Kisah Nyentrik Kiai Kholil Bangkalan dengan 5 Muridnya

Alvian Iqbal Zahasfan

Alvian Iqbal Zahasfan

Kandidat doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.
Alvian Iqbal Zahasfan

DatDut.Com – Nama besar Kiai Kholil (1820-1923 M) berkibar di jagat keilmuan Islam Nusantara. Kealiman dan kewaliannya—meminjam istilah ilmu hadis—sudah mencapai status muttafaqun alaih alias sudah valid, tak satu pun orang alim di Nusantara yang memungkirinya. Ini dia 5 kisahnya yang saya rangkum dari beberapa sumber:

Baca juga:  Hujatan terhadap Kiai Said Aqil Siradj, dari Pemimpin Non-Muslim hingga Yayasan Peduli Pesantren

1. Kiai Ma’shum Lasem dikurung, Disuruh Ngajar dan Didoakan 

Dalam buku Manaqib Mbah Ma’shum Lasem diceritakan bahwa suatu hari Kiai Kholil Bangkalan mengatakan kepada santrinya, “Tolong buatkan aku kurungan ayam jago, sebab besok akan ada jagoan dari tanah Jawa yang datang ke sini”. Keesokan hari, datanglah seorang pemuda bernama Muhammadun—nama almarhum Mbah Ma’shum waktu muda—dari tanah Jawa.

Oleh Kiai Kholil, pemuda itu—pada waktu itu umurnya 20 tahun—diminta masuk ke dalam kurungan ayam jago tersebut. Dengan penuh takzim dan ketundukan terhadap gurunya, pemuda itu pun masuk dan duduk berjongkok ke dalam kurungan ayam jago tadi. Kiai Kholil kemudian berkata kepada santri-santrinya, “Inilah yang kumaksudkan sebagai ayam jago dari tanah Jawa, yang kelak akan menjadi jagoan tanah Jawa.”

Baca juga:  Ini 5 Ilmuwan Muslim Pencetus Pesawat Terbang Jauh Sebelum Barat

Dikisahkan juga awal-awal nyantri, Mbah Lasem malah disuruh ngajar Alfiyah kepada santri-santrinya Mbah Kholil di dalam kamar yang tidak ada penerangnya. Selain itu, Mbah Ma’shum hanya nyantri di sana 3 bulan saja, boleh jadi setelah itu Kiai Kholil memintanya pulang.

Nah, ketika hendak pulang, Mbah Kholil memanggilnya seraya mendoakannya dengan doa Sapu Jagad. Lalu, saat Mbah Ma’shum melangkah pergi beberapa meter, beliau dipanggil lagi oleh Mbah Kholil lalu didoakan dengan doa yang sama. Hal ini terjadi berulang hingga 17 kali.

Komentar

Post Author: Alvian Iqbal Zahasfan

Kandidat doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.

Komentar ditutup.