Kisah Fathoni, Alumni Universitas Al Azhar Mesir yang Kini Buka Usaha Olahan Susu Sapi

  • 11
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Dibaca: 243

Waktu Baca2 Menit, 9 Detik

DatDut.Com – Peternak mungkin bukan profesi incaran bagi anak muda jaman sekarang. Namun, tidak dengan Tonton Fathoni, pemuda asal Desa Kaligondo, Genteng, Banyuwangi yang memilih meneruskan usaha peternakan sapi perah orang tuanya. Bahkan, di tangan lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini susu sapi diolah menjadi produk kecantikan.

Meski menyandang status sebagai lulusan kampus bergengsi. Namun, hal itu tak membuat Tonton minder untuk menuruskan usaha sapi perah yang digeluti oleh orang tuanya sejak 16 tahun silam. Ia bertekad untuk mengembangkan peternakan Sumber Lumintu yang dimiliki bapaknya di Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Genteng.

“Sepulangnya ke Banyuwangi pada tahun 2015 lalu, saya melihat Banyuwangi mulai tumbuh perekonomiannya. Termasuk Kecamatan Genteng yang juga ikut tumbuh. Dari situ saya berpikir apa yang harus saya lakukan. Tak butuh waktu lama, saya memutuskan untuk mengembangkan peternakan sapi perah milik orang tua,” ungkap Tonton kepada Kabarpas.com, saat ditemui di Café susunya di Desa Setail, Genteng, Banyuwangi.

Sebagai anak muda, tentu ia tidak ingin hanya menjual susu sapi begitu saja, sebagaimana para peternak pada umumnya. Ia melakukan berbagai inovasi olahan produk susu murni menjadi berbagai macam produk. Mulai dari kosmetik, produk kesehatan, makanan dan minuman siap saji.

Baca juga:  Ini 5 Fakta Menarik tentang Pendekar Aswaja, Ustaz Idrus Ramli

“Saat di Mesir saya sering berkunjung ke peternakan sapi perah dan melihat berbagai produk olahannya. Lalu, saya ikut pelatihan di Malang dan dari situ saya mulai tertantang lantas mencoba dan membuatnya pula,” aku putra pertama pasangan Nur Fathoni dan Istiqamah tersebut.

Dari usahanya untuk belajar itulah, Tonton membuat produk kefir, whey, lulur, sabun dan berbagai makanan dan minuman hasil olahan susu sapi. Beragam produk olahan susu segar tersebut, ia bisa mendulang keuntungan berlipat. “Jika dijual per liternya, susu segar hanya seharga Rp. 4.000 hingga Rp. 10.000, tapi jika diolah lagi bisa lebih mahal,” papar pria yang masa SMA-nya dihabiskan di pesantren tersebut.

Satu liter susu, Tonton bisa mengolah 60 persen menjadi whey, dan sisanya 40 persen menjadi lulur kecantikan. Whey semacam minuman kesehatan yang merupakan hasil fermentasi susu segar dalam waktu tertentu. Khasiat whey  tersebut amat beragam. Mulai dari mencegah kanker, mengurangi tekanan darah tinggi, asma hingga menambah vitalitas.

Baca juga:  Syekh Usamah, Ulama yang Ilmunya Melampaui Usianya

“Kalau kadar airnya tinggi, satu liter susu segar bisa menghasilkan whey sebanyak 600 mililiter. Sedangkan sisa endapannya bisa dijadikan lulur kecantikan,” ungkapnya

Untuk 600 mililiter whey dijual seharga Rp 50.000. Lulur juga dijual seharga Rp 50.000 per 400 mililiternya. Selain whey dan lulur, Toton juga mengolahnya menjadi masker atau bahan mandi sabun. “Bila saya jual susu segar, mentok per liter dapatnya Rp 10 ribu. Beda bila sudah diolah, bisa dapat Rp 100 ribu dari satu liter susu,” terang cowok kelahiran 5 Maret 1992 tersebut. (Pendik/Kabarpas.com).

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi
  • 11
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *