Jangan Berani pada Ibu! Ini 5 Kisah Anak Durhaka dari Berbagai Negara

  • 148
  •  
  •  
  •  
    148
    Shares

DatDut.Com – Jangan sekali-kali berani pada ibumu. Bagaimanapun ibumu itu surgamu. Dia surga yang sering kamu lupakan. Semua agama menempatkan ibu pada tempat yang sangat terhormat. Mengapa? Karena ibu unsur penting hidupmu.

Ada banyak kisah tentang anak yang durhaka kepada ibu dalam berbagai tradisi. Di masyarakat kita kisah Malin Kundang menjadi legenda yang selalu diceritakan secara turun-temurun.

Terlepas dari benar dan tidaknya kisah itu, yang jelas ada pesan penting bahwa mendurhakai ibu akan mengundang murka Allah.

Beragam bentuk kemurkaan Allah akan didapat oleh pelaku, tergantung sebesar dan sedurhaka apa dia pada ibunya. Berikut ini 5 kisah anak durhaka pada ibunya dari berbagai tradisi, yang disarikan dari buku Ada Surga di Tapak Kaki Ibu karya Mokh Syaiful Bakhri:

1. Bersimpuh di Bawah Tapak Kaki Ibu

Di suatu negeri terdapat seorang syekh (ahli agama—peny.) yang sangat terkenal kesalehannya. Dia termasuk seorang ahli ibadah yang baik hati dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.

Pada suatu hari dia hendak pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ibunya tidak merestui kepergiannya karena merasa berat berpisah dengan putranya itu.

Baca juga:  Bakti pada Ibu, Penjual Daging Jadi Teman Nabi Musa di Surga

Dengan berbagai cara, syekh itu membujuk ibunya. Namun, sang ibu tetap berkeras hati tidak merestui kepergian putranya. Entahlah, apakah sebabnya sehingga syekh itu akhirnya tetap berangkat juga meski tidak mendapat restu dari ibunya.

Betapa sedih hati ibunya menyaksikan kepergian putranya. Hatinya terasa panas melihat anaknya tetap pergi ke Mekah meski dia tidak merestuinya. Dalam kesedihannya itu, sang ibu berdoa, “Ya Allah, anakku telah memanaskan hatiku dengan api perpisahan. Berilah dia pelajaran dan balasan yang setimpal.”

Alkisah, sampailah syekh itu pada sebuah kota. Mengingat hari sudah larut malam, dia masuk ke sebuah masjid untuk melaksanakan salat. Bertepatan dengan saat itu, tak jauh dari masjid seorang, pencuri mengendap-endap memasuki sebuah rumah. Ternyata, pemilik rumah itu tahu kalau rumahnya sedang dimasuki oleh pencuri.

Lalu, dengan serta merta pemilik rumah itu meneriaki pencuri itu sehingga orang-orang berdatangan untuk menangkap si pencuri. Ketika dikejar, pencuri itu lari menuju ke masjid. Ketika orang-orang yang mengejar pencuri itu sampai di masjid, mereka tak menemukan seorang pun kecuali seorang syekh yang sedang salat.

Tanpa berpikir panjang, orang-orang pun menangkap syekh itu. Mereka menuduhnya sebagai pencuri yang ingin mengelabui orang-orang yang mengejarnya dengan berpura-pura melaksanakan salat.

Baca juga:  Masih Egois? Belajarlah dari 5 Kisah Mengharukan dan Menyayat Hati Ini

Kemudian dia diseret ke kota dengan disaksikan oleh penduduk kota. Setibanya di balai kota, syekh itu diadili dengan tuduhan telah mencuri. Penguasa kota itu lalu menjatuhkan hukuman potong tangan dan potong kaki. Matanya pun harus dicungkil.

Selanjutnya, dia diarak ke pasar. Orang-orang yang menyaksikan berteriak, “Inilah ganjaran bagi seorang pencuri.”

Namun, syekh yang sudah buntung kaki dan tangannya itu menyahut, “Janganlah kalian mengatakan begitu. Katakanlah, ‘Inilah hukuman bagi orang yang hendak bertawaf di Baitullah tanpa mendapat restu dari ibunya.’”

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga dan sudut pandang yang khas nan unik.
Redaksi
  •  
    2.8K
    Shares
  • 2.7K
  • 86
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *