Kiai Ahmad Yasin Asymuni, Imam Suyuti dari Pethuk Kediri

  • 137
  •  
  •  
  •  
    137
    Shares

Dibaca: 2739

Waktu Baca1 Menit, 55 Detik

DatDut.Com – Salah satu kiai yang masih eksis hinga saat ini mengikuti ulama klasik dalam produktifitas menulis kitab adalah K.H. Ahmad Yasin Asymuni (lahir 1963 M)–selanjutnya disebut Mbah Yasin.

Nama Mbah Yasin memang tidak asing bagi pesantren-pesantren yang telah mengkaji kitab yang ia tulis. Selain itu ia juga merupakan pengasuh dari PPS. Hidayatut Tulab, Pethuk Semen Kediri sekaligus tim ahli Lajnah Bahtsul Masa’iel (LBM) PBNU pusat (periode 2015-2020).

Dari tangan Mbah yasin inilah kemudian muncul beragam kitab klasik yang diberi makna yang menggantung atau dalam istilah pesantren disebut makna gandul.

Semenjak tahun 1993, Mbah Yasin telah memulai memaknai kitab-kitab klasik mulai kitab kecil hingga kitab-kitab yang berjilis-jilid seperti Ihya’ ‘Ulumuddin karya Al-Ghazali. Hingga saat ini sudah lebih dari 150 yang telah beliau maknai.

Selain pakar dalam memberikan makna pada kitab-kitab karya ulama klasik, Mbah Yasin juga menulis ratusan kitab. Mulai kitab dengan jenre kumpulan hadits, kemudian menulis tafsir, akidah, akhlak, dan kitab-kitab yang mengulas fiqih dan tanya jawab fiqih, seperti kitab Muqaddimat fi Tafsir al-Fatihah, Tahqiq al-Hayawan, al-Radd ‘ala al-Wahabiyyah, dll.

Baca juga:  Fahri Hamzah yang Baru Dipecat dari PKS, Tak Seburuk yang Diberitakan Media, Ini 5 Sisi Lainnya

Mengenai ragam karyanya ini dapat diketahui secara langsung di koprasi PPS. Hidayatut Thulab Pethuk Semen Kediri, yang di dalamnya selain memaparkan daftar kitab-kitab yang ditulis oleh Mbah Yasin berikut kitab-kitab yang telah dicetak. Produktifitas Mbah Yasin dalam berkarya memang tidak dapat dipungkiri lagi, mengingat setiap tahun beliau selalu menerbitkan karya-karya baru.

Pada tahun 2015 yang lalu saya sengaja mengunjungi koperasi yang menyediakan kitab-kitab karya Mbah Yasin yang pada tahun itu sudah mencapai dua ratusan karya. Beliau memang produktif dalam berkarya dan semua karyanya berupa kitab berbahasa Arab kecuali beberapa karya yang kemudian dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Selain karya tulisnya yang telah mencapai ratusan, Mbah Yasin masih terus berkarya, dan meniatkan karya tulis sebagai alat berdakwah atau berdakwah dengan tulisan.

Baca juga:  Ini Sosok Pencetus Prodi Tafsir Hadis di Indonesia

Oleh sebab kontribusinya dalam produktivitas berkarya dengan melestarikan menulis kitab kuning Mbah Yasin pernah didatangi Mr. Yakiti orientalis dari Barat yang ingin berkonsultasi atas suatu masalah. Selain itu, beliau pada tahun 2011 dianugerahi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sebagai tokoh yang telah banyak menulis kitab kuning.

Semangat beliau memang dilandaskan pada niatan baik sebagai alat berdakwah. Nah, oleh sebab itulah maka beliau patut dijadikan tokoh teladan dalam bidang penulisan kitab kuning.

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Ahmad Mustamsikin Koiri
Latest posts by Ahmad Mustamsikin Koiri (see all)
  • 137
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *