Lasem dan Sarang yang Melahirkan Banyak Ulama

  • 42
  •  
  •  
  •  
    42
    Shares

DatDut.Com – Saking banyaknya orang alim dan pesantren di Lasem dan Sarang, sampai-sampai banyak orang yang lebih kenal Lasem dan Sarang daripada Rembang.

Padahal, Lasem dan Sarang hanyalah kecamatan dari kabupaten di Jawa Tengah yang bernama Rembang.

Ulama di Lasem dan Sarang dalam karya-karyanya yang umumnya berbahasa Arab dengan bangga mencantumkan nisbah tanah kelahirannya: al-Lasimi dan as-Sarani.

Pesona Lasem saat ini memang tak seberkilau dulu ketika banyak kiai besar memangku pondok pesantren di sekitaran Lasem. Santri datang dari seantero negeri.

Meski saat ini Lasem kembali mulai mempunyai magnet lagi dengan munculnya Gus Qoyyum (K.H. Abdul Qoyyum) yang meramaikan wacana keagamaan nasional.

Baca juga:  Kelatahan Medsos, Politisi Alay, dan Ketidakadilan dalam Menilai Peristiwa

Namun, Sarang masih kuat sekali magnetnya karena kemarin-kemarin masih ada Mba Moen yang diperkuat oleh putra-putra beliau yang memang dikenal alim dan terpelajar.

Ciri khas lain kiai-kiai di kawasan ini: istikamah. Dalam kondisi apa pun, kiai-kiai di sini tak pernah mau libur mengaji kecuali memang sedang uzur atau memang hari libur yang jatuh pada hari Selasa dan Jumat.

Tak jarang harus mengqadha ngaji bila beliau-beliau telat sampai pesantren dari bepergian.

Memang bukan berarti nyantri di Lasem dan Sarang sepenuhnya nikmat. Kalau soal keilmuan memang nikmat sekali karena di dua tempat ini, santri di satu pesantren boleh mengaji di pesantren lain tanpa dipungut biaya apa pun.

Baca juga:  Nasihat Terbuka untuk Kiai Ahmad Ishomuddin

Tapi soal cuaca yang panas, posisi di dekat pantai, dan kalau musim panas, air sumur habis, menyebabkan santri susah mandi dan nyuci. Kalau mandi dan nyuci kadang terpaksa harus mengungsi ke wilayah lain yang tidak kekurangan.

Satu lagi, pondok pesantren di dua kawasan ini yang secara terbuka, tanpa pagar yang memisahkan diri dari lingkungan, membuat ujian tersendiri bagi santri. Kalau yang tidak fokus belajar, pasti pulang tak membawa ilmu.

Ini setidaknya yang saya lihat dan saya rasakan selama 6 tahun nyantri di Pondok Pesantren An-Nur Lasem.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

  •  
    42
    Shares
  • 42
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close