Lakukan 5 Hal Ini sebelum Datang Ramadan

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Ramadan sudah kurang dari sebulan lagi. Itu artinya kita sudah harus mulai mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu agung bernama Ramadan.

Mengapa? Karena bulan ini sangat istimewa. Bulan penuh ampunan. Bulan di mana kebaikan dilipatgandakan. Bulan di mana ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan (lailatul qadar).

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan? Berikut 5 hal yang biasa dilakukan oleh sahabat, tabiian, ulama, dan shalihin, sebelum Ramadan:

1- Memperbanyak Berdoa

Para sahabat bahkan sudah berdoa agar dipertemukan 6 bulan sebelum Ramadan. Mengapa? Ramadannya memang insya Allah pasti datang, tapi kitanya yang belum tentu bertemu.

Maka, kita dianjurkan untuk banyak berdoa agar masih diberi umur panjang saat Ramadan tiba.

Doa yang kerap dibaca oleh para sahabat adalah: “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana” (ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban. Lalu, pertemukan kami dengan bulan Ramadan).

(Sekadar info, doa ini sering dianggap sebagai doa Nabi, padahal berdasarkan penelitian para ulama, riwayatnya dhaif. Tapi doa ini tetap bisa dibaca, dengan catatan tidak boleh menyebutnya sebagai doa Nabi).

2- Melunasi Hutang Puasa Ramadan Sebelumnya

Bila masih punya hutang puasa Ramadan sebelumnya karena sakit, menstruasi, bepergian, atau alasan lain yang dibenarkan agama (udzur syar’i), maka hendaknya kita menyegerakan untuk membayar hutang puasa.

Aisyah r.a. diriwayatkan bersegera menyelesaikan hutang puasa Ramadan sebelumnya, terutama saat sudah memasuki bulan Syakban.

Mengapa diminta disegerakan, karena bila kita membayarnya saat sudah memasuki Ramadan, menurut mazhab Syafii, kita tetap harus mengqadhanya dan ditambah membayar fidyah sebagai kaffarat (penebus) kelalaian kita.

Baca juga:  Ini 5 Keunggulan Buku "Ibadah tanpa Beban"

3- Mulai Meningkatkan Ibadah Sunah

Memperbanyak ibadah sunah sejatinya juga bermanfaat untuk mengondisikan tubuh agar siap menghadapi perubahan pola makan dan istirahat selama Ramadan.

Menjelang Ramadan seperti sekarang, kita sudah semestinya mulai meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah sunah kita agar saat Ramadan tubuh kita tidak kaget.

Ibadah sunah yang biasa ditingkatkan oleh para sahabat Nabi seperti puasa sunah, membaca Alquran, dan qiyamullail.

Soal puasa sunah, dalam riwayat Aisyah r.a. disebutkan bahwa Nabi paling rajin berpuasa sunah pada bulan Syakban. Setelah Ramadan, hanya bulan Syakban yang Nabi paling banyak berpuasa dalam sebulan.

Terkait meningkatkan bacaan Alquran, para sahabat saat sudah memasuki bulan Syakban mulai fokus hanya kepada Alquran. Mereka bahkan menutup tempat usahanya dan mengurangi aktivitas keduniawian mereka hanya semata-mata agar bisa membaca Alquran lebih banyak.

Satu lagi soal qiyamullail, saat menjelang Ramadan begini para salafsaleh mulai memperbanyak jumlah rakaatnya, bahkan ada yang disertai dengan khataman Alquran.

4- Menyelesaikan Tanggungan Hak Adami

Hal yang tak kalah pentingnya adalah kita menuntaskan tanggungan hak adami (hak yang berhubungan dengan sesama), agar saat memasuki Ramadan, kita tidak punya beban kezaliman kepada orang lain.

Dalam hal ini, sebagian ulama bahkan menyebut, bila kita masih punya beban kezaliman pada sesama, maka itu sebetulnya yang menjadi salah satu penyebab kita sulit memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan.

Maka, bila ada orang yang terluka hatinya karena lisan dan perbuatan kita, segera minta maaf. Minta maaf justru dianjurkan sebelum datangnya bulan Ramadan, bukan menunggu Idul Fitri.

Baca juga:  Tarawih di Maroko 19 Rakaat, Lho! Masih Ngotot Merasa Paling Benar Dalilnya?!

Bila kita ada hutang janji, segeralah ditunaikan. Apalagi bila punya hutang materi, segeralah dibayarkan. Jangan ditunda-tunda bila sudah ada yang dipakai untuk membayarnya.

5- Menyegerakan Membayar Zakat kepada Fakir-Miskin

Salah satu tradisi baik yang dilakukan oleh salafsaleh adalah menyegerakan pembayaran zakat kepada fakir-miskin, agar mereka bisa memanfaatkannya untuk bekal berpuasa Ramadan bersama keluarga.

Ini tentu bila sudah sampai haul dan nishabnya atau setidaknya mendekati. Atau kalaupun sudah lewat, maka saatnyalah kita memperbanyak sedekah kepada mereka yang membutuhkan.

Jangan biarkan kaum dhuafa terlantar dan berkeliaran di jalan-jalan selama bulan puasa. Biarkan mereka bisa juga menikmati indahnya beribadah selama bulan Ramadan bersama keluarga.

Semoga dengan mengamalkan 5 hal ini, kita dapat bertemu Ramadan dalam keadaan hati bersih, jiwa suci, dan dapat memaksimalkan ibadah kita selama Ramadan. Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terindah kita.***

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close