Mau Buka Usaha di Sekitar Pesantren? Ini 5 Usaha Laris Manis yang Bisa Buka 24 Jam

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com РPesantren sebagai pilihan utama untuk pendidikan agama tidak hanya memberi sumbangan keilmuan saja. Dengan keberadaan sebuah pesantren di suatu desa atau daerah, masyarakat sekitar bisa juga mendapat efek ekonomi. Berbeda dengan siswa atau mahasiswa di sekolah dan kampus perkuliahan yang umumnya hanya ramai saat jam aktif, santri merupakan kumpulan konsumen yang menetap. Dua puluh empat jam.

Karena sekian banyak santri dalam sebuah lembaga pesantren, tentu hal-hal terkait segala kebutuhan sehari-hari menjadi laris manis. Apalagi di pesantren yang masih longgar aturannya. Longgar artinya santri masih bebas keluar masuk gerbang siang maupun malam dan hanya jam-jam tertentu dilarang. Mereka masih bebas belanja ke luar, sehingga menjamurlah berbagai warung dan toko di sekitar pesantren.

Ada juga sebagian pesantren yang sudah lebih ketat dan santrinya tidak leluasa keluar masuk pagar pesantren. Namun peluang ekonomi masih bisa didapat dengan mengirimkan dagangan ke toko dan kantin pesantren. Bekerja sama dengan pengelola kantin dan toko tersebut.

Berdasarkan pengalaman, kelima usaha berikut ini merupakan hal paling laris dan dicari para santri:

[nextpage title=”1. Warung Makanan dan Minuman”]

1. Warung Makanan dan Minuman

Meskipun banyak santri yang suka tirakat, suka puasa, makan seadanya, tetapi tidak sedikit santri yang juga suka makanan. Terbukti warung makanan dan minuman yang ada di sekitar sebuah pesantren pasti akan menjadi serbuan para santri. Syaratnya, harus murah. Syukur kalau rasanya enak.

Untuk minuman, di pesantren-pesantren salaf, kopi merupakan favorit para santri. Entah kopi instan maupun kopi seduhan.

[nextpage title=”2. Penjual Nasi Bungkus”]

2. Penjual Nasi Bungkus

Bagi yang tidak memiliki modal membuka warung makan, biasanya berjualan nasi bungkus juga laris. Entah nasi goreng, nasi kuning, ataupun nasi sayur. Lauk sederhana dengan telur goreng campuran terigu atau telur goreng yang diiris kecil-kecil adalah salah satu siasat agar bisa memenuhi standar enak dan murah.

Baca juga:  Ide Kreatif Masyarakat Memprotes Pemerintah Karena Jalan Rusak, 4 Aksi Ini Contoh Uniknya

Ada warga sekitar pesantren yang menjual langsung dagangannya sendiri, ada juga yang merekrut santri untuk berjualan keliling ke asrama-asrama. Berjualan nasi bungkus masih ampuh untuk mengumpulkan rupiah, diniatkan juga beramal karena harganya cenderung murah.

[nextpage title=”3. Penjual Aneka Kue dan Makanan Ringan”]

3. Penjual Aneka Kue dan Makanan Ringan

Ada juga warga sekitar pesantren yang membuat berbagai kue dan makanan ringan lalu dititipkan ke kantin pesantren atau warung-warung sekitar. Khusus kantin pesantren, karena pengelola harian biasanya juga dari kalangan santri yang juga masih harus mengaji, makanan seperti aneka gorengan dan kue basah biasanya didapat dari warga sekitar pesantren.

[nextpage title=”4. Penjual Pakaian Muslim Murah”]

4. Penjual Pakaian Muslim Murah dan Kebutuhan Harian Santri

Pakaian murah alias obralan menemukan pasar tersendiri di kalangan santri. Biasanya pedagang baju seperti ini, yang datang ke pesantren tidak setiap hari akan ramai dikerubuti pembeli. Meskipun fakta juga menunjukkan bahwa banyak pula santri yang sudah modis dan suka pakaian bermerek terkenal, namun banyak juga yang lebih senang tampil necis dengan pakaian murah. Yang penting suci.

Selain pakaian, menyediakan kebutuhan harian santri, mulai dari sabun, sampo, pasta gigi, hingga pembalut, juga menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Apalagi bila pesantrennya besar dan pihak pesantren tidak membuka kios sendiri. Sebisa mungkin juallah dengan harga murah, agar santri tergantung dan tertarik untuk terus berbelanja di tempat Anda.

Baca juga:  Ini 5 Gejala Gangguan Jin yang Bisa Dideteksi dari Pola Tidur

[nextpage title=”5. Jasa Angkutan Umum dan Laundry”]

5. Jasa Angkutan Umum dan Laundry

Pesantren di desa ada yang lokasinya jauh dari jalan raya. Bahkan cenderung terpencil dan menjauhi keramaian. Ini merupakan ciri khas kebanyakan pesantren sejak zaman dulu. Hingga sekarang, lokasi jauh dari keramaian dan jalan raya masih tetap jadi pilihan utama banyak kiai. Alasannya, santri lebih terkendali dan tidak terganggu aktivitas sekitar.

Pada keadaan inilah pemilik jasa angkutan seperti ojek dan angkutan pedesaan mendapat cipratan rejeki. Apalagi menjelang lebaran, banyaknya para santri yang keluar ke jalan besar maupun terminal adalah sasaran empuk untuk mengais rupiah.

Selain angkutan umum, belakangan muncul usaha lain yang cukup menggiurkan jika dibuka di ingkungan pesantren. Karena banyaknya kegiatan di pesantren, tak jarang santri tak punya waktu bahkan untuk sekadar cuci baju. Maka, sebagian mereka dari keluarga berada, umumnya mencucikan baju ke laundry. Biasanya yang dipilih adalah laudry kiloan. Alasannya tentu saja karena murah dan cepat.

Nah, Anda mau buka usaha yang mana?

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
Close