Menjual Kontroversi Demi Popularitas, Ini 5 Sosok Kontroversial di Media Sosial

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 609

Waktu Baca3 Menit, 57 Detik

DatDut.Com – Tak bisa dipungkiri lagi, media sosial (medsos) kini sudah jadi tempat nongkrong kedua, bahkan malah ada yang jadi tempat nongkrong pertama. Medsos tidak hanya platform gaul saja, tapi sudah jadi alat ukur eksis bagi sebagian orang, terutama kaum muda.

Beragam ekspresi ditumpahruahkan di medsos, mulai soal hati, hobi, jualan, pilihan politik, bahkan hingga sampai pilihan kepercayaan atas hal-hal yang sensitif. Mulai cuma narsis, sok-sok jadi pengamat, sampai yang hobinya ribut, juga dengan mudah kita temui di medsos.

Sepanjang waktu kita disuguhi berbagai hal dari teman-teman medsos kita. Dari berbagai info itu, tampil beberapa sosok yang tampil dan dibicarakan dalam berbagai topik yang sedang hangat. Entah disengaja atau tidak, setiap kali sosok-sosok itu melontarkan sesuatu, entah itu status FB atau twitan, selalu saja menimbulkan pro-kontra.

Ada yang suka dan tak kurang juga yang mencibirnya (atau bahasa medsosnya: nyinyir). Maksudnya disengaja di sini, soal tampil beda. Sebagai dampaknya, sosok-sosok ini pun mendulang popularitas di dunia maya. Berikut 5 sosok kontroversial di media sosial:

[nextpage title=”1. Jonru”]

1. Jonru

Siapa pun yang aktif di medsos, pasti kenal nama Jonru. Ia mendadak terkenal setelah musim Pilpres 2014 lalu sangat aktif mengkritik pasangan Jokowi-JK yang saat itu masih jadi capres-cawapres juga tim suksesnya, termasuk materi kampanyenya. Padahal sebelumnya, tak banyak yang kenal dengan nama ini, mungkin hanya orang-orang tertentu yang pernah ikut pelatihan penulisan dengannya.

Ia sebelumnya memang diketahui sebagai instruktur dalam kegiatan kepenulisan online. Setelah musim kampanye, melalui akun twitternya @jonru ia juga terus mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Di luar Jokowi-JK, komentarnya di medsos juga banyak menyoroti kelompok liberal.

Beberapa komentar dan data yang disodorkannya, sering dianggap membuat “panas” pihak-pihak yang dikomentarinya, meskipun banyak juga yang menganggap data atau komentarnya tak berdasar, tendensius, dan penuh fitnah. Sebab ini pula oleh para penyerangnya, dimunculkan kata baru menjonru yang berarti ‘memfitnah’.

Baca juga:  Soal Wanita Bekerja, Jangan Marah pada Felix Siauw setelah Baca 5 Penjelasan Ini

[nextpage title=”2. Ulil Absar Abdalla”]

2. Ulil Absar Abdalla

Sosok ini sebetulnya bukan nama baru dalam jagat kontroversi. Ia mulai dikenal publik setelah memprakarsai pendirian Jaringan Islam Liberal dengan beberapa temannya.

Sejak saat itu, namanya selalu menjadi sasaran tembak para pengkritiknya. Seiring perkembangan pesat medsos beberapa tahun belakangan, Ulil yang juga aktif di medsos melalui akun twitternya @ulil, kerap menjadi bulan-bulanan para penyerangnya.

Ulil sendiri sepertinya tahu sepenuhnya akan hal itu. Meskipun tahu, Ulil bukannya menghentikan mengomentari hal-hal kontroversial, tapi malah memanfaatkan medsosnya untuk melancarkan provokasinya dan menyerang kembali para pengkritiknya. Belakangan ia juga aktif mengkampanyekan Islam Nusantara, yang juga memantik kehebohan di dunia maya.

[nextpage title=”3. Felix Siauw”]

3. Felix Siauw

Nama ini tentu tak asing beberapa tahun belakangan ini. Ia kerap mengkritik soal nasionalisme yang menurutnya tak ada dalilnya dalam Islam. Maklum sosok yang dikenal dengan panggilan Ustad Felix Siauw ini juga aktivis di Hizbut Tahrir Indonesia.

Melalui akun twitternya @felixsiauw, ia aktif tidak hanya terkait isu nasionalisme dan khilafah, tapi juga soal keprihatinannya terhadap fenomena pacaran di kalangan muda-mudi zaman sekarang.

Ia pun mengkampanyekan penggunakan apa yang disebutnya sebagai jilbab syar’i. Menurutnya, berjilbab saja tidak cukup, tapi perlu memperhatikan rambu-rambu berjilbab yang dibenarkan oleh syariat Islam. Karena fokus pada isu-isu tersebut, Felix kerap jadi sasaran kritik dan serangan sporadis dari pihak-pihak yang tak suka dengan komentar-komentarnya.

[nextpage title=”4. Ade Armando”]

4. Ade Armando

Dia sebetulnya dosen komunikasi UI dan beberapa kampus lainnya. Mungkin karena aktivitasnya sebagai dosen komunikasi inilah yang membuatnya aktif bermedsos, yang salah satunya di twitter melalui akun @adearmando1. Ia seperti menemukan panggung di twitter, terlebih ketika melontarkan hal-hal kontroversial yang nyerempet-nyerempet persoalan agama.

Baca juga:  Hanya Menunggu Waktu Negara Ini Hancur Saat Kita Kehilangan Semangat Bela Negara

Beberapa waktu belakangan ia kerap mengomentari berbagai isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan gaya khas dan satir. Ia ikut berkomentar mengenai pembacaan Alquran dengan langgam Jawa, Tuhan bukan orang Arab, dan yang terakhir komentarnya soal hadis mengenai makan-minum dengan tangan kanan.

Persinggungannya dengan isu-isu agama ini mungkin sebagai kelanjutan dari musim kampanye yang menempatkannya pada kubu Jokowi-JK, yang seperti diketahui luas tidak didukung oleh kelompok Islam.

[nextpage title=”5. Firanda”]

5. Firanda

Mungkin nama ini masih asing bagi sebagian orang, tapi bagi mereka yang aktif di medsos (terutama di Facebook) dan mereka yang konsen di isu-isu perdebatan masalah-masalah keagamaan, nama ini cukup terkenal.

Nama Firanda Andirja kerap terlibat perdebatan sengit dengan beberapa pihak yang tak sependapat dengan pemikiran dan pendapatnya, terutama terkait dengan isu-isu seputar kesalafian, terutam masalah bidah.

Perdebatannya ternyata tidak hanya berlangsung di dunia maya, tapi juga hingga dilanjutkan dengan perdebatan di dunia nyata. Salah satunya adalah perdebatannya dengan Idrus Ramli, aktivis muda NU, yang bisa dilihat secara lengkap di Youtube.

Meskipun belakangan tampaknya Firanda jarang terlibat dalam wacana publik, tapi sosoknya masih kerap disebut-sebut sebagai sosok yang pendapat dan pemikirannya mengundang pro dan kontra dari masyarakat luas.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *