Khilafatul Muslimin, Organisasi Khilafah Sempalan NII

  • 15
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

Datdut.Com- Berbicara mengenai khilafah di Indonesia merupakan topik pembahasan yang selalu menarik karena menuai banyak pro dan kontra dari masyarakat Indonesia.

Sebagai negara dengan jumlah kaum muslim terbesar di Dunia, Indonesia memiliki asas tunggal yakni Pancasila sebagai landasan dasar negara.

Meskipun telah disahkan dalam UU Nomor 3/1985, nyatanya masih banyak orang-orang tertentu khususnya dari kaum muslimin yang belum dapat menerima Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Alasannya, mereka berpandangan bahwasanya asas negara paling konkret adalah khilafah. Karena dengan khilafah, umat muslim akan bisa meraih puncak dari kejayaan peradabannya.

Pandangan tersebut tentu bukan hanya sekedar omong kosong. Sejarah masa lampau telah membuktikannya. Sebagaimana kekhalifahan Khulafaur Rasyidin yang berhasil membawa panji-panji Islam ke pelosok Dunia.

Tak aneh, bilamana terdapat beberapa kaum muslim yang menawarkan Khilafah sebagai ideologi bangsa sebagai solusi atas degradasi peradaban islam abad ini.

Salah satunya adalah NII (Negara Islam Indonesia) yang didirikan oleh Kartosoewirjo juga Hizbut Tahrir yang digagas oleh Taqiyyudin. Namun kedua organisasi ini tidak dapat bertahan lama di Indonesia.

Karena, pada dasarnya negara Indonesia tidak hanya terdiri oleh orang-orang muslim namun masih banyak elemen-elemen keagamaan lain di Indonesia seperti Hindu, Budha, Kristen dll.

Baca juga:  Pernyataan Sikap LDNU terhadap Perlakuan Brutal Ahok kepada K.H. Ma'ruf Amin

Mereka sudah ada sejak Indonesia masih dijajah dan ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, Pancasila hadir sebagai Ideologi pemersatu bangsa sebagai bangsa yang variatif baik dalam suku, ras, budaya maupun agama.

Sesuai dengan kata-kata yang digenggam di kedua kakinya “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu.

Selain HTI yang dibubarkan oleh Perppu Nomor 2 Tahun 2017, beberapa tahun terakhir ini mulai muncul organisasi serupa yang menggagas konsep khilafah sebagai solusi problematika umat.

Organisasi ini bernama Khilafatul Muslimin yang dibentuk pada 18 Juli 1997 di Lampung dan diprakasai serta dipimpin Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai Amirul Mukminin atau Khalifah umat Islam.

Meskipun berpaham khilafah, organisasi ini menolak disebut sebagai paham radikal. Dalam website resmi mereka, Hasan Baraja menyatakan bahwa organisasinya rahmatan lil alamiin juga membawa kasih sayang pada sesama.

Kendati demikian, Khilafatul Muslimin ternyata memiliki hubungan dalam batas tertentu dengan organisasi yang telah dilarang keberadaannya di Indonesia.

Menurut pakar Antrologi, Amich Alhumami, banyak organisasi seperti Khilafatul Muslimin yang serupa dengan NII (Negara Islam Indonesia).

Baca juga:  Pemuda Muhammadiyah Ajak Donasi Panci untuk Dhuafa dan Korban Bencana

Akarnya adalah NII, namun setelah terjadi pertarungan internal antara kaum elite munculah organisasi-oraganisasi serupa yang berpaham khilafah sebagai sempalan NII.

Pemimpin Khilafatul Muslimin sendiri yaitu Hasan Baraja, merupakan salah satu dari pendiri majelis Mujahiddin dan sempat dipenjara lantaran kasus teror Warman dan Bom Borobudur pada tahun 1985.

Bukan hanya itu, TRAC (Terrorism Research and Analysis Consortium) atau yang lebih dikenal sebagai Lembaga Riset Teroris Internasional bahkan memasukkan Khilafatul Muslimin sebagai salah satu dari organisasi teroris dunia.

Namun, sampai detik ini Pemerintah masih belum menentukan kebijakan khusus terkait legalitas organisasi ini.

Entah apa yang jadi pertimbangangan pemerintah, namun banyak masyarakat yang berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait organisasi ini, agar masyarakat bisa lebih tenang serta bisa bertindak sebijak mungkin dalam menanggapi keberadaan organisasi ini.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

M. Afzainizam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
M. Afzainizam
  •  
    15
    Shares
  • 15
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close