Komentar Sinis Netizen soal Karangan Bunga untuk Ahok

Pin It

DatDut.Com – Rabu kemarin publik sempat dihebohkan oleh seribuan karangan bunga yang berisi ucapan terima kasih untuk Ahok yang dikirim ke Balaikota.

Entah apa maksudnya, yang jelas karangan bunga itu cukup menggelikan. Menggelikan karena karangan bunga itu datang dalam waktu yang bersamaan, seperti ada yang mengkoordinir. Isinya juga banyak yang lucu-lucuan. Pengirimnya pun tidak jelas.

Publik pun mencurigai karangan bunga itu dikirim sendiri oleh pendukung Ahok, yang sudah memesan karangan bunga itu yang mulanya direncanakan untuk karangan bunga sebagai ucapan selamat untuk kemenangan. Tapi kisahnya ternyata tak sesuai rencana. Jadilah, karangan bunga jadi-jadian itulah yang keluar.

Berdasarkan pantauan DatDutNews, komentar netizen rata-rata sinis dan geli. Komentar sinis pertama datang dari akun Syarif Hade. Di postingan itu Syarif menulis:

“Kalau di KBBI fungsi karangan bunga itu hanya ada 3: tanda ucapan selamat, untuk hiasan, atau tanda turut berduka cita.

Jadi, karangan bunga untuk ucapan terima kasih tidak ada di KBBI. Mungkin yang bikin karangan bunga itu mestinya menambahkan fungsi lain, misalnya sebagai tanda tak siap kalah atau tanda gagal move on.

Alhamdulillah, mereka rajin blunder. Kata Pak Mahfud semalam, “Sudah takdir Allah.”

Di akhir postingan itu, Syarif melampirkan tangkapan layar dari KBBI Daring versi V.

Baca juga:  Ternyata Ada Banyak Jenis Wali, Ini 5 Kategorinya

 

Akun Ahmad Nur Islami menulis di akunnya:

“Karangan bunga untuk Ahok banjir di balai kota. Tapi apa yang terjadi tadi siang ALLAH PUNYA KUASA. Hujan Angin dan Petir menyapu bersih Karangan Bunga kebanggaan AHOKER. #habis semuanya.”

Ada foto yang dilampirkannya untuk menunjukkan bahwa karangan bunga itu luluh-lantak:

 

 

Akun Nadia menulis komentar sinis berikut:

“Hahaha, sama karangan bunga bangga, lu gak lihat hok berjuta umat Islam yg berdemo menuntut keadilan supaya lu di penjara karena telah menista agama. Dibanding dgn umat Islam yg hadir, bunga lu kagak ada apa2nya.”

Kang Dudi juga menuliskan kekesalannya pada kelakuan pendukung Ahok yang mengirimkan kiriman bunga itu sebagai pencitraan:

“Ga henti”nya pencitraan, itu karangan bunga di beli sendiri, dikirim sendiri, diatasnamakan masyarakat, padahal mereka yg pesan dan mereka juga yg terima, dasar PECUNDANG DAN BENALU BANGSA.”

Hal yang kurang lebih sama diungkapkan oleh akun Sofyan Hadi. Begini katanya:

“Pahlawan bukan..bikin jkt ga ada orang miskin lg..kaga juga..aneh banget aja..kaya jadi isu untuk mengalihkan hakim yg mau mutusin hukuman ahok…biar bisa bilang..bpk hakim..ahok itu banyak yg simpati..liat karangan bunga nya..mereka menganggap ahok org yg sangat berjasa.”

Akun Arief Zun malah lebih keras lagi dalam menyindir. Dengan meniru gaya bahasa yang biasa dipakai para pendukung Ahok, Arief Zun menyampaikan sindiran sarkastisnya seperti berikut:

“Dasar angin dan hujan rasis, anti pancasila, anti kebinekaan, masak karangan bunga utk ahok di hancurin, meskipun ahok cina dan kristen seharusnya gak boleh gitu lo ngin, jan, jangan radikal gt.”

Komentar sinis atas karangan bunga ini masih banyak beredar di media sosial. Intinya, masyarakat sudah sangat cerdas dan tidak bisa dibohongi terus-terusan dengan pencitraan murahan model karangan bunga.

Baca juga:  Ahli Bahasa Tegaskan Surat Al Maidah 51 sebagai Alat Kebohongan

Mungkin para pendukung Ahok harus mulai berbesar hati menerima kekalahan ini dan mengintrospeksi diri atas kekalahan itu. Jangan terus-terusan memprovokasi yang justru semakin menghilangkan simpati masyarakat. Dan, belajarlah dari blunder-blunder yang sudah dilakukan.

 

DatDutNews

DatDutNews

Mengabarkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
DatDutNews

Post Author: DatDutNews

Mengabarkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *