Makna “Unzhur Ma Qala wa La Tanzhur Man Qala” di Medsos

  • 26
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

DatDut.Com – Kata mutiara “unzhur ma qala wa la tanzhur man qala (lihat kontennya, bukan pengirimnya)” kurang teraplikasi dengan baik di dumay (dunia maya). Lihatlah banyak kata-kata bernilai yang ada di status “no body”, sama sekali tak mendapat apresiasi baik dalam bentuk “like”, “comment” maupun “share”.

Bandingkan bila yang tulis status “somebody”, apalagi itu selebritis atau pejabat, lebih-lebih yang sudah mainannya masuk tv atau sering dolan ke luar negeri. Semua pada berlomba-lomba untuk beri “jempol”, “komentar” dan “share”-nya. Bahkan, tragisnya, si “somebody” kadang tak sekalipun berterima kasih atau memberi respons atas “like”, “comment”, dan “share” para jamaah yang ikut-ikutan latah mengapresiasinya, meski kadang tak sesuai konteks.

Padahal, kalau dipikir-pikir, apakah layak semua status yang ditulis oleh si “somebody” itu mendapat “like” dan “comment” atau “share” sebanyak dan seberlebihan itu? Kecuali bila memang isinya betul-betul berbobot. Ini perlu betul-betul butuh perenungan yang dalam.

Baca juga:  Jangan Maafkan Manusia Rasis di Negeri Ini! Hukum Steven!

Mungkin ini perlu juga dipikirkan oleh “si somebody”. Jangan-jangan semua itu dilakukan oleh penjempol, pengkomen, dan pengeshare sebagai cara untuk menaikkan harkat dan martabatnya agar dikira sama oleh teman-teman FB-nya dengan si “somebody”. Atau, jangan-jangan itu bagian dari diplomasi untuk sebuah misi tersembunyi.

Sebagai “somebody”, seseorang juga tak perlu geer apalagi tinggi hati kalau banyak “like”, “comment” atau “share”. Karena Anda biasanya kalah dengan jumlah peng-“like”, peng-“comment” atau peng-“share” gadis-gadis muda nan jelita yang memposting foto terbarunya dalam berbagai gaya. Kalau tak percaya, perhatikanlah dengan mata terbuka.

Maka, saatnya kita merenungkan kembali nasihat kata mutiara yang konon disampaikan oleh Sayyidina Ali k.w. itu. Tapi, ya, inilah dunia. Penuh permainan. Penuh ketidakseriusan. Penuh kebohongan. Penuh kepura-puraan. Penuh manipulasi. Al-dunya la’ibun wa lahwun.

Baca juga:  Ini 5 Model Pengutipan Hadis di Buku dan Acara Keislaman

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah
  •  
    26
    Shares
  • 26
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *