Ide Kreatif Masyarakat Memprotes Pemerintah Karena Jalan Rusak, 4 Aksi Ini Contoh Uniknya

0 0
  • 51
  •  
  •  
  •  
    51
    Shares

Dibaca: 324

Waktu Baca4 Menit, 14 Detik

DatDut.Com – Kecewa, tidak puas dan jengkel dengan pemerintah daerah yang lamban membenahi infrastruktur banyak melahirkan aksi protes dari masayarakat. Kalau protes dan mengajukan tuntutan dengan demo sepertinya sudah terlalu umum dan mainstream. Nah ternyata ada aksi protes dan meminta perbaikan jalan dengan cara yang unik dan kreatif habis.

Alih-alih berduyun-duyun ke kantor bupati, gubernur atau gedung DPR, beberapa kejadian berikut ini justru dilakukan dengan jumlah anggota aksi yang minim dan terbatas. Meskipun hanya beberapa orang saja, tapi dengan dukungan media sosial dan media-media berita online, aksi yang dilakukan cukup menarik perhatian orang banyak serta tentu saja menampar pejabat dan instansi terkait.

Aksi-aksi seperti berikut ini sudah sering dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Ada yang berhasil mengusik kelambanan pejabat yang berwenang, ada juga yang masih belum mampu menyadarkan keasyikan para pelayan masyakarat. Apa saja aksi unik dan kreatif untuk protes dan minta perbaikan jalan?

1. Aksi Tanam Pohon pisang

Aksi tanam pohon pisang di jalan berlubang adalah yang yang paling banyak dilakukan masyarakat. Mulai dari ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi hingga Banten yang di bagian barat Jawa pernah tereskpos aksi ini oleh media. Demikian pula di luar jawa seperti Sumatra tercatat pernah ada aksi tanam pohon pisang di tengah jalan.

Biasanya jalan kabupaten dan jalan nasional yang jadi sasaran aksi seperti ini. Soalnya tentu karena anggaran desa tak memadai untuk melakukan perbaikan, dan perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerah atau pusat.

Aksi ekstrim penanaman pisang di jalan nasional misalnya pernah dilakukan warga warga Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Seperti dilansir kabar-banten.com, pada 16 Oktober 2016 malam, mereka menanami Jalan Raya Serang-Jakarta, tepatnya di depan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Karena tak kunjung diperbaiki, warga jengkel dan melakukan aksi tanam pohon pisang.

2. Aksi Mancing Mania di Jalan Raya Berlubang

Cara protes lain terhadap lambannya perbaikan jalan oleh pemerintah juga dilakukan dengan cara melakukan aksi mancing mania. Aksi ini juga tak kalah tenar dari aksi tanam pohon pisang. Misalnya aksi warga di sepanjang jalan Desa Kraton dan Desa Kencong, Jembar, Jawa Timur pada 27 November 2016 melakukan aksi mancing mania.

Baca juga:  Ini 5 Keuntungan Belanja di Great Parfum

Aksi yang sama juga digelar warga Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Bengkulu Tengah, Bengkulu pada 6 Desember 2016 melakukan aksi mancing mania di jalan provinsi yang rusak parah. Kali ini mereka tidak memancing ikan sebenarnya. Hanya aksi mancing-mancingan saja untuk menyindir gubernur.

Namun Jamali, Kepala Desa Tengah Padang juga mengancam, jika tidak ada respon perbaikan jalan tersebut, maka warga tidak lagi akan melakukan aksi memancing tetapi akan menanam padi di atas jalan yang berlubang. “Kalau perlu kami pagari jalan yang berlubang itu, terus dilepas bibit ikan,” ujarnya pada Harian Rakyat Bengkulu.

3. Aksi Undang Pejabat untuk Berwisata di Jalan Berlubang

Ini aksi yang baru-baru ini sedang viral di Facebook. Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Repost (Remaja Positif) dan Genk Sekampoeng, melakukan cara unik untuk menyampaikan aspirasi.

Jalan di Desa Sekampung yang penuh lubang mereka pasangi poster dengan tulisan “Wisata Gratis Jeglongan Sewu” (Kubangan Seribu). Lalu mereka berfoto dengan barmacam pose dan gaya untuk menyindir pemerintah yang tak juga melakukan perbaikan jalan yang rusak.

Foto-foto itu lalu diunggah oleh Zuhri Siregar dalam akun Fecebooknya. Hingga tulisan ini dibuat, postingan berisi 12 foto tersebut telah viral dibagikan hingga 3.196 kali, mendapat tanggapan 2,6 ribu, dan dikomentari sebanyak 329 kali.

“Wisata GRATIS JEGLONGAN SEWU Sekampung-Lampung Timur,” tulis Zuhri medeskripsikan foto-fotonya. “Bisa berenang sambil naik mobil, Sembari menikmati sensasi bak naik roller coaster, Bisa uji nyali juga, kurang waspada hilang nyawa.

# dear Pemerintah yang kami cintai

# dear Bapak Gubernur

# dear Ibu Bupati

Mari wisata bersama , Nikmati keindahan daerah kami, Kami #Lapor. Ini adalah tanda cinta kami. Untuk menunjukan kepada dunia betapa indahnya daerah kami. Salam cinta dari kami. Para pejalan kaki Disepanjang jalan ini. Pernah beberapa kali menelan korban karena gelombang tajam di kanan dan kiri. Apalagi di malam hari tidak ada penerangan sama sekali. Itu nyata… Ada kakek-kakek memilih jalan kaki mendorong sepedanya. Karena merasa tak mampu melewati rintangan yang ada di depan mata. Mari kunjungi daerah wisata kami. Sekampung – Lampung Timur.”

Baca juga:  Ini 5 Hal yang Menjengkelkan dari Grup WA

4. Aksi Gambar Alat Kelamin di Jalan Berlubang

Aksi yang satu ini belum pernah diberitakan terjadi di Indonesia. Mungkin termasuk pornografi yang terlarang ya. Tapi aksi ini terjadi di Manchester, Inggris.

Seperti dilansir Fastcodesign.com (27/4/2015) seseorang dengan nama samaran Wanksy menggambar alat kelamin pria di setiap lubang jalan. Di jalan kota tersebut memang banyak lubang, rata-rata setiap 1 setengah mil terdapat 70 lubang.

Tak hanya berhenti di situ saja, Wanksy membuat halaman di Facebook dengan nama WanksyRoadArtist. Menurutnya orangtua di Manchester tidak akan lama-lama membiarkan anak-anak melihat gambar kelamin tersebut. Dengan begitu para orangtua pasti akan segera melaporkan. Benar saja, aksinya membuahkan hasil. Dalam waktu 48 jam sejak aksinya, jalan-jalan berlubang tersebut segera ditambal.

Uniknya lagi, Wanksy tidak berhenti di situ saja. Hingga saat ini, halaman WanksyRoadArtist masih aktif dan terus mencari sasaran jalan berluang yang belum ditambal. Wah, bagaimana kalau ditiru di Indonesia ya? Kira-kira apakah efeknya sama dan jalan berlubang segera ditambal atau malah pelakunya ditangkap?

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin
  • 51
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *