat boros. Kelihatan sering beli barang yang bukan kebutuhan pokok.

Namanya juga dalam pengawasan. Kadang saat beli kebutuhan yang sebenarnya sangat perlu, itu saja masih dianggap kurang perlu. Jadi pandai-pandai mengelabui sorotan boros. Bagaimana lagi? Posisi memang masih harus jaim begitu kan? Ingin sesekali makan di luaran saja harus pandai-pandai bersiasat.

Baca juga:  Bila Jodoh Terhalang Restu Orangtua

5. Lebih Tekun Kerja atau Punya Kesibukan

Agar segera bisa lepas dari posisi sebagai penumpang, satu-satunya cara hanyalah segera punya rumah sendiri. Dan, tentunya harus lebih ekstra kerja keras. Sedangkan bagi yang masih pengangguran atau belum punya pekerjaan tetap, tentunya harus lebih giat mencari celah untuk wirausaha.

Memang, setelah berumah tangga sangat diutamakan kita segera mandiri. Dalam masyarakat Jawa, orang tua menyebut anak-anaknya yang sudah lepas dari rumah orang tua dan menikah dengan istilah mentas (seperti membaca e pada kata sebel), artinya bangkit atau keluar dari tanggung jawab orangtua.

Dan memang sudah seharusnya ketika kita menikah, segera mentas agar beban orang tua berkurang. Hingga pada waktunya nanti, kita yang gantian menanggung tugas merawat hari tua mereka.

Ngomong-ngomong yang nulis sudah mentas belum? Insyaallah masih 50%, dan sesegara mungkin 100%, hehehe… Semangat yuk!

Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin
  • 79
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *