Lawan Hoax, Tegakkan Maqashid Syariah

  • 14
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

DatDut.Com – Dewasa ini, kehidupan manusia selalu diwarnai dengan berbagai informasi, berita dan banyak hal lainnya yang menyebar cepat dan deras sehingga dapat mempengaruhi pola pikirnya.

Penyebaran informasi tersebut sangat cepat karena melalui berbagai macam media. Apalagi saat ini, hampir semua orang sudah terkoneksi satu sama lain melalui media, sosial misalnya seperti whatsapp, telegram, facebook dan lain sebagainya seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut segala hal menjadi serba cepat dan instan.

Terlebih, menjelang pemilu raya yang akan segera digelar pada tahun 2019 ini, tentunya akan lebih banyak lagi informasi dan berita yang tersebar.

Meskipun tidak semua berita yang tersebar adalah sebuah kebohongan atau biasa kita sebut dengan berita hoax, namun kita tetap perlu memilah, dan memilih dengan cermat antara informasi yang terjamin kebenarannya dan informasi yang palsu.

Menyikapi hal tersebut, tentulah kita sudah mengetahui bahwa berita hoax tidak hanya terjadi belakangan ini, namun sudah ada sejak dahulu, bahkan ketika zaman Rasulullah.

Oleh karena itu, sebagai muslim yang selalu mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta meneladani perilaku beliau yang dalam misinya beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Banyak hal yang sudah diajarkan dalam Islam bagaimana cara menyikapi dan merespon mengenai berita hoax.

Mengapa islam mengajarkan demikian? Karena Islam tidak hanya sekedar berisi ajaran agama mengenai peribadatan kepada Allah SWT saja, tetapi juga mengajarkan tentang bagaimana cara hidup bermasyarakat (muamalah) dengan baik pula.

Ini sebagaimana dalam kajian ushul fiqh, terdapat maqashid syariah (tujuan-tujuan adanya syariat islam. Tujuan-tujuan tersebut ada lima, yaitu menjaga agama ( حفظ الدين ), menjaga diri/jiwa ( حفظ النفس ), menjaga akal ( حفظ العقل ), menjaga keturunan ( حفظ النسل ), menjaga harta ( حفظ المال ).

Dari tujuan-tujuan tersebut, sudah sepantasnya kita sesama manusia saling menjaga, bukan saling menjatuhkan dengan berita hoax karena bisa termasuk salah satu dari kategori namimah (adu domba) atau menebar kebencian bahkan fitnah.

Baca juga:  Mbah Google Berubah Wajah 5 Kali dalam Bulan November, Ini Alasannya

Bahkan dalam Islam, larangan tentang berita hoax tersebut tidak hanya sebatas fitnah dalam cakupan luas, namun lebih detail lagi yaitu mengenai gunjingan dan ujaran kebencian, sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Hujurat 49:12

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang

Kita sebagai seorang muslim untuk turut serta menegakkan maqashid syariah yang merupakan hakikat adanya islam yang mengatur tentang ibadah dan muamalah.

Apalagi menjelang Pemilu 2019 nanti, kita harus lebih mawas diri agar tidak mudah ikut menyebarluaskan berita hoax. Kita perlu bersikap dewasa dan bijak dalam mengkonsumsi makanan dalam media sosial.

Salah satu caranya adalah mengklarifikasi berita atau informasi tersebut sebagaimana telah diajarkan oleh Allah dalam QS. Al-Hujurat 49:6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu

Ayat tersebut menjadi dasar agar seseorang bijaksana dalam bermedia sosial, tidak serta merta menerima dan langsung ikut menyebarkan informasi, namun perlu melakukan tabayyun (klarifikasi) dengan teliti terlebih dahulu. Sehingga informasi yang kita terima benar-benar akurat dan terjamin keabsahannya.

Baca juga:  Ternyata, 5 Rumput Liar Berikut Ini Berkhasiat sebagai Obat

Selain itu, kita harus cermat dalam menerima berita dengan cara mengetahui ciri-ciri berita hoax. Menurut Wina Armada Sukardi (Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat), sebagaimana dilansir okezone.com dalam artikel “Kenali Berita Hoax lewat 7 Ciri-Ciri Ini” yang diunggah pada 2 Mei 2017 menuturkan bahwa setidaknya ada tujuh ciri umum berita hoax

Pertama, umumnya menyajikan informasi secara sensasional. Maksudnya, artikel yang di unggah tersebut dapat menggugah perasaan dan emosi seseorang dengan berlebihan.

Kedua, materi yang disampaikan bersifat provokatif. “Biasa dengan memakai kata-kata ‘Sebarkan!’ atau ‘Lawan!'” tandasnya.

Ketiga, keaktualisasiannya. Menurut Wina, berita hoax itu suka-suka. Berita lama pun bisa dia naikkan lagi, ditulis ulang seolah peristiwanya baru terjadi.

Keempat, sumber berita yang dimuat tidak jelas.

Kelima, “mengandung unsur diskriminatif. Tujuannya untuk memojokkan pihak lain, di satu sisi mengagung-agungkan pihak yang satunya,” lanjutnya.

Keenam, berita hoax terlihat dari gaya penulisannya yang diselipkan tanda-tanda. Misalnya, ada huruf besar dan kecil tidak pada tempatnya di judul.

Ketujuh, Wina percaya bahwa berita hoax sudah melalui proses pengeditan. Dalam arti, ada informasi yang sudah dipotong maupun ditambahkan tanpa seperlunya.

Dengan kita mengenali ciri-ciri dan bahaya serta langkah menyikapi berita hoax, kita dapat lebih berhati-hati dan bijak dalam bersosial media sehingga kita tidak merugikan pihak manapun serta kita juga turut serta menegakkan maqashid syari’ah ajaran Islam.

 

Komentar

M. Zuhrin Nada Mahendra

M. Zuhrin Nada Mahendra

Mahasiswa Jurusan PAI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Kediri dan PKPT IPNU-IPPNU UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
M. Zuhrin Nada Mahendra

Latest posts by M. Zuhrin Nada Mahendra (see all)

  •  
    14
    Shares
  • 14
  •  
  •  

2 thoughts on “Lawan Hoax, Tegakkan Maqashid Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *