Klaim Dusta HTI Soal Khilafah ala Minhajin Nubuwwah

0 0
  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 214

Waktu Baca2 Menit, 23 Detik

DatDut.Com – Pembahasan terkait dengan penyimpangan propaganda HTI selalu menarik minat umat Islam di Indonesia.

Ini setidaknya juga tercermin dalam kajian online yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika pada Sabtu (2/5).

Tiga hari sebelum kajian berlangsung, berita kajian ini disebarluaskan melalui grup-grup whatsapp.

Tidak perlu menunggu seharian grup whatapp yang hanya menampung sekitar  256 anggota pun terisi penuh sehingga grup kedua dibuat kembali untuk menampung antusiasme peserta.

Hadir sebagai narasumber Dr. Moch. Syarif Hidayatullah yang selama ini dikenal publik sebagai peneliti dan pemerhati isu-isu khilafah di Tanah Air, yang salah satu objek kajiannya adalah HTI.

Diskusi ini dipandu oleh Ketua Rasionalika Muhammad Thaberani dan berlangsung dari pukul 15.30 hingga jelang waktu berbuka.

Tema yang diangkat adalah ‘Benarkah Khilafah HTI ‘Ala Minhajin Nubuwwah?”

Kajian ini dibuka bebas untuk semua kalangan karena memang bertujuan untuk mendiskusikan kembali apa sebenarnya khilafah yang dimaksudkan oleh HTI.

Seperti diketahui bahwa pemerintah telah membubarkan ormas ini pada tahun 2017 karena ideologi yang diusungnya dinilai bertentangan dengan Pancasila dan anti NKRI.

Kajian yang berlangsung dengan durasi sekitar satu jam tiga puluh menit lebih ini berisi pemaparan yang mendetail dari Ustaz Syarif.

Baca juga:  Peneliti UIN Jakarta: Biksu Wirathu, Jangan Nantangin Aceh Perang!

Dalam paparannya, Ustaz Syarif memberikan sajian data yang lengkap, komprehensif, dan menarik.

Intinya bahwa klaim HTI itu lemah karena terbukti hadis yang dipakai HTI menurut para ulama hadis bermasalah baik secara sanad maupun matan.

Dalam kesimpulannya, di antaranya Ustaz Syarif mengatakan “Khilafah itu ijtihad, bukan syariat. Karena kalau betul syariat, tidak mungkin HT/HTI dilarang oleh negara-negara Islam Kontemporer.”

“Hadis khilafah ala minhajin nubuwwah secara matan berdasarkan para pensyarah Hadis hanya terkait: Khulafa Rasyidin, Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan kekhilafahan Nabi Isa atau Imam Mahdi. Tak ada satu pun ahli hadis yang menyebut itu terkait HT/HTI.”

Karena keterbatasan waktu, moderator hanya membacakan pertanyaan dari Instagram, WA, dan Google Meet.

Pada kajian ini, disayangkan ada beberapa ketika kajian berlangsung ada beberapa oknum HTI yang melemparkan beberapa pernyataan melalui chat yang tidak baik kepada pembicara.

Bahkan ada yang iseng menganggu kajian tersebut dengan membuka microphonenya sehingga suara narasumber menjadi kurang jelas, padahal sudah ada tata tertib kajian yang telah diberitahukan sebelumnya.

Yang sangat tidak simpatik, sehari sebelum kajian ini berlangsung, salah satu ustaz HTI ternyata mengadakan kajian dengan waktu yang sama.

Baca juga:  Sekolah-sekolah Internasional yang Berafiliasi ke Fethullah Gulen Ini Pun Terancam Ditutup

Bahkan pesan siaran yang disebarkan melalui grup Whatsapp sama persis. Yang diganti hanya tema dan pengisi kajiannya saja. Tentu ini aneh dan janggal, juga menunjukkan rendahnya kreativitas dan integritas diri.

Ketika dikonfirmasi langsung oleh pihak Rasionalika, ustaz HTI ini mengatakan untuk menjawab asumsi-asumsi sepihak oleh kajian ini.

Klaim menjawab asumsi sepihak justru sebetulnya mestinya tertuju pada ustaz HTI ini yang tak mengikuti kajian Rasionalika, tapi sudah berkesimpulan.

Tapi biarlah publik yang akan menilai sendiri. Bahwa selama ini klaim-klaim HTI ini penuh dusta dan kebohongan. Selalu ada jarak antara klaim dan fakta. Hanya wacana dan tak berbuat apa-apa di tataran realitas.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *