Ketika Kiai Ali Mustafa Yaqub Ingin Mencari Titik Temu Wahabi-NU

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub (Allah yarham) pernah menulis artikel “Titik Temu Wahabi-NU” di Republika. Untuk diketahui, artikel itu sendiri saat ini telah dibukukan. Sebagai tokoh yang lama tinggal di Arab Saudi yang dikenal sebagai cikal bakal lahirnya paham Wahabi, Pendiri Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah ini, berusaha mencari titik temu antara amaliah NU dan Wahabi.

Beliau membandingkan buku induk NU dan Wahabi. Buku induk NU yang beliau rujuk adalah buku karya Syekh Hasyim Asy’ari. Sementara itu, sumber-sumber ajaran Wahabi yang beliau rujuk adalah karya-karya Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayim, dan Muhammad Abdul Wahab.

Judul artikel tersebut kemudian menjadi sebuah buku dengan pembahasan yang spesifik mencari titik temu antara ajaran NU dan Wahabi. Upaya dan niat beliau mencari titik temu ini justru dipertanyakan banyak kalangan NU.

Baca juga:  Ini 5 Ustad di TV yang Materi Dakwahnya Berkualitas

Padahal, niat beliau itu untuk mewaspadai pembenturan yang selalu dilakukan zionis antara kedua golongan itu yang sama-sama memiliki simpatisan yang cukup banya. Bila masih terus terjadi benturan antara NU dan Wahabi, itu sama saja menjadi relawan gratis Zionis untuk melaksanakan agenda Zionisme.

Di sisi lain, beliau juga sangat menentang aliran-aliran Wahabi ekstrimis yang suka membidahkan amaliah-amaliah NU. Beliau itu hidup lama di dua kultur tersebut, NU dan Wahabi (Arab Saudi). Sehingga tahu persis amaliah-amaliah dua golongan tersebut.

Tentu sangat berlebihan anggapan sebagaian kalangan NU yang mendiskreditkan beliau sebagai agen Wahabi (Baca: Imam Besar Masjid Istiqlal Bukan Wahabi dan 5 Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal Bercorak Islam Nusantara).

Baca juga:  Ini 5 Alasan Orang Syiah dan Liberal Tidak Suka K.H. Ali Mustafa Yaqub
%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close