Merasa Lemah Iman dan Terombang-ambing Oleh Fitnah Akhir Zaman? Baca 3 Kitab Ini!

  • 37
  •  
  •  
  •  
    37
    Shares

DatDut.Com – Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘laailaahaillallah’, sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan,” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, kata cabang maksudnya adalah sikap atau bagian. Jadi, cabang iman merupakan wujud tindakan atau sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang beriman.

Menyikapi hadis ini, para ulama banyak yang berusaha mengumpulkan hadis-hadis yang terkait tanda keimanan yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin. Hal itu dilakukan dalam rangka mempermudah umat islam, khususnya yang awam untuk lebih mengerti bagaimana seharusnya seorang mukmin bersikap dan bertindak.

Hadis yang berserakan dalam berbagai kitab hadis terlalu tersebar dan perlu dihimpun dengan satu tema. Karenanya muncullah kitab-kitab yang membahas cabang-cabang keimanan. Nah, untuk mempelajari berbagai cabang keimanan, 3 kitab berikut ini bisa Anda jadikan rujukan:

[nextpage title=”1. al-Jami li Syu’ab al-Iman”]

1. al-Jami li Syu’ab al-Iman

Kitab ini adalah karya al-Hafiz Abu Bakr Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi (384 H-458 H). Lebih terkenal dengan sebutan Imam al-Baihaqi. Kitab ini merupakan kumpulan hadis-hadis lengkap dengan sanadnya. Berbekal penguasaan terhadap tafsir, hadits, atsar, dan ilmu-ilmu lainnya, Imam al-Baihaqi menelusuri dan mengumpulkan hadis-hadis terkait cabang-cabang keimanan hingga menemukan 77 cabang. Keseluruhan penemuannya itu dikuatkan dengan ayat-ayat Alquran, hadis, dan atsar.

Kitab ini merupakan kitab terbesar dalam pembahasan cabang keimanan. Dalam terbitan Maktabah ar-Rusyd, mencapai 14 juz. Total halamannya saja lebih dari 7.820 halaman. Dengan jumlah jilid dan ketebalan yang demikian, maka sangat mungkin banyak orang yang enggan menelaah kitab ini. Untuk memilikinya saja tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Baca juga:  Syekh Nawawi Banten Anjurkan Santri Ikuti 5 Sifat Anjing yang Terpuji

Melihat celah ini, al-Qadhi Abul Ma’ali ‘Umar bin Sa’duddin al-Qazwini asy-Syafi’i (653 H-699 H) melakukan terobosan besar dengan melakukan penelitian naskah dan meringkas kitab tersebut. Akhirnya lahirlah kitab berjudul Mukhtashar Syu’abul Iman. Inilah ringkasan luar biasa atas Syu’ab al-Iman al-Baihaqi.

Dengan melakukan berbagai peringkasan dan tanpa mencantumkan seluruh rangkaian sanad dan berbagai keterangan yang luas, al-Qadhi Umar berhasil mengambil intisari tanpa merubah tujuan utama kitab milik al-Baihaqi. Dari 7000 halaman lebih, menjadi 176 halaman saja.

Nah, bagi Anda yang ingin memiliki versi digital kedua kitab ini dengan gratis, al-Jami’ li Syu’ab al-Iman dan ringkasannya, bisa mengakses website al-waqfeya dan ahlalhdeeth.

[nextpage title=”2. Qami’ at-Tughyan ‘ala Mandzumah Syu’ab al-Iman”]

2. Qami’ at-Tughyan ‘ala Mandzumah Syu’ab al-Iman

Kitab tipis ini juga menerangkan berbagai cabangan iman. Ditulis oleh Syekh Nawawi Banten. Menurutnya, Qami’ at-Tughyan merupakan penjelasan atas kitab nazam Syu’ab al-Iman tulisan Syekh Zainuddin bin Ali bin Ahmad. Bait-bait Syu’ab al-Iman sendiri merupakan terjemah versi Arab dari kitab berjudul sama namun dalam bahasa Persia (Iran) karya Sayyid Nuruddin al-Ijiy. Berjumlah 26 syair dalam irama kamil.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Nawawi di awal kitabnya, Syekh Zainuddin adalah ulama kelahiran Kusyim, Malabar (12 Sya’ban 842 H). Beliau banyak menulis kitab, antara lain Hidayah al-Adzkiya, Tuhfah al-Ahya’ dan Irsyad al-Qashidin yang merupakan ringkasan kitab Minhaj al-Abidin karya Imam al-Ghazali. Kitab Qami’ at-Tughyan ini sering menjadi menu pengajian di pesantren-pesantren salaf. Di bulan Ramadan seperti ini, karena tergolong tipis, biasa masuk dalam daftar kitab untuk pengajian santri tingkat dasar.

Baca juga:  Sulam al-Munajah, Kitab Tipis tentang Tauhid dan Salat Karya Syekh Nawawi Banten

[nextpage title=”3. Al-Futuhat al-Madaniyyah fi Syua’ab al-Imaniyyah”]

3. Al-Futuhat al-Madaniyyah fi Syua’ab al-Imaniyyah

Kitab ini juga karya Syekh Nawawi Banten. Dalam cetakan model al-Hidayah, Surabaya yang lama, biasa berada di pinggiran (hasyiyah) dari halaman-halaman kitab Syarh Nashaihul Ibad.

Sama seperti kitab sebelumnya, karya Ulama Indonesia ini membahas berbagai macam cabang iman. Dikatakannya, al-Futuhat al-Madaniyyah merupakan penjelasan atas kitab Syu’ab al-Iman yang juga karyanya.

Hal ini diketahui dari redaksi beliau seusai membuka syarh dengan basmalah, hamdalah dan penyebutan nama kitab. Ketika masuk bagian matan kitab yang diperluasnya, beliau menulis, qultu (saya berkata). Ini mengindikasikan bahwa matan asli dari al-Futuhat al-Madaniyyah yaitu Syu’ab al-Iman, merupakan tulisan beliau sendiri.

Menurut Syekh Nawawi dalam mukadimahnya, beliau mengembangkan keterangan kitab dengan merujuk kepada kitab an-Niqayah karya al-Imam Jalaludin as-Suyuthi dan kitab al-Futuhat al-Makiyyah karya Ibnu ‘Arabi. Itulah beberapa kitab yang membahas cabang-cabang iman. Semoga bermanfaat.

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
  •  
    37
    Shares
  • 37
  •  
  •  
Close