Ini Lho 5 Kekhawatiran yang Dirasakan Mahasiswa Baru

  • 1
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Datdut.Com – Saat ini kampus-kampus di Indonesia sedang memasuki masa penerimaan mahasiswa baru (MABA). Mereka datang dari penjuru Nusantara dengan membawa segenap asa untuk menjadi seorang mahasiswa. Hari yang dinanti-nantikan telah tiba. Masa transisi dan perubahan ada di depan mata. Nah, transisi dari masa putih abu-abu ke masa perkuliahan, seringkali menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran tersendiri bagi para calon mahasiswa baru. Berikut ini 5 kekhawatiran yang dirasakan mahasiswa baru:

1. Khawatir terhadap kemampuan diri

Sungguh tak terbayangkan bagaimana rasanya menyandang status baru sebagai mahasiswa. Bener-bener campur aduk. Namun demikian, saat-saat pertama yang dirasakan dan hal mencemaskan adalah tentang kemampuan diri. Terkadang banyak pertanyaan yang mengitari benak seseorang ketika memulai bangku perkuliahannya. Bagaimana sih rasanya menjadi seorang mahasiswa? Apakah matakuliahnya sulit atau mudah? Mampukah saya mengikutinya? Bagaimana dengan tugas-tugasnya?Memberatkankah atau biasa-biasa saja? Lalu, bagaimana dengan dosen-dosennya, killer atau kindly? Agaknya semua pertanyaan mengarahkan dan mempertanyakan kemampuan diri seseorang saat menjadi mahasiswa baru. Tapi, yakinlah pada satu hal bahwa kamu dapat menjalaninya dan melaluinya. Berpikirlah positif tentang dirimu sendiri dan pada kemampuanmu. Memang, terkadang segala sesuatu tampak berat dan tampak tidak mungkin sebelum kita mencobanya dan menjalaninya, Akan tetapi dengan keyakinan dan usahamu, tidak ada yang tidak mungkin. Segela sesuatunya dapat kamu jalani, kamu lakukan dan kamu lalui.

2.  Khawatir tidak mampu berkompetisi 

Awal menjadi mahasiswa adalah awal dimulainya masa perkenalan dan pertemanan. Namun, terkadang banyak juga mahasiswa baru yang pemalu, minder atau tidak percaya diri diawal-awal perkenalannya dengan teman-temanya yang lain. Tentunya, hal itu bukanlah tanpa sebab. Sebab mereka melihat teman-temanya di kelas lebih aktif, unggul, dan partisipatif. Rajin bertanya pada dosen. Selalu memberikan tanggapan dan menyampaikan opininya. Oleh karena inilah, mereka terkadang tidak percaya diri, minder, dan menganggap bahwa dirinya tidak mampu bersaing atau berkompetisi dengan yang kawan-kawannya. Perlu disadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Terkadang kelebihan yang kamu miliki tidak dimiliki oleh temanmu yang lainnya. Hanya saja, kelebihan itu tertutupi oleh ketidakpercayaan dirimu. Sehingga segala sesuatunya menjadikan dirimu lemah, merasa tidak mampu, dan lain sebagainya. Mulailah berfikir, jika mereka bisa, mengapa saya tidak?. Jika mereka mampu, kenapa saya tidak mencobanya? Ketahuilah, bahwa besarnya kemampuanmu dalam berbuat dan bertindak dipengaruhi seberapa besar kepercayaan terhadap dirimu sendiri.

Baca juga:  UIN Jakarta Segera Buka Kampus di Singapura

3. Khawatir tidak mampu beradaptasi

Sejak menyandang status mahasiswa, segala sesuatu telah berubah. Dulu dekat dengan keluarga, sekarang harus hidup mandiri. Dulu bermain dengan teman di kampung halaman, sekarang temannya berbeda. Kecemasan itupun lalu timbul dalam diri mahasiswa baru. Bagaimana dengan teman-teman di kampus? Teman-teman di kos? Bagaimana dengan warga sekitar kosnya? Adaptasi adalah masa penyesuaian diri dengan keadaan yang ada di sekitarnya. Jika memilih teman, pandailah dan telitilah mencari teman. Memilih teman, berarti kamu memilih masa depanmu. Kamu akan kesulitan menjadi mahasiswa hebat jika kamu tidak berteman dengan orang-orang yang hebat. Begitu pula sebaliknya, jika kamu berteman dengan orang yang pemalas, jarang masuk kuliah, maka besar kemungkinan kamu pun akan seperti dia. Seperti anekdot yang berbunyi, “Boleh dekat, tapi jangan melekat”. Sebab, apabila teman jatuh dalam kebodohan, kemalasan, kebobrokan, maka kamu akan juga jatuh di dalamnya. Akan tetapi temanilah ia dan ajaklah ia ke jalan kesuksesan, jalan kemenangan. Intinya, pilihlah teman baru yang baik, berkualitas, karena itu sedikit banyak akan sangat mempengaruhi pribadi kamu. Sekali lagi, memilih teman, berarti memilih masa depan.

4. Khawatir terhadap kondisi keuangan

Bagi sebagian mahasiswa baru yang memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah, tentunya kondisi keuangan menjadi hal yang mencemaskan bagi mereka. Khawatir tidak bisa mencukupi uang bulanan atau jajan. Khawatir tidak mampu membayar uang semester. Khawatir uang praktikum tersendat dan lain sebagainya. Jangan khawatir, masih banyak jalan dan solusi bagi yang mau berusaha. Kamu bisa saja berkuliah sambil kerja atau part time yang penting tidak mengganggu studimu, sehingga kamu dapat memenuhi kebutuhan hidup bulananmu sendiri. Bisa juga dengan mencari beasiswa dan sponsorship. Rajin-rajinlah update informasi mengenai beasiswa. Kamu akan banyak menemui beasiswa yang bertebaran di media online. Dengan begitu, kamu dapat membantu meringankan beban orangtua.

Baca juga:  ​Belajar Bahasa Arab di 5 Universitas Prancis? Ini Tempatnya

5. Khawatir tidak mampu mencapai target

Mewujudkan cita-cita merupakan tujuan utama bagi para mahasiwa. Oleh karenanya, tentukanlah cita-citamu. Tentukanlah targetmu. Akan tetapi, terkadang mahasiswa baru diliputi kekhawatiran akan kemampuan mencapai target dan tujuannya. Sebagai contoh, saya tidak mampu mencapai IP sekian, saya tidak bisa mengerjakan tugas ini atau itu, matakuliah ini terlalu sulit bagiku, dan kekhawatiran lainnya. Buanglah jauh-jauh rasa pesimistis dalam dirimu. Tanamkan rasa percaya diri. Lalu, tuliskan sebanyak-banyaknya target dan tujuan selama kuliah. Misalnya, kamu menargetkan semester ini akan memperoleh nilai A untuk semua mata kuliah. Atau, kamu menargetkan memperoleh Indek Prestasi (IP) cumlaude atau cemerlang di semester ini dan masih banyak lagi tujuan dan target yang dapat kamu tulisankan di awal masa mahasiswa baru. Menuliskan dan memvisualisasikan semua target dan impianmu adalah alarm bagimu bahwa masih banyak target, impian, dan tujuan yang harus kamu capai dan wujudkan. Tentunya, upaya dan kerja kerasmu tersebut diiringi dengan doa dan tawakal pada-Nya

Foto 2Kontributor: Toni Pransiska | Pengamat pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pecinta gudeg

FB: Toni Pransiska | Linkedin: Toni Pransiska

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Toni Pransiska

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini sedang menyelesaikan program doktor di kampus yang sama.
Toni Pransiska
  •  
    1
    Share
  • 1
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close